Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Drone LiDAR dan Thermal Mengubah Cara Memantau Jaringan Listrik

Drone LiDAR dan Thermal Mengubah Cara Memantau Jaringan Listrik
Minat|Solusi Pintar

Dari Inspeksi Manual ke Drone: Lompatan Besar Manajemen Aset Listrik

Drone berteknologi LiDAR dan thermal imaging untuk monitoring jaringan listrik adalah sistem pemantauan berbasis data yang memanfaatkan pesawat tanpa awak dengan sensor ketenagalistrikan guna mengumpulkan, mengintegrasikan, dan menganalisis informasi kondisi aset listrik secara akurat, cepat, dan hampir real-time untuk mendukung manajemen aset listrik yang lebih aman dan efisien. Kolaborasi PT Alita Praya Mitra dan PLN Electricity Services yang diresmikan melalui Strategic Partnership Signing Ceremony pada 27 Agustus 2026 bukan sekadar proyek teknologi lain di sektor ketenagalistrikan. Ini adalah pergeseran cara pikir: dari inspeksi manual yang memakan waktu, menuju drone lidar thermal imaging dan sensor visual yang bekerja sebagai mata dan telinga baru jaringan listrik. Jika sebelumnya pemantauan jaringan bergantung pada tim lapangan yang harus mendatangi titik-titik sulit, kini data presisi bisa diterbangkan ke dashboard dalam hitungan jam, bukan hari.

Bagaimana Drone LiDAR dan Thermal Mengubah Monitoring Jaringan Listrik

Solusi asset management berbasis surveillance yang diuji Alita dan PLN ES menggunakan drone dengan sensor LiDAR, sensor thermal, dan sensor visual sebagai instrumen utama pengumpulan data kondisi aset jaringan listrik di lapangan. LiDAR membaca bentuk lingkungan dan objek melalui pulsa laser, memberi peta detail tiang, kabel, dan vegetasi yang berpotensi mengganggu. Sensor thermal mengungkap titik panas abnormal pada konduktor atau peralatan, indikasi dini kerusakan sebelum meledak menjadi gangguan besar. Sensor visual melengkapi dengan citra fisik yang mudah diinterpretasi teknisi. Data dari berbagai sensor ketenagalistrikan ini tidak berhenti di memori drone; semuanya diintegrasikan dan diolah oleh perangkat lunak Alita, kemudian ditampilkan dalam Dashboard Operasional OASIS milik PLN ES sebagai gambaran kondisi aset yang akurat dan terkini bagi pengambil keputusan. Di sinilah monitoring jaringan listrik benar-benar naik kelas: keputusan lapangan dibuat berdasarkan bukti digital, bukan intuisi atau laporan setengah hari yang lalu.

Efisiensi Operasional dan Risiko Gangguan: Siapa yang Paling Diuntungkan?

Manfaat paling terasa dari drone lidar thermal imaging ada pada efisiensi dan pengurangan risiko. Alita secara terbuka menyebut bahwa penggunaan teknologi ini ditujukan untuk memperpendek waktu pengerjaan, mengurangi risiko pekerjaan, dan menyediakan data analitik bagi perencanaan pemeliharaan aset. Dengan drone menggantikan sebagian inspeksi manual, teknisi tidak perlu memanjat menara atau menjelajah medan berat untuk sekadar memeriksa satu komponen; risiko kecelakaan berkurang, sementara kualitas data justru meningkat. Informasi yang dikumpulkan menjadi bagian integral dari proses pemeriksaan dan pemantauan aset, sehingga pekerjaan lapangan dapat dilakukan berdasarkan data yang tersedia, bukan asumsi. Pada skala jaringan, artinya gangguan bisa dicegah sebelum terjadi. Pemeliharaan berubah dari “memperbaiki setelah rusak” menjadi “mengintervensi sebelum rusak”. Hasil akhirnya mungkin tidak langsung terlihat, tetapi jaringan yang lebih andal dan jarang padam selalu bermuara pada pengalaman pengguna listrik yang lebih baik.

Kolaborasi OT–ICT: Fondasi Ekosistem Manajemen Aset Berbasis Data

Yang menarik dari kemitraan Alita dan PLN ES adalah fondasi teknologinya: konvergensi Operational Technology seperti SCADA dengan kompetensi network engineering dan ICT yang menjadi kekuatan Alita. SCADA selama ini mengurusi pemantauan dan pengendalian sistem industri, sementara jaringan komunikasi data memastikan informasi bisa bergerak cepat dan aman. Menggabungkan keduanya untuk manajemen aset listrik berarti aset fisik—tiang, kabel, gardu—masuk ke ekosistem digital yang bisa dipantau dan dianalisis secara sistematis. President Director Alita, Joseph Lumban Gaol, menegaskan bahwa momentum kemitraan ini digunakan untuk menguji talenta dan teknologi dalam negeri agar mampu menjawab kebutuhan operasional sektor ketenagalistrikan. Ini bukan proyek satu kali, melainkan upaya membangun kemampuan lokal di bidang sensor ketenagalistrikan, integrasi sistem, dan layanan terkelola. Semakin banyak aset yang masuk ke sistem ini, semakin kaya data dan semakin matang praktik manajemen aset listrik berbasis pengukuran, bukan sekadar catatan.

Apa Langkah Berikutnya dan Mengapa Perlu Dijaga Konsistensinya

Saat ini, kolaborasi berada di fase proof of concept untuk Surveillance Asset Management, tetapi kedua pihak sudah menyatakan rencana mengeksplorasi area kolaborasi lain yang relevan setelah tahap validasi selesai. Ke depan, ruang pengembangan terbuka lebar: dari modernisasi infrastruktur jaringan dan konektivitas aset listrik, integrasi sistem pemantauan berbasis data, hingga layanan terkelola untuk mendukung keandalan operasional. Namun masa depan cerah ini bergantung pada satu hal krusial: kemampuan mengelola volume data sangat besar dengan ketersediaan dan keamanan yang terjaga, mengingat sistem menyangkut aset dan operasional sektor ketenagalistrikan. Jika konsistensi dijaga—mulai dari kualitas sensor, disiplin pengumpulan data, hingga kedisiplinan memakai informasi di level pengambil keputusan—ekosistem teknologi manajemen aset listrik yang tumbuh dari proyek ini bisa menjadi standar baru. Pada titik itu, drone lidar thermal imaging bukan lagi sekadar inovasi; ia berubah menjadi bagian normal dari cara kita merawat jaringan listrik setiap hari.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!