Jalur kembali aktif, pemulihan belum tuntas
Tower darurat adalah struktur sementara yang dipasang untuk memulihkan penyaluran listrik ketika tower transmisi permanen rusak, sehingga jaringan dapat kembali beroperasi sebelum perbaikan menyeluruh selesai. Di Berau, PLN mengaktifkan SUTT 150 kV Talisayan–Maloy melalui tower darurat Emergency Restoration System (ERS) pada Minggu, 1 November 2026, pukul 01.13 WITA. Ini kabar penting, tetapi belum boleh disamakan dengan pulihnya seluruh infrastruktur: jalur kembali berfungsi, sementara tiga menara yang terdampak masih menunggu perbaikan permanen. Gangguan bermula pada 25 Oktober setelah pohon tumbang di Desa Dumaring, Kecamatan Talisayan, merusak tower T.115, T.116, dan T.117. Karena itu, keberhasilan operasi sementara adalah langkah pemulihan, bukan garis akhir.
Penggunaan tower darurat PLN memberi ruang bagi penyaluran listrik untuk berjalan lagi sembari pekerjaan permanen dilanjutkan. Bagi warga, layanan listrik menopang kebutuhan rumah tangga, pendidikan, pelayanan publik, serta kegiatan usaha. Namun, jalur saat ini beroperasi dalam konfigurasi tunggal, sehingga pemulihan fungsi transmisi tidak berarti semua pekerjaan penguatan telah selesai.

Lebih dari 100 personel di medan sulit
Kecepatan pemulihan ditopang pengerahan lebih dari 100 personel gabungan dari berbagai unit PLN dan mitra kerja. Mereka menangani pengamanan dan pembersihan lokasi, memobilisasi material serta peralatan, lalu merakit dan mendirikan konstruksi ERS. Pekerjaan berlangsung hingga malam di tengah medan yang menantang, keadaan yang membuat capaian operasi kembali pada dini hari 1 November lebih berarti daripada sekadar pemasangan struktur darurat.
Skala pengerahan menunjukkan betapa pentingnya jalur ini bagi pemulihan listrik Berau. Namun, jumlah personel dan keberhasilan mengaktifkan ERS bukan alasan untuk mengendurkan perhatian pada keselamatan maupun kualitas pekerjaan. Dalam proyek perbaikan tower transmisi, penyelesaian yang terburu-buru tanpa memastikan kondisi jaringan dapat mengubah solusi sementara menjadi sumber risiko baru. Prioritas berikutnya harus tetap berupa penggantian dan perbaikan permanen yang aman.

Tiga tower masih menanti perbaikan permanen
Pekerjaan belum selesai setelah arus kembali tersalurkan. PLN masih menangani tower T.115, T.116, dan T.117 agar SUTT Talisayan–Maloy dapat kembali beroperasi normal. Tahap berikutnya adalah menuntaskan perbaikan permanen secara bertahap, sambil mempertahankan fungsi jalur darurat dan melanjutkan langkah penguatan pasokan di Berau. Sumber yang tersedia tidak menetapkan tanggal penyelesaian, sehingga kepastian waktu tidak patut ditebak.
Ukuran keberhasilan yang seharusnya diperhatikan warga bukan hanya kapan jaringan menyala lagi, melainkan kapan struktur permanen pulih dan keandalan pasokan dapat ditingkatkan. PLN menyebut pekerjaan lanjutan terus berlangsung; publik layak memperoleh pembaruan yang jelas mengenai kemajuan dan tahapan berikutnya. Tower darurat telah mengembalikan konektivitas, tetapi pemulihan sesungguhnya baru lengkap ketika tiga tower rusak selesai diperbaiki dan jaringan kembali beroperasi normal.







