Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Pelabuhan Perkuat Keselamatan Maritim lewat SDM dan Teknologi

Pelabuhan Perkuat Keselamatan Maritim lewat SDM dan Teknologi
Minat|Asia Tenggara

Keselamatan Maritim Bukan Lagi Urusan Prosedur, Tapi Manusia dan Sistem

Keselamatan transportasi maritim adalah sistem terpadu yang menggabungkan kompetensi SDM pelabuhan, standar teknis kapal, prosedur penanganan barang berbahaya, dan pemanfaatan teknologi untuk mencegah kecelakaan di laut maupun di fasilitas pelabuhan. Sistem ini menuntut koordinasi erat antara regulator, operator pelabuhan, pandu kapal, serta lembaga klasifikasi agar setiap tahapan operasi—dari sandar, bongkar muat hingga pelayaran—berjalan aman, patuh ketentuan, dan ramah lingkungan. Ketika satu elemen lemah, keseluruhan mata rantai keselamatan ikut rapuh.

Gelombang baru penguatan keselamatan maritim terlihat jelas: regulator memperkuat kompetensi SDM di pelabuhan, operator menegakkan budaya keselamatan kerja, pandu memutakhirkan diri di tengah transformasi teknologi, sementara lembaga klasifikasi mengunci kepatuhan terhadap standar klasifikasi kapal. Ini bukan sekadar tambal-sulam kebijakan, melainkan pergeseran ke paradigma keselamatan yang berpusat pada manusia yang terampil dan didukung teknologi cerdas. Pertanyaannya, apakah perubahan ini cukup cepat untuk mengejar risiko yang terus berkembang?

Pelabuhan Perkuat Keselamatan Maritim lewat SDM dan Teknologi

Barang Berbahaya: Ujian Nyata Kompetensi SDM Pelabuhan

Jika ingin menilai keseriusan sebuah pelabuhan terhadap keselamatan, lihat bagaimana mereka menangani barang berbahaya penanganan. Pelaksana Tugas Direktur Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran, Triono, menegaskan bahwa keselamatan penanganan dan pengangkutan barang berbahaya di pelabuhan sangat ditentukan oleh kompetensi SDM yang terlibat di dalamnya. Pernyataan ini sejujurnya adalah kritik halus: infrastruktur tanpa SDM terlatih sama saja membiarkan bom waktu berdiri di dermaga.

Diklat Penanganan dan Pengangkutan Barang Berbahaya digunakan sebagai instrumen strategis untuk meningkatkan kompetensi SDM pelabuhan, dengan materi mulai dari identifikasi, klasifikasi, pengemasan hingga pengangkutan sesuai International Maritime Dangerous Goods Code dan regulasi nasional. Artinya, kompetensi SDM pelabuhan tidak lagi cukup sebatas pengalaman lapangan; ia harus berbasis standar internasional yang ketat. Triono berharap setelah diklat ini akan semakin banyak personel yang memiliki kompetensi dan kepedulian terhadap keselamatan barang berbahaya di seluruh pelabuhan. Ini sinyal jelas bahwa era toleransi terhadap kelalaian teknis harus berakhir.

Budaya Keselamatan Kerja: Walkthrough, Bukan Hanya Walk-the-Talk

Budaya keselamatan kerja sering berhenti sebagai slogan di dinding ruang rapat. PT Pelindo Jasa Maritim memilih jalur berbeda dengan melakukan management walkthrough di fasilitas operasional dan stasiun pemanduan di wilayah Samarinda untuk memperkuat penerapan budaya keselamatan kerja. Ini keputusan penting: manajemen turun ke lapangan, bukan hanya mengirim memo.

Pendekatan yang diusung berbasis risk control, memastikan setiap potensi risiko dikenali, dikendalikan, dan ditindaklanjuti sebelum berkembang menjadi kejadian. Pemeriksaan terhadap kesiapan stasiun radio, dermaga apung, dan personel pandu yang bertugas jaga bukan sekadar checklist teknis; ia adalah cara menguji apakah kebijakan keselamatan hidup dalam praktik sehari-hari. Dialog langsung dengan pekerja memberi umpan balik nyata terhadap hambatan lapangan, sesuatu yang sering diabaikan ketika keselamatan dikelola dari balik meja. Tanpa langkah seperti ini, budaya keselamatan kerja mudah merosot menjadi sekumpulan prosedur yang tidak dipatuhi.

Transformasi Teknologi: Pandu Tetap di Panggung Utama

Transformasi teknologi maritim sering dipersepsikan akan menggantikan peran manusia. Partisipasi PT Pelindo Jasa Maritim dalam IMPA Congress 2026 menunjukkan pandangan yang lebih matang: teknologi justru dimanfaatkan untuk menguatkan peran pandu dalam menjaga keselamatan navigasi kapal. Tema kongres, “Navigating Maritime Safety Towards Global Sustainability”, menempatkan keselamatan sebagai inti, bukan efek samping.

Berbagai agenda mulai dari remote pilotage, penggunaan Artificial Intelligence dalam aktivitas pemanduan yang bersifat safety-critical, hingga smart pilotage berbasis data real-time, AIS, VTS, e-Navigation dan predictive analytics, menandai lompatan besar ke arah pelayanan pemanduan yang lebih aman dan dapat diprediksi. Namun kuncinya tetap pada kompetensi manusia. Kemampuan ship handling, navigasi, local knowledge, dan risk assessment harus dipadukan dengan literasi digital dan interpretasi data. Mengabaikan upgrade kompetensi pandu di tengah adopsi teknologi adalah resep gagal; sistem cerdas tanpa operator cerdas hanya memindahkan titik lemah, bukan menghilangkannya.

Peran Lembaga Klasifikasi: Penjaga Terakhir Standar Kapal

Di balik setiap kapal yang berlayar, ada pertanyaan penting: apakah standar klasifikasi kapal sudah terpenuhi? PT Biro Klasifikasi Indonesia menegaskan komitmen memperkuat keselamatan transportasi maritim melalui layanan klasifikasi, sertifikasi, dan penjaminan kepatuhan terhadap standar industri. Di tengah tekanan komersial, lembaga klasifikasi berfungsi sebagai rem moral dan teknis terhadap kompromi yang dapat mengancam keselamatan.

Menurut Direktur Operasi Bisnis Klasifikasi BKI, tujuan utama mereka adalah memperkuat keselamatan pelayaran melalui layanan yang mendukung kepatuhan terhadap ketentuan dan standar yang berlaku di industri maritim. Penghargaan sebagai "Leading Classification and Certification Institution For Maritime Safety" bukan sekadar prestise; ia menjadi bentuk pengakuan bahwa standar klasifikasi kapal masih relevan sebagai garis pertahanan terakhir terhadap kecelakaan struktural dan teknis. Pengakuan ini, sebagaimana diakui BKI, menjadi dorongan untuk terus menjaga kualitas pelaksanaan tugas sekaligus memberikan kontribusi yang relevan bagi perkembangan sektor maritim. Tanpa lembaga seperti ini, ekosistem keselamatan yang sedang dibangun regulator dan operator akan kehilangan fondasi teknisnya.

Pelabuhan Perkuat Keselamatan Maritim lewat SDM dan Teknologi

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!