Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

5 Tanda Charger Laptop Berbahaya yang Harus Segera Diganti

5 Tanda Charger Laptop Berbahaya yang Harus Segera Diganti
Minat|Penggunaan Laptop

Charger Laptop Aman: Bukan Aksesoris, tapi Perangkat Keselamatan

Charger laptop aman adalah perangkat pengisian daya yang tidak menunjukkan kerusakan fisik, tidak menimbulkan bau terbakar, tidak memicu percikan api berulang, menjaga suhu tetap wajar saat digunakan, dan tidak menyebabkan gangguan pada instalasi listrik rumah. Mengabaikan kondisi charger berarti mengabaikan potensi sumber kebakaran yang langsung terhubung ke stopkontak setiap hari. Charger laptop yang rusak dapat meningkatkan risiko kebakaran, sengatan listrik, dan kerusakan permanen pada laptop Anda. Karena itu, pertanyaannya bukan lagi “masih bisa dipakai atau tidak”, melainkan “masih aman atau tidak”. Jika ragu, sikap paling masuk akal adalah berhenti memakai dan menggantinya dengan charger yang jelas spesifikasinya dan memiliki sertifikasi keamanan.

Tanda 1–2: Panas Berlebih dan Kabel Terkupas, Sumber Bahaya yang Sering Dianggap Sepele

Dua tanda paling jelas bahwa charger Anda berbahaya adalah panas berlebih dan kerusakan fisik pada kabel. Tanda-tanda charger laptop tidak aman meliputi kerusakan fisik seperti kabel retak atau terbuka, bau terbakar atau asap, suara dengungan atau desisan intens, pengisian daya yang lambat atau tidak mengisi, panas berlebihan, percikan api kuning atau oranye, atau pemutus sirkuit listrik yang trip saat charger digunakan. Kabel yang terkelupas membuka jalur langsung bagi korsleting. Panas yang tidak wajar menandakan ada beban listrik yang tidak sehat, mirip gejala awal pada banyak kasus baterai dan perangkat yang terbakar. HP dan laptop yang berisiko terbakar kemudian meledak bisa dikenali segera; logikanya sama, hanya kali ini sumber masalahnya di adaptor dan kabel. Mengikat kabel dengan selotip bukan solusi; itu hanya menutupi masalah yang belum selesai.

Tanda 3–5: Bau Terbakar, Percikan Oranye, dan MCB Turun

Jika charger mengeluarkan bau terbakar atau asap, Anda sudah berada di zona merah. Percikan biru singkat saat mencolokkan charger ke stopkontak bisa jadi normal, tetapi jika percikan berwarna kuning atau oranye, atau terjadi secara berulang selama pengoperasian, ini mengindikasikan adanya busur listrik internal dan meningkatkan risiko kebakaran. Lebih parah lagi, bila setiap kali charger dipakai, pemutus sirkuit listrik atau MCB di rumah sering turun, itu bukan “MCB yang rewel”, melainkan sinyal kuat ada masalah kelistrikan pada charger tersebut. Mengabaikan tanda-tanda ini sama saja membiarkan sumber api kecil tetap menempel di dinding rumah Anda. Perangkat semacam itu sudah tidak layak digunakan meskipun belum tentu meledak.”

Pelajaran dari Perangkat Terbakar: Laptop Bisa Menyusul Jika Charger Diabaikan

Kasus perangkat HP terbakar kembali menyita perhatian publik, termasuk insiden dua unit ponsel yang mengeluarkan asap di dalam tas penumpang KRL di Stasiun Rawa Buntu, Tangerang Selatan, pada Kamis (17/9/2026). Peristiwa ini mengingatkan bahwa perangkat elektronik, termasuk laptop, bisa menjadi sumber api ketika sistem pengisian dan baterai bermasalah. Suhu yang naik drastis, bau kimia menyengat, hingga asap adalah sinyal bahwa komponen di dalam sudah mulai gagal. Saat asap muncul, waktu reaksi sangat terbatas—bisa kurang dari lima menit sebelum api membesar. Jika laptop diisi dengan charger yang salah atau rusak, risiko kerusakan sel baterai dan kejadian serupa meningkat. Di titik ini, mengganti charger adalah langkah mencegah kebakaran laptop, bukan sekadar menjaga kenyamanan penggunaan.

Langkah Aman: Dari Menghentikan Pemakaian hingga Mencegah Kebakaran Laptop

Begitu muncul tanda charger rusak, tindakan paling bijak adalah menghentikan pemakaian dan mencabutnya dari stopkontak. Penggantian segera adalah pilihan teraman untuk menghindari bahaya tersebut. Selalu gunakan kabel dan adaptor pengisian daya resmi atau yang memiliki sertifikasi keamanan; inilah standar minimum untuk keselamatan perangkat elektronik Anda. Cara mencegah kebakaran laptop juga berkaitan dengan kebiasaan harian: jangan menutup perangkat dengan tas atau kain saat masih panas, hindari mengisi daya di atas kasur, bantal, atau selimut, dan jangan membawa dua perangkat sekaligus dalam kondisi panas aktif di dalam tas tertutup. Jika perangkat sudah mulai mengeluarkan asap, bawa ke tempat terbuka dan jaga jarak aman minimal satu meter. Pada akhirnya, rasa enggan mengganti charger akan selalu lebih mahal daripada kehilangan rumah atau perangkat akibat kebakaran.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!