Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Dari Koreografi ke Panggung: Babak Baru We Dem Boyz

Dari Koreografi ke Panggung: Babak Baru We Dem Boyz
Minat|Penyanyi/Band Pop

Dari perancang gerak menjadi pusat perhatian

Peralihan dari koreografer ke musisi adalah langkah ketika para kreator yang terbiasa membentuk penampilan artis lain mulai tampil sebagai pengisi panggung dengan karya dan identitas musik mereka sendiri. We Dem Boyz menandai babak baru itu dengan rencana debut musik melalui single “Cinema”. Agensi mereka mengumumkan pada 22 Oktober bahwa lagu tersebut dijadwalkan rilis pada 9 November. Perhatian terhadap langkah ini bukan semata karena kru tersebut sudah dikenal di dunia tari; mereka juga punya pengalaman bekerja dekat dengan produksi musik populer. Dipimpin Vata, We Dem Boyz selama ini lebih sering berada di balik penampilan artis besar. Kini, mereka beralih dari menerjemahkan lagu orang lain menjadi gerakan menuju kemungkinan menyusun musik yang menjadi panggung bagi koreografi mereka sendiri. Inilah alasan debut grup K-pop ini menarik: perubahan perannya terasa nyata, bukan sekadar pergantian label.

Dari Koreografi ke Panggung: Babak Baru We Dem Boyz

Pengalaman di balik hit menjadi modal

We Dem Boyz bukan pendatang baru dalam ekosistem musik. Kru ini pernah menggarap koreografi “Chuck” milik CL pada 2022 dan “Why” milik Jay Park pada 2023. Mereka juga berada di balik gerakan “Power” milik G-Dragon pada 2024 serta “like Jennie” milik Jennie BLACKPINK pada 2025. Rekam jejak itu membuat rencana We Dem Boyz Cinema punya landasan yang lebih kuat daripada rasa penasaran sesaat. Pengalaman merancang gerak untuk lagu-lagu tersebut memberi mereka kedekatan dengan cara musik tampil di panggung dan diterima penonton. Sebelum pengumuman ini, mereka juga menjadi runner-up kompetisi tari Mnet Street Man Fighter pada 2022 dan meraih penghargaan koreografi K-Pop terbaik di Choreo Awards 2025. Perjalanan koreografi menjadi musisi, dengan demikian, berangkat dari keahlian yang sudah teruji, bukan dari titik nol.

Tantangan berikutnya adalah membangun suara sendiri

Keberhasilan We Dem Boyz di balik layar belum otomatis menjamin keberhasilan sebagai musisi. Koreografi yang kuat dapat membuat lagu lebih mudah diingat, tetapi sebuah debut juga perlu menawarkan identitas musik yang sanggup berdiri tanpa bergantung pada gerakan viral. Justru di sini keputusan mereka menarik: selama ini mereka mengolah musik yang dibuat pihak lain; lewat proyek baru, mereka akan membuat musik sendiri untuk mengiringi koreografi khas mereka. Agensi menyebut sejumlah artis dari luar kru akan ikut berpartisipasi, tetapi identitas mereka masih dirahasiakan dan akan diumumkan kemudian. Detail itu menambah rasa ingin tahu, bukan alasan untuk menyimpulkan hasilnya sebelum lagu hadir. “Cinema” patut dinilai sebagai ujian kreatif: mampukah para koreografer mengubah pemahaman mereka tentang panggung menjadi karya musik yang punya daya tarik mandiri? Jika jawabannya ya, debut ini dapat membuka jalur baru bagi profesional kreatif K-pop.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!