Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Dari Instagram DM ke New York Fashion Week: Kisah Hairstylist yang Mendunia

Dari Instagram DM ke New York Fashion Week: Kisah Hairstylist yang Mendunia
Minat|Penataan Rambut

Dari Kantor ke Panggung Global: Inti Kisah Dea Felicia

Kisah Dea Felicia adalah perjalanan seorang hairstylist Indonesia internasional yang meninggalkan pekerjaan kantoran, kembali belajar hairstyling, lalu membangun karier di New York hingga terlibat di New York Fashion Week dan menangani artis global melalui portofolio Instagram yang menarik perhatian dunia.

Dea Felicia tidak memulai karier dengan rencana rapi menembus panggung mode dunia; ia hanya tahu bahwa rutinitas kantoran tidak lagi membuatnya bahagia dan ada panggilan lain yang ingin ia kejar. Keputusan berani keluar dari jalur “aman” inilah yang menjadi kunci. Menekuni karier sebagai hairstylist, Dea tidak pernah membayangkan pekerjaannya akan membawanya sejauh New York. Dari titik jenuh, ia bertransformasi menjadi salah satu contoh paling segar bagaimana karir hairstylist global bisa lahir dari keberanian mengubah arah hidup. Kisah ini bukan sekadar cerita sukses personal, tetapi cermin bahwa profesi di dunia kecantikan punya jalur mendunia, asalkan serius digarap dan berani diangkat ke ruang publik digital.

Dari Instagram DM ke New York Fashion Week: Kisah Hairstylist yang Mendunia

Akar Minat, Pendidikan Ulang, dan Lompatan ke Fashion

Minat Dea pada dunia rambut ternyata bukan muncul tiba-tiba; sejak SMP ia sudah tertarik dan bahkan mengikuti les terkait rambut saat masih kecil. Namun, seperti banyak orang, ia sempat menempatkan passion itu di kursi cadangan ketika memilih jalur kerja kantoran. Titik balik datang ketika ia merasa tidak lagi cocok dengan lingkungan kerja tersebut dan menyadari ada hal lain yang bisa membuat hidupnya lebih bermakna.

Pada akhir 2023, Dea mengambil langkah strategis: kembali menempuh pendidikan di Puspita Martha untuk mendalami ilmu fashion dengan fokus hairstyling. Setahun kemudian, ia terjun full time sebagai hairstylist. Menariknya, rencananya semula sederhana, yakni membuka salon dan membangun bisnis sendiri. Namun sebuah test shoot dan kolaborasi dengan pekerja kreatif lokal menggeser trajektori kariernya: Dea mulai mengerjakan pemotretan, runway, hingga proyek komersial. Inilah titik ketika karier yang tadinya didesain lokal perlahan bergerak menuju panggung internasional tanpa ia sadari penuh—sebuah bukti bahwa kesuksesan profesional kecantikan sering lahir di perlintasan antara pendidikan formal, kesempatan spontan, dan keberanian mencoba hal baru.

Menembus New York Fashion Week: Puncak Baru Hairstylist Indonesia Internasional

Transformasi Dea dari pekerja kantoran menjadi hairstylist di New York menunjukkan bagaimana karir hairstylist global bisa bertumbuh jauh melampaui ekspektasi awal. Dari perempuan yang sempat jenuh dengan rutinitas kerja, ia kini membangun karier sebagai hairstylist di New York dan mendapat kesempatan terlibat dalam New York Fashion Week (NYFW). Fakta bahwa Dea Felicia New York Fashion Week menjadi kenyataan menegaskan posisi baru hairstylist Indonesia internasional di mata industri mode dunia.

Keikutsertaannya di NYFW bukan sekadar prestasi individual; ini adalah sinyal bahwa standar profesional kecantikan dari tanah air sanggup bersaing di pusat mode dunia. Dari pengalaman mengerjakan pemotretan dan runway di tahap awal, Dea memperluas jejaring dan portofolionya hingga dipercaya di panggung sekelas NYFW. Kesuksesan profesional kecantikan dalam kasus Dea tidak datang dalam bentuk jalan lurus; ia hasil kombinasi jam terbang, jaringan kreatif, dan ketekunan membangun identitas visual dalam setiap karya. Ini mengirim pesan kuat: talenta yang konsisten dan siap tampil, pada akhirnya, menemukan panggungnya sendiri.

Instagram DM dan Lil Yachty: Ketika Portofolio Digital Jadi Pintu Dunia

Momen paling dramatis dalam kisah ini mungkin bukan NYFW, melainkan ketika Dea mendapat pesan langsung dari rapper Amerika, Lil Yachty. Dea menjadikan Instagram sebagai portofolio terbuka yang bisa dilihat siapa saja, termasuk pekerja industri fashion dan entertainment di Amerika Serikat. Cara ini membuahkan hasil ketika Lil Yachty menemukan karya Dea saat ia menangani dua model pria dan menyukai hasil pekerjaannya.

“Untuk Lil Yachty, rapper Amerika, dia personally DM aku untuk ngajak aku kerja karena dia lihat ada dua model cowok yang pernah aku tangani dan dia suka karya aku,” ujar Dea Felicia. Dari DM Instagram itu, komunikasi berlanjut; Lil Yachty meminta kontak Dea untuk membicarakan pekerjaan hingga akhirnya ia dipercaya menjadi hairstylist sang rapper. Proyek tersebut bukan pekerjaan biasa; Dea menangani rambut Lil Yachty untuk video klip yang melibatkan Ice Spice. Di sini, peran media sosial dalam membuka peluang kolaborasi global untuk profesional kecantikan Indonesia terlihat sangat konkret: satu feed yang dirawat serius dapat menghubungkan kreator dengan artis kelas dunia tanpa harus melalui jalur konvensional.

Pelajaran bagi Profesional Kecantikan: Dari Lokal ke Global Tanpa Minta Izin

Perjalanan Dea mengajarkan bahwa karier global tidak selalu dimulai dari paspor penuh visa atau relasi mapan, melainkan dari keputusan berani dan kebiasaan membangun portofolio yang jelas. Sejak membangun karier sebagai hairstylist, ia konsisten menempatkan karyanya di Instagram sebagai etalase terbuka, dan strategi ini membuka jalur ke industri fashion dan entertainment di Amerika Serikat. Dari sana, kesempatan menangani Lil Yachty muncul, dan bersama dengan keikutsertaan di NYFW, Dea memperlihatkan bentuk konkret kesuksesan profesional kecantikan yang bertumpu pada kombinasi skill, pendidikan, dan kehadiran digital.

Bagi hairstylist dan pelaku beauty lain, pesan praktisnya jelas: jangan membatasi diri pada rencana karier yang sepenuhnya lokal. Rencana awal Dea adalah membuka salon, tetapi test shoot dan kolaborasi membuatnya masuk ke dunia fashion, lalu merambat ke panggung internasional. Dalam era di mana DM bisa menjadi undangan kerja dan feed media sosial adalah kartu nama utama, profesional kreatif yang enggan tampil di ruang digital akan tertinggal. Kisah Dea Felicia bukan dongeng keberuntungan; ini panduan hidup bahwa bakat yang dirawat dan ditampilkan dengan konsisten bisa menembus batas geografis tanpa harus meminta izin pada siapa pun.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!