Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Mahasiswa Ubah Limbah Baterai EV dan Pendingin AC Jadi Smart Solutions Energi

Mahasiswa Ubah Limbah Baterai EV dan Pendingin AC Jadi Smart Solutions Energi
Minat|Solusi Pintar

Mahasiswa di Garis Depan Smart Solutions Energi

Inovasi energi terbarukan mahasiswa adalah rangkaian gagasan dan teknologi yang dikembangkan oleh kalangan kampus untuk mengubah persoalan lingkungan, seperti limbah baterai EV, pemborosan listrik AC, dan ketergantungan pada genset, menjadi solusi energi portabel dan sistem pendinginan hemat energi yang siap diterapkan di dunia nyata. Tema besar ini bukan sekadar cerita kompetisi, melainkan bukti bahwa generasi muda mulai mengisi celah yang lama diabaikan oleh industri dan pembuat kebijakan. Mereka tidak menunggu infrastruktur sempurna; mereka merakitnya sendiri dari limbah, data, dan perangkat IoT. Pandangan bahwa mahasiswa hanya jago teori runtuh ketika ide-ide tersebut diuji di ajang kompetisi inovasi berkelanjutan dan mendapat validasi teknis sekaligus bisnis.

SparkGo: Limbah Baterai EV Disulap Jadi Solusi Energi Portabel

Tim The Triple A dari ITB memenangkan Juara 1 Sustainable Business Innovation Competition lewat SparkGo, sebuah model bisnis penyewaan sumber energi portabel berbasis second-life baterai kendaraan listrik. Mereka membaca dua masalah sekaligus: limpahan limbah baterai EV seiring naiknya populasi kendaraan listrik dan kebutuhan listrik portabel yang masih mengandalkan genset diesel dengan emisi tinggi dan polusi suara. SparkGo memanfaatkan baterai dengan State of Health sekitar 70–80 persen sebagai sumber energi portabel, dilengkapi Smart Battery Management System dan IoT untuk pemantauan real-time. Salah satu pernyataan kunci timnya: mereka ingin memperpanjang siklus hidup baterai EV sehingga mengurangi limbah dan mendukung ekonomi sirkular. Di sini keberanian mereka jelas: masuk ke pasar genset yang bernilai besar, tetapi menawarkan alternatif yang lebih bersih dan lebih tenang.

Mahasiswa Ubah Limbah Baterai EV dan Pendingin AC Jadi Smart Solutions Energi

SEMAT-AC: Inovasi Pendingin AC Tanpa Ganti Perangkat

Sementara itu, mahasiswa Teknik Industri ITPLN memukul telak asumsi bahwa efisiensi gedung butuh penggantian massal AC. Lewat SEMAT-AC, mereka memenangkan Juara 1 Scientific Paper Competition APITU–AQUA HVACR Innovation Challenge dengan pendekatan retrofit non-invasif berbasis IoT. Sistem ini memakai kendali inframerah, sensor kehadiran, arsitektur modular, dan keamanan berlapis sehingga bisa dipasang pada beragam merek AC tanpa menyentuh unit utama. Ide ini lahir dari masalah yang sangat sehari-hari: AC dibiarkan menyala saat ruangan kosong, setpoint terlalu rendah, dan beban listrik yang tidak dikelola. Berdasarkan pemodelan, SEMAT-AC berpotensi menghemat energi sekitar 15 persen hanya dari optimasi setpoint, dan hingga 30 persen bila dikombinasikan dengan kendali berbasis kehadiran penghuni. Di gedung dengan 100 unit AC, sistem ini diproyeksikan menurunkan emisi sekitar 40 ton CO₂e per tahun dan mengurangi beban puncak sekitar 22,5 kilowatt.

Debat Energi dan Kompetisi Ide: Laboratorium Kebijakan Masa Depan

Inovasi teknis seperti SparkGo dan SEMAT-AC tidak berdiri sendiri; ekosistem kompetisi menjadi inkubator gagasan. Pertamina Goes to Campus membuka rangkaian dengan Top 16 Energy Debate Championship yang diikuti 116 tim mahasiswa dari berbagai kampus pada 18–20 Agustus. Sejak pendaftaran dibuka pada 21 Mei, 153 tim dari 129 perguruan tinggi di 29 provinsi mendaftar, dan disaring menjadi 116 tim di tahap debat daring. Ajang ini bukan sekadar lomba pidato; penyelenggara menegaskan bahwa kompetisi dirancang sebagai ruang untuk mengasah analisis, kemampuan bahasa Inggris, dan presentasi solusi atas isu energi strategis. Di jalur paralel, Energynovation Ideas Competition mengumpulkan 1.318 karya dari 496 kampus yang kini diseleksi menuju Top 10 pada awal September. Informasi tahapan lanjut dapat diikuti melalui situs resmi dan kanal digital penyelenggara. Kompetisi-kompetisi ini pada praktiknya menjadi laboratorium kebijakan energi masa depan.

Dari Gagasan ke Dampak: Saatnya Smart Solutions Mahasiswa Diarusutamakan

Benang merah dari SparkGo dan SEMAT-AC adalah keberanian menggabungkan teknologi cerdas, data, dan model bisnis untuk menjawab masalah energi yang sangat konkret. SparkGo menawarkan solusi energi portabel yang lebih hemat emisi sekaligus mengatasi potensi penumpukan limbah baterai EV, dengan rencana pilot project bersama mitra industri dan perluasan kerja sama dengan penyedia baterai kendaraan listrik. SEMAT-AC memperlihatkan bagaimana IoT, efisiensi energi, dan keamanan sistem bisa disatukan dalam satu inovasi dan meraih pengakuan nasional. Ke depan, tantangannya bukan lagi soal apakah mahasiswa mampu, tetapi apakah industri dan pembuat kebijakan bersedia mengadopsi dan mengarusutamakan karya-karya ini. Bila ekosistem kompetisi inovasi berkelanjutan terus diperkuat, generasi muda akan semakin siap mengisi ruang transisi energi dengan smart solutions yang terukur, bukan sekadar slogan hijau.

Mahasiswa Ubah Limbah Baterai EV dan Pendingin AC Jadi Smart Solutions Energi

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!