Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Program U-Collect: Ubah Minyak Jelantah Dapur Jadi Biofuel dan Hadiah

Program U-Collect: Ubah Minyak Jelantah Dapur Jadi Biofuel dan Hadiah
Minat|Memasak

Dari Minyak Jelantah Dapur ke Biofuel: Inti Gerakan U-Collect

Program U-Collect adalah inisiatif pengumpulan minyak jelantah dapur yang digagas oleh sebuah hotel di Surabaya untuk mengubah limbah minyak goreng rumah tangga menjadi biofuel, mengurangi pembuangan sembarangan, sekaligus memberi imbalan ekonomi bagi warga yang menyetorkan minyak bekas secara teratur. Di balik program pengumpulan jelantah ini ada gagasan yang jauh lebih besar: membuktikan bahwa transisi energi terbarukan bisa dimulai dari kebiasaan paling sederhana di dapur, bukan hanya dari proyek skala raksasa. U-Collect memaksa kita meninjau ulang cara memandang limbah; minyak yang biasanya dibuang ke saluran air atau tong sampah, tiba-tiba punya peran baru sebagai bagian dari bahan bakar pesawat dan beragam produk turunan. Alih-alih kampanye hijau yang berhenti di slogan, ini adalah contoh nyata bagaimana satu titik pengumpulan daur ulang minyak goreng bisa memicu perubahan perilaku masyarakat.

Peluncuran U-Collect: ESG yang Turun ke Dapur Warga

Peluncuran U-Collect di One Deck ARTOTEL Grand Prima Surabaya pada September 2026 menandai komitmen serius terhadap keberlanjutan lingkungan, bukan sekadar acara seremonial. Program pengumpulan minyak jelantah ini diposisikan sebagai bagian dari kampanye Environmental, Social, and Governance (ESG) melalui pilar ARTOTEL Earth yang berfokus pada penggunaan sumber daya secara bijak. Artinya, isu lingkungan diterjemahkan langsung ke level rumah tangga: apa yang terjadi di wajan, panci, dan penggorengan kini terhubung dengan agenda energi bersih. Kehadiran komunitas, influencer, kelompok PKK, dan warga sekitar dalam peluncuran menunjukkan bahwa U-Collect sengaja dirancang sebagai gerakan sosial, bukan proyek tertutup milik satu korporasi. “Mengumpulkan minyak jelantah dari rumah dan membawanya ke U-Collect Box sudah menjadi langkah kecil yang bisa memberikan dampak ketika dilakukan bersama-sama,” ujar General Manager Teddy Patrick. Pernyataan ini menempatkan dapur sebagai titik awal perubahan, dan itu adalah pesan yang relevan untuk kota manapun yang bergulat dengan limbah minyak goreng.

Dari Limbah ke Energi: Biofuel, Pesawat Terbang, dan Ekonomi Sirkular

Hal paling menarik dari U-Collect adalah rantai nilai yang tercipta: minyak jelantah dapur disalurkan ke U-Collect Box, lalu diolah menjadi biofuel dari limbah yang dapat menjadi bahan bakar pesawat terbang. Di sini, konsep “From Waste to Energy” berhenti menjadi jargon dan berubah menjadi proses nyata. Account Manager U-Collect, Tharesa, menjelaskan bahwa minyak bekas bisa ditransformasi menjadi balsem, sabun cuci, hingga bahan bakar pesawat. Ini jelas bentuk ekonomi sirkular: satu jenis limbah rumah tangga tidak hanya dihindarkan dari mencemari lingkungan, tetapi dikembalikan ke sistem sebagai energi dan produk baru. Secara praktis, U-Collect menunjukkan bahwa daur ulang minyak goreng bukan hanya soal mengurangi polusi; ini juga soal membuka jalur produksi energi terbarukan berbasis aktivitas sehari-hari. Dengan menjadikan biofuel sebagai hasil akhir, program ini menghubungkan piring makan warga dengan mesin pesawat komersial, sebuah simbol kuat bahwa transisi energi tidak lagi abstrak.

Insentif Nyata: Harga Liter Jelantah dan Tantangan Berhadiah

Berbeda dari banyak kampanye lingkungan yang hanya mengandalkan imbauan moral, U-Collect mengikat partisipasi warga dengan insentif nyata. Setiap liter minyak jelantah yang disetor melalui U-Collect Box dihargai Rp4.000, dengan batas minimal penyetoran satu liter. Skema ini mengubah kebiasaan buang minyak bekas menjadi potensi pendapatan tambahan, sekaligus mendorong warga menabung limbah dapur mereka. Selain itu, tantangan “Bring More, Win More!” menawarkan hadiah voucher menginap bagi individu atau kelompok yang mengumpulkan minyak jelantah terbanyak. Kombinasi harga per liter dan hadiah membuat program pengumpulan jelantah ini terasa lebih dekat dengan keseharian, mirip dengan gerakan bank sampah namun berfokus pada minyak goreng bekas. Pendekatan ini patut diapresiasi: jika ingin perubahan perilaku masif, imbalan yang jelas sering kali lebih efektif daripada sekadar pesan moral. U-Collect memanfaatkan logika ini tanpa kehilangan tujuan ekologisnya.

Menjadikan Pengelolaan Jelantah Kebiasaan Sehari-hari

Masa depan U-Collect bergantung pada satu hal: apakah pengelolaan minyak jelantah dapur bisa menjadi kebiasaan rutin, bukan aktivitas sesekali saat ada acara peluncuran. U-Collect Box di area hotel diharapkan menjadi titik pengumpulan yang terus diakses warga, sehingga partisipasi menjaga lingkungan berjalan lewat aktivitas sehari-hari. Fokus pada kelompok PKK dan warga sekitar menunjukkan kesadaran bahwa kebiasaan mengelola limbah minyak goreng memang lahir di rumah. Masyarakat kini tidak perlu lagi bingung membuang minyak bekas pakai, karena ada fasilitas pengumpulan yang jelas, mekanisme penyerahan lewat pemindaian kode unik, dan nilai ekonomi per liter yang transparan. Jika kebiasaan ini mengakar, U-Collect bisa menjadi model bagaimana kota-kota lain membangun jejaring energi terbarukan berbasis rumah tangga. Kesimpulannya, program pengumpulan jelantah ini layak didukung bukan hanya karena “hijau”, tetapi karena menghubungkan kepedulian lingkungan dengan manfaat langsung yang terasa di kantong dan di udara yang kita hirup.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!