Turnamen Padel Internal Senior Makassar: Bukan Sekadar Main Bareng
Turnamen padel internal senior adalah ajang kompetisi terstruktur di kalangan pemain berpengalaman yang digelar dalam format pasangan, memakai sistem pertandingan penuh antar semua peserta, dan dirancang bukan hanya untuk menentukan juara, tetapi juga memperkuat komunitas, menguji konsistensi permainan, serta mengangkat profil olahraga padel di tingkat lokal melalui keterlibatan tokoh masyarakat dan hadiah bernilai tinggi bagi para pemenang. Turnamen padel Makassar edisi kedua yang digelar Senior Padel Makassar pada 10–11 Oktober 2026 di Lapangan Padel REBOUND menegaskan satu hal: olahraga padel Indonesia sedang naik kelas. Format padel internal senior ini jauh dari kesan kumpul-kumpul santai. Dengan 11 pasangan dan sistem putaran penuh, setiap peserta wajib siap mental dan fisik untuk menjalani 10 laga dalam dua hari. Di tengah jadwal padat dan atmosfer kompetitif, kebersamaan tetap menjadi ruh acara, tetapi kualitas permainan dan profesionalisme mulai menjadi standar baru yang tak bisa diabaikan.
Huduri–Boy Sermani: Dominasi, Konsistensi, dan Hadiah Puluhan Juta
Pasangan Tilly Huduri dan Boy Sermani layak disebut simbol era baru padel internal senior di Makassar. Mereka mengakhiri turnamen dengan catatan 9 kemenangan dan hanya 1 kekalahan, cukup untuk mengunci posisi juara pertama di atas 11 pasangan yang bertarung sepanjang dua hari. Hadiah padel jutaan yang bernilai puluhan juta rupiah dan disponsori penuh oleh Sermani Steel menjadi penegasan bahwa kompetisi ini sudah melampaui level sekadar hobi. Keberhasilan Huduri–Boy bukan kebetulan, melainkan buah konsistensi di format yang kejam: semua pasangan saling berhadapan, sehingga tidak ada jalan pintas menuju podium. Di sistem seperti ini, satu laga buruk bisa menghapus peluang juara. Fakta bahwa mereka tetap berada di puncak menunjukkan kesiapan teknis dan mental yang sepadan dengan standar turnamen profesional. Jika komunitas padel Makassar ingin melahirkan lebih banyak talenta, pasangan ini adalah contoh konkret bagaimana latihan, disiplin, dan dukungan sponsor bisa bertemu dalam satu paket kemenangan.
Naturalisasi dan Tokoh Senior: Padel Jadi Ruang Pertemuan Baru
Salah satu hal paling menarik dari turnamen padel Makassar kali ini adalah komposisi pesertanya. Di antara 11 pasangan, hadir dua pemain naturalisasi yang dikenal sebagai Mr. Akon dan Mr. VJ, menambah warna dalam kompetisi internal komunitas padel tersebut. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa olahraga padel Indonesia mulai menarik minat lintas latar belakang, termasuk pemain yang membawa pengalaman berbeda ke lapangan. Lebih jauh, Ketua Umum Senior Padel Makassar Hoist Bachtiar menegaskan bahwa turnamen ini mempertemukan sejumlah tokoh senior dari berbagai bidang, mulai pemerintahan hingga dunia usaha. Nama-nama seperti Danny Pomanto, mantan Wali Kota Makassar dua periode, dan Rudy Sjamsuddin, Presiden Direktur Sermani Steel, turun langsung sebagai pemain. Di Lapangan REBOUND, mereka tidak hadir sebagai pejabat atau pengusaha, melainkan sebagai rekan satu pasangan yang harus saling percaya selama 10 laga. Di sinilah padel berfungsi sebagai ruang pertemuan baru: egaliter, kompetitif, dan menghubungkan jejaring sosial melalui olahraga.
Pertandingan Ketat dan Format Penuh: Ujian Serius bagi Setiap Pasangan
Format putaran penuh yang digunakan Senior Padel Makassar adalah keputusan berani yang mengubah turnamen internal menjadi ujian serius. Setiap pasangan wajib menghadapi semua lawan, sehingga tidak ada grup mudah atau jalur aman. Pertandingan Danny Pomanto–Chandra melawan Harris Hody–Kasman menjadi contoh bagaimana tensi kompetisi meningkat; laga sengit itu berakhir dengan kemenangan Harris–Kasman dan disebut sebagai salah satu pertandingan paling seru karena jual beli pukulan yang terjadi. Pertemuan Rudy Sjamsuddin–Hoist Bachtiar melawan Hudly Huduri–IAG juga menunjukkan bahwa reputasi di luar lapangan tidak menjamin kemenangan; Rudy–Hoist harus bekerja keras sebelum akhirnya keluar sebagai pemenang. Di akhir rangkaian, pasangan dengan poin tertinggi naik ke podium: Huduri–Boy sebagai juara pertama, Harris Hody–Kasman di posisi kedua dengan catatan 9 menang dan 1 kalah, serta Jamal Sampulawa–Oye Panangian di peringkat ketiga dengan 8 menang dan 2 kalah. Format ini menuntut stamina, fokus, dan adaptasi taktik—tiga hal yang menjadi fondasi profesionalisasi olahraga padel.
Dari Komunitas ke Profesional: Masa Depan Olahraga Padel di Makassar
Di balik sorotan hadiah padel jutaan dan nama-nama besar, esensi turnamen ini tetap kembali ke komunitas. Hoist Bachtiar menekankan bahwa kegiatan ini adalah sarana mempererat kebersamaan antaranggota, bukan hanya ajang kompetisi. Namun, sulit menutup mata bahwa Senior Padel Makassar sedang bergerak ke arah profesionalisasi: format pertandingan rapi, sponsor korporasi hadir, pemain naturalisasi terlibat, dan standar permainan meningkat. Dengan berakhirnya turnamen padel internal senior edisi kedua, harapan yang muncul bukan sekadar mengulang acara serupa, tetapi memperkuat komunitas padel yang semakin berkembang di Kota Makassar. Jika tren ini dijaga, Makassar berpeluang menjadi salah satu pusat olahraga padel Indonesia, tempat talenta lokal seperti Huduri–Boy dan Harris–Kasman ditempa melalui kompetisi ketat. Kesimpulannya, turnamen ini adalah bukti bahwa ketika komunitas, tokoh senior, dan sponsor bertemu di satu lapangan, padel tidak lagi dipandang sebagai olahraga pinggiran, melainkan arena serius dengan masa depan cerah.






