Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Sepang Pecahkan Rekor Penonton, Mandalika Tertinggal

Sepang Pecahkan Rekor Penonton, Mandalika Tertinggal
Minat|Perawatan Mobil Bensin

Rekor Sepang nyaris menembus 200 ribu

Rekor penonton MotoGP adalah jumlah kehadiran langsung tertinggi yang tercatat selama rangkaian akhir pekan Grand Prix, dan capaian Sepang kali ini menegaskan besarnya daya tarik balapan ketika dukungan penggemar terakumulasi selama tiga hari. MotoGP Malaysia pada 30 Oktober hingga 1 November mencatat 196.542 penonton di Sirkuit Sepang, rekor tertinggi sepanjang sejarah penyelenggaraannya. Angka itu menjadi kabar utama, bukan sekadar statistik: Sepang nyaris menyentuh target 200.000 orang, tetapi belum melampauinya. Karena itu, angka besar ini sekaligus menunjukkan keberhasilan dan pekerjaan yang masih tersisa bagi penyelenggara. Publikasi resmi MotoGP mengapresiasi kerumunan yang hadir, sementara pengelola sirkuit menyatakan akan kembali berupaya mencapai target tersebut pada penyelenggaraan berikutnya.

Sepang Pecahkan Rekor Penonton, Mandalika Tertinggal

Sepang unggul atas Mandalika dan tahun lalu

Perbandingan tiga hari memperlihatkan selisih yang jelas. MotoGP Mandalika pada 9–11 Oktober 2026 mencatat 157.875 penonton, sedangkan penonton MotoGP Sepang mencapai 196.542; dengan demikian, Sepang unggul 38.667 orang. Namun, angka tersebut sebaiknya dibaca sebagai pembanding kehadiran, bukan vonis bahwa satu seri lebih bermakna daripada yang lain. Sepang juga melampaui total 190.977 penonton pada 2025. Sumber mencatat kenaikan 5.565 orang dalam setahun, yang menunjukkan pertumbuhan, meski target 200.000 masih belum terpenuhi. Selisih dengan Mandalika memang menjadi sorotan, tetapi kekuatan rekor Sepang terutama terletak pada kemampuannya memecahkan catatan sendiri. Itu ukuran yang lebih adil untuk menilai kemajuan satu penyelenggaraan dari tahun ke tahun.

Sejarah panjang dan capaian Veda

Konteks sejarah membantu menjelaskan mengapa perbandingan angka ini tidak berdiri sendiri. Malaysia menjadi tuan rumah MotoGP sejak 1991, sedangkan Indonesia kembali menggelar balapan setelah absen 25 tahun, dengan Mandalika menjadi tuan rumah sejak 2022. Keunggulan Sepang dalam jumlah penonton tahun ini tidak menghapus perbedaan panjang pengalaman tersebut; sebaliknya, angka Mandalika tetap penting sebagai ukuran antusiasme pada seri yang kembali hadir setelah jeda panjang. Ada pula alasan tersendiri bagi penggemar Indonesia untuk mengingat gelaran di Malaysia: Veda Ega Pratama meraih podium kedua Moto3. Ia finis di depan pembalap tuan rumah Hakim Danish, yang berada di posisi keempat. Sementara itu, balapan utama MotoGP Malaysia dimenangi Marc Marquez dari Ducati Lenovo. Hasil Veda memberi sorotan lintasan pada akhir pekan yang ramai di tribun.

Pada akhirnya, 196.542 penonton merupakan rekor penonton MotoGP yang kuat bagi Sepang: lebih tinggi daripada capaian tahun lalu dan 38.667 orang di atas jumlah Mandalika. Namun, belum tercapainya target 200.000 membuat rekor ini terasa seperti tonggak, bukan garis akhir. Sepang akan berusaha menembus sasaran itu pada penyelenggaraan berikutnya, sementara perbandingan dengan Mandalika paling berguna bila dilihat bersama sejarah masing-masing dan capaian di lintasan. Podium kedua Veda Ega Pratama menambah alasan bagi penonton Indonesia untuk melihat akhir pekan tersebut lebih luas daripada angka kehadiran saja.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!