Perpisahan yang menyisakan ruang untuk berharap
“Pertemuan Berikutnya” adalah single Sanjie tentang menghadapi perpisahan dan kehilangan sambil menyimpan harapan untuk bertemu kembali setelah hidup membawa setiap orang menuju kedewasaan. Sebagai single keenam dalam perjalanan solonya, lagu ini memilih kesederhanaan sebagai jalan untuk menyampaikan emosi, bukan sebagai alasan untuk mengecilkan maknanya. Pendekatan itu terasa tepat: lirik yang lugas memberi pendengar ruang untuk mengaitkan cerita lagu dengan pengalaman mereka sendiri. Alih-alih mengunci perpisahan sebagai akhir mutlak, lagu ini membayangkan kemungkinan bahwa dua orang yang pernah berarti dapat bertemu lagi dalam waktu dan keadaan berbeda. Harapan tersebut tidak menghapus rasa kehilangan; justru, ia membuat kehilangan terasa sebagai bagian dari perjalanan yang dapat membentuk seseorang.
Dari The Dramma menuju perjalanan solo
Single Sanjie terbaru ini juga menandai kelanjutan jalur solonya setelah ia dikenal sebagai vokalis The Dramma, band asal Jakarta yang terbentuk pada 2008. Setelah lama menjalani masa hiatus, The Dramma kembali berkumpul untuk reuni pada 2023. Namun, aktivitas bersama band bukan satu-satunya ruang bagi Sanjie untuk berkarya. Proyek solo memberinya tempat untuk menuangkan cerita dan pengalaman pribadi melalui tulisan yang sederhana. Dalam konteks itu, “Pertemuan Berikutnya” terasa seperti pernyataan tentang cara ia memandang perubahan: perjalanan hidup terus bergerak, dan seseorang dapat membawa kehilangan tanpa berhenti tumbuh. Lagu ini tidak menawarkan jawaban pasti atas perpisahan, tetapi mengarahkan perhatian pada proses menerimanya—sebuah pilihan yang membuat tema pendewasaan terasa lebih meyakinkan daripada janji manis semata.
Kolaborasi yang memperkuat sisi emosional
Dalam penggarapan lagu ini, Sanjie menggandeng Amri Weda sebagai rekan duet. Kehadiran Amri memberi warna vokal berbeda sekaligus memperkuat sisi emosional lagu. Kolaborasi Sanjie dan Amri Weda mendukung gagasan utama “Pertemuan Berikutnya”: perpisahan dapat dialami bersama, tetapi setiap orang menjalani proses pendewasaan dengan cara masing-masing. Aransemen yang sederhana dan lirik yang lugas menjaga fokus pada kisah, bukan pada kemegahan produksi. Pilihan ini memberi ruang bagi suara dan pesan lagu untuk saling melengkapi. Inti emosinya terangkum dalam baris, “Pertemuan yang berikutnya, tak akan lama, saat itu kita telah lebih dewasa.” Kalimat tersebut bukan kepastian bahwa pertemuan akan terjadi, melainkan harapan yang membuat perpisahan terasa mungkin dijalani.
Harapan tanpa meniadakan kehilangan
Kekuatan lagu ini terletak pada kemampuannya menahan dua perasaan yang kerap dianggap berlawanan: duka karena kehilangan dan keyakinan bahwa masa depan masih menyimpan kemungkinan. Sanjie tidak menggambarkan kedewasaan sebagai keadaan tanpa kesedihan, melainkan sebagai proses menerima perpisahan sambil terus menjalani hidup. Itulah sebabnya kesederhanaan “Pertemuan Berikutnya” terasa fungsional, bukan sekadar pilihan gaya. Pendengar dapat memasukkan kisah mereka sendiri ke dalam liriknya, entah tentang hubungan yang berubah, orang yang menjauh, atau fase hidup yang telah berlalu. Sebagai single keenamnya, lagu ini menegaskan ruang yang telah dibangun Sanjie sebagai solois di luar identitasnya bersama The Dramma. Kesimpulannya, “Pertemuan Berikutnya” menawarkan penghiburan yang dewasa: kehilangan tetap nyata, tetapi harapan dan pertumbuhan dapat berjalan bersamanya.






