Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

ALLPack Rayakan 25 Tahun: Pameran Pengemasan Terbesar

ALLPack Rayakan 25 Tahun: Pameran Pengemasan Terbesar
Minat|Asia Tenggara

ALLPack Indonesia 2026: Definisi Baru Pameran Pengemasan Internasional

ALLPack Indonesia 2026 adalah pameran pengemasan internasional yang memasuki edisi ke-25, menghadirkan lebih dari 1.600 peserta dari 42 negara dan menargetkan puluhan ribu pengunjung bisnis, dengan fokus pada pengemasan, pengolahan, plastik, percetakan, daur ulang, otomasi industri, dan farmasi sebagai satu ekosistem teknologi dan transaksi lintas sektor. Yang membuat ALLPack tahun ini layak disebut titik balik adalah skala dan ambisinya. Digelar pada 20–23 Oktober 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran dan dibuka oleh Menteri Perindustrian M. Sarmuji, pameran ini jelas dirancang bukan sekadar sebagai etalase mesin dan kemasan, melainkan sebagai panggung strategi industri jangka panjang. Dengan 10 pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) ikut tampil di antara raksasa global, pesan yang terasa tegas: rantai nilai pengemasan harus inklusif, dari pelaku besar hingga IKM, jika ingin daya saing nasional benar-benar naik kelas.

Skala 1.600 Peserta: Mengapa Ekosistem Pengemasan Perlu Berpikir Lintas Sektor

Lebih dari 1.600 peserta dari 42 negara bukan hanya angka besar; itu adalah bukti bahwa pengemasan tidak bisa lagi dipandang sebagai fungsi akhir produksi, melainkan simpul strategis yang menyatukan pengolahan, plastik, percetakan, daur ulang, otomasi industri, dan farmasi dalam satu percakapan bisnis. Ketika pelaku industri, penyedia teknologi, distributor, dan pembeli berkumpul dalam satu ekosistem, keputusan investasi tidak lagi terpisah per lini, tetapi dilihat dari dampaknya terhadap efisiensi keseluruhan rantai pasok. Menurut CEO Krista Exhibitions, Daud D. Salim, “ALLPack Indonesia 2026 memiliki peran penting dalam mendorong kemajuan industri nasional melalui akses terhadap teknologi, inovasi dan peluang kerja sama global.” Pernyataan ini terasa realistis: di lantai pameran, mesin pengolahan pangan berdiri bersebelahan dengan solusi daur ulang plastik dan sistem otomasi, memaksa pelaku usaha berpikir integratif. Di sinilah pameran pengemasan internasional ini melampaui format tradisional—ia memaksa industri melihat keterkaitan, bukan sekadar komponen.

Rangkaian Pameran Pendukung: Dari Rantai Dingin hingga Agribisnis

Keputusan menghadirkan pameran pendukung seperti ALLPlas, ALLProcess, ALL Beverage Technology, IPEX, dan FoodTech Indonesia adalah langkah strategis untuk mengikat seluruh mata rantai produksi dalam satu lokasi fisik. Di satu hall, teknologi plastik dan percetakan; di hall lain, mesin pengolahan pangan dan solusi proses produksi. Hasilnya, diskusi bisnis tidak berhenti pada spesifikasi mesin, tetapi meluas ke desain sistem produksi yang lebih efisien dan berkelanjutan. Tambahan ALL Cold Chain, Indonesia Maritime & Logistics Expo, dan ALL Agri Expo memperluas cakrawala: rantai pendingin, logistik, maritim, dan agribisnis dibawa masuk ke percakapan pengemasan. Ini penting, karena kemasan pangan beku, distribusi produk segar antarpulau, dan pengolahan hasil pertanian bergantung pada integrasi teknologi rantai dingin dan logistik yang andal. Ketika semua sektor ini hadir berdampingan, pelaku usaha dapat merancang solusi dari hulu ke hilir, bukan tambal sulam per titik masalah.

Agenda Edukatif dan Business Matching: Mesin Kolaborasi Lintas Negara

ALLPack Indonesia 2026 menargetkan lebih dari 90.000 pengunjung bisnis dari lebih dari 30 negara, dan angka ini hanya masuk akal karena didukung lebih dari 65 agenda edukatif dan bisnis: seminar, konferensi, talk show, workshop, hingga program business matching. Di sinilah pameran ini beralih dari sekadar ruang pamer menjadi mesin kolaborasi lintas negara di Asia Tenggara. Business matching mempertemukan pelaku industri, pakar, asosiasi, pemerintah, pembeli potensial, dan mitra bisnis dari dalam dan luar negeri, menjadikan setiap sesi pertemuan sebagai peluang nyata transaksi dan kemitraan jangka panjang. Topik yang diangkat pun tidak dangkal: pengelolaan limbah, sertifikasi halal, keamanan kemasan pangan, peluang investasi industri pengemasan, teknologi manufaktur, ekonomi sirkular, hingga perkembangan industri plastik. Diskusi tentang pemindaian dan pencetakan 3D, serta distribusi produk segar melalui teknologi rantai pendingin, menunjukkan bahwa otomasi dan inovasi tidak lagi menjadi wacana masa depan, melainkan kebutuhan operasional hari ini.

Kesimpulan: ALLPack sebagai Kompas Strategi Industri Pengemasan

Melihat skala, kedalaman sektor, dan intensitas agenda, ALLPack Indonesia 2026 layak dipandang sebagai kompas strategi bagi industri pengemasan dan pengolahan, bukan sekadar kalender rutin pameran. Dengan dukungan Kementerian Perindustrian, Kementerian Pariwisata, serta Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, posisi ALLPack sebagai ruang temu kebijakan, teknologi, dan bisnis semakin menguat. Dampak paling penting dari edisi ke-25 ini adalah normalisasi cara berpikir lintas sektor: pengemasan dibicarakan bersama daur ulang, otomasi dibahas bersama logistik dan agribisnis, farmasi berdialog dengan teknologi rantai dingin. Dengan mempertemukan pelaku usaha, produsen, dan penyedia teknologi dari dalam maupun luar negeri, ALLPack Indonesia 2026 membuka peluang investasi, memperkuat rantai pasok, dan mendorong industri untuk bersaing di pasar global. Jika pelaku industri memanfaatkan momentum ini, pameran pengemasan internasional bukan lagi acara tahunan, melainkan titik konsolidasi strategi jangka panjang.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!