Run Like a Pro Malang: Bukan Sekadar Event Lari Komunitas
Run Like a Pro Malang adalah sebuah event lari komunitas 5K yang menggabungkan aktivitas fisik, kehadiran figur publik, dan teknologi wearable ADVAN Ultra Watch untuk mendorong kebiasaan hidup aktif secara konsisten di kalangan masyarakat urban.
Inti dari Run Like a Pro Malang sederhana namun kuat: lari dijadikan pintu masuk gaya hidup sehat, sementara teknologi dipakai sebagai pengikat kebiasaan. Pada Sabtu, 26 September 2026, ADVAN menggelar Run Like a Pro with Hengky Kurniawan di Kota Malang, dimulai pukul 05.00 hingga 09.00 WIB dengan titik start dan finis di Naiki Cafe Space. Puluhan peserta dari komunitas lokal menempuh rute 5 kilometer melewati Idjen Boulevard, Kayutangan Heritage, hingga Alun-Alun Tugu Malang, menjadikan kota sebagai lintasan sekaligus panggung gaya hidup aktif. Inilah contoh bagaimana event lari komunitas bisa diangkat ke level lifestyle, bukan hanya ajang olahraga sekali lewat.
Strategi ADVAN: Dari 10K Steps for 800 Months ke Pergelangan Tangan
Run Like a Pro Malang bukan acara yang berdiri sendiri; ia adalah eksekusi lapangan dari kampanye “10K Steps for 800 Months” yang diperkenalkan bersama ADVAN Ultra Watch. Gagasan kampanye ini berani: mengajak orang membangun kebiasaan berjalan 10.000 langkah setiap hari selama 800 bulan, atau sekitar 66 tahun perjalanan hidup manusia. Alih-alih mengumbar jargon motivasi, ADVAN memilih pendekatan yang bisa diukur harian dan realistis: langkah demi langkah.
Di sini ADVAN Ultra Watch ditempatkan bukan sebagai gadget gaya-gayaan, melainkan perangkat pendamping untuk masyarakat yang ingin hidup aktif. Jam tangan pintar ini dipromosikan langsung di tengah aktivitas lari, lengkap dengan kesempatan doorprize smartwatch bagi peserta setelah mencapai finis. "Sebagai brand asli Indonesia, ADVAN ingin memotivasi teman-teman melalui produk-produk kami yang dapat mendukung masyarakat untuk menjalani hidup yang lebih sehat," ujar Brand Manager ADVAN, Melly Karmelia. Pendekatan ini menunjukkan satu pesan tegas: teknologi baru akan relevan jika menempel pada rutinitas, bukan hanya pada spesifikasi.
Peran Komunitas Pelari Malang dan Hengky Kurniawan
Kekuatan utama Run Like a Pro Malang terletak pada kolaborasi organik antara brand, komunitas pelari Malang, dan figur publik. ADVAN tidak datang sendirian; mereka menggandeng Malang Run dan komunitas pelari perempuan Freyja Malang. Hasilnya, suasana pagi di kota menjadi lebih hidup ketika puluhan pelari berkumpul, saling menyemangati, dan menutup garis finis bersama. Kehadiran komunitas membuat event ini bukan sekadar agenda lari, melainkan ruang berkumpul dan membangun kebiasaan hidup aktif.
Hengky Kurniawan sebagai celebrity ambassador menambah daya tarik tanpa menggeser fokus dari komunitas. Sebelumnya Run Like a Pro sudah digelar di Jakarta dengan Sandiaga Uno sebagai guest runner, lalu berlanjut ke Bandung dan Yogyakarta bersama Hengky Kurniawan sebelum tiba di Malang. Di Malang, seluruh peserta berhasil menyelesaikan rute 5 kilometer, lalu mengikuti permainan dan aktivitas berhadiah smartwatch. Melalui kolaborasi bersama Hengky dan komunitas pelari lokal, ADVAN ingin agar pesan gaya hidup aktif menjangkau lebih banyak orang, dimulai dari lingkaran komunitas yang sudah punya kultur bergerak.
Ketika Lifestyle, Teknologi, dan Kota Bertemu di Garis Finis
Run Like a Pro Malang memperlihatkan pola yang layak ditiru brand teknologi lain: jadikan kota sebagai lintasan, komunitas sebagai penggerak, dan wearable sebagai alat pelacak, bukan pusat perhatian. Rute yang membawa peserta melewati ikon kota seperti Idjen Boulevard, Kayutangan Heritage, dan Alun-Alun Tugu Malang membuat lari terasa lebih personal dan kontekstual bagi warga. Tidak heran jika antusiasme peserta terlihat sejak pemanasan hingga garis finis, dengan komentar seperti, "Event ini seru banget! Selain seru, kegiatan ini juga membuat kita semakin termotivasi untuk hidup lebih sehat."
Kampanye ini menolak pola olahraga musiman; lewat “10K Steps for 800 Months”, ADVAN mengajak masyarakat menjadikan aktivitas fisik sebagai rutinitas, bukan sekadar olahraga sesekali. Event lari komunitas seperti Run Like a Pro Malang menjadi bukti bahwa langkah kecil—5 kilometer, 10.000 langkah per hari—bisa ditumbuhkan menjadi budaya gerak yang berkelanjutan ketika brand berani menempatkan komunitas di pusat cerita. Kesimpulannya jelas: jika ingin teknologi dipakai, buat dulu gerakannya; jika ingin gaya hidup aktif bertahan, bangunlah komunitasnya.






