Neo 11 Ultra: Flagship Bernilai dengan Fokus Daya Tahan
iQOO Neo 11 Ultra adalah ponsel flagship berfokus performa dan daya tahan yang menggabungkan baterai 9.000 mAh, chipset Dimensity 9500 modifikasi, charging 100W, layar OLED 2K, serta RAM hingga 16GB, sehingga menyasar pengguna yang menginginkan kecepatan gaming tinggi tanpa mengorbankan ketahanan baterai harian.
Inti ceritanya sederhana: iQOO mencoba kembali relevan di segmen ponsel flagship dengan menawarkan satu hal yang kebanyakan kompetitor enggan lakukan, yaitu kapasitas baterai gila-gilaan di kelas atas. Setelah beredar dalam berbagai bocoran selama beberapa bulan terakhir, iQOO akhirnya mengonfirmasi kehadiran smartphone terbarunya dan menjadwalkan peluncuran Neo 11 Ultra pada 10 Agustus di pasar Tiongkok. Menariknya, perangkat yang semula diperkirakan bernama Neo 11S justru diangkat statusnya menjadi Neo 11 Ultra, sinyal jelas bahwa ini bukan sekadar refresh kecil, tetapi langkah strategis untuk menempatkan lini Neo di jalur value flagship yang agresif.
Kombinasi baterai besar, chipset kelas atas, dan layar 2K membuat Neo 11 Ultra sejak awal tampak seperti paket lengkap untuk gamer dan power user yang ingin performa tinggi namun bosan dengan ponsel flagship yang boros daya. iQOO tampaknya ingin mengisi celah antara ponsel gaming murni dan flagship arus utama, dengan menawarkan spesifikasi yang berani namun masih diharapkan hadir dengan harga kompetitif ketika resmi dirilis.

Dimensity 9500 Modifikasi: Gaming Kencang, Bukan Sekadar Angka
Di dapur pacu, iQOO Neo 11 Ultra mengandalkan platform Dimensity 9500 yang dimodifikasi, dan di sinilah strategi value flagship-nya terasa. Perangkat dengan nomor model V2573A yang muncul di Geekbench 6 menampilkan konfigurasi CPU yang sangat mirip dengan Dimensity 9500: satu core performa utama hingga 4,21 GHz, tiga core performa di 3,50 GHz, serta empat core efisiensi di 2,70 GHz. Artinya, secara CPU, Neo 11 Ultra tetap berada di liga teratas untuk penggunaan berat, dari gaming sampai multitasking ekstrem.
Perbedaan krusial ada di GPU. Dimensity 9500 versi standar memakai Mali-G1 Ultra MC12, sementara Neo 11 Ultra tercatat menggunakan Mali-G1 Ultra MC11, GPU dengan satu core lebih sedikit. Di atas kertas, ini berarti performa grafis sedikit di bawah versi penuh. Namun laporan yang sama menegaskan bahwa selisih performanya belum tentu terasa dalam penggunaan sehari-hari dan masih perlu dibuktikan melalui pengujian langsung. iQOO jelas bermain cerdas: memotong sedikit di sisi GPU untuk menekan biaya, sambil mempertahankan CPU bertenaga dan mengalihkan "tabungan" tersebut ke sektor lain seperti baterai dan layar.
Pengujian di Geekbench juga mengonfirmasi kombinasi chipset ini dengan RAM 16GB dan Android 16 berbalut OriginOS 6. Untuk gamer, konfigurasi ini cukup menjanjikan. CPU kencang memberi stabilitas frame rate, sementara GPU yang sedikit dipangkas masih sangat kompetitif di kelasnya, terutama jika iQOO mengoptimalkan tuning software untuk judul-judul populer. Dengan kata lain, Neo 11 Ultra tampak dirancang sebagai ponsel gaming praktis, bukan sekadar angka benchmark yang tinggi di atas kertas.
Baterai 9.000 mAh dan Charging 100W: Menantang Dogma Flagship
Daya tahan adalah kartu truf terbesar iQOO Neo 11 Ultra. Baterai jumbo 9.000 mAh yang dibawanya berpotensi menjadi kapasitas terbesar yang pernah digunakan pada lini Neo, sekaligus salah satu yang paling besar di ranah ponsel flagship saat ini. Smartphone ini dikabarkan membawa baterai sekitar 9.000 mAh yang didukung teknologi pengisian cepat 100W, kombinasi yang selama ini jarang muncul di perangkat kelas atas.
Menurut salah satu laporan, "jika benar, kapasitas tersebut tergolong sangat besar untuk smartphone flagship" dan iQOO tampaknya ingin memberikan daya tahan panjang tanpa terlalu mengorbankan kemampuan pengisian cepat. Sertifikasi 3C di Tiongkok mengindikasikan dukungan pengisian 100W, yang berarti pengguna bisa mendapatkan baterai besar sekaligus waktu pengisian yang tetap singkat. Di dunia nyata, kombinasi seperti ini bisa mengubah cara orang menggunakan ponsel: gaming lama tanpa power bank, streaming berjam-jam, dan tetap tenang ketika harus mengisi daya di sela-sela aktivitas.
Secara praktis, ini menjawab dua keluhan klasik pengguna flagship: baterai boros dan pengisian yang masih terasa lama. Jika informasi tersebut benar, kombinasi baterai berkapasitas besar dan pengisian daya cepat memang akan menjadi salah satu nilai jual utama perangkat ini. Neo 11 Ultra mengirim pesan jelas ke pasar: ponsel flagship tidak harus mengorbankan kapasitas baterai demi bodi super tipis, selama desain dan manajemen panas dikerjakan dengan cermat.
RAM 16GB, Layar 2K, dan Hasil Geekbench: Flagship Serius, Bukan Gimmick
Selain chipset dan baterai, iQOO Neo 11 Ultra memperkuat posisinya sebagai ponsel flagship dengan paket memori dan layar yang tidak kalah agresif. Daftar benchmark menunjukkan perangkat ini dipadukan dengan RAM 16GB dan menjalankan Android 16 dengan OriginOS 6. Opsi konfigurasi memori yang beredar mencakup 12GB + 256GB, 12GB + 512GB, 16GB + 256GB, hingga 16GB + 512GB, memberikan pilihan lebar bagi pengguna yang ingin menyeimbangkan kapasitas dan harga.
Di sisi tampilan, Neo 11 Ultra diperkirakan membawa layar OLED datar 6,83 inci dengan resolusi 2K dan sensor sidik jari ultrasonik dalam layar. Kombinasi ini menunjukkan bahwa iQOO tidak sekadar menjual baterai besar, tetapi juga pengalaman visual tajam dan sistem keamanan modern. Dengan menggunakan Dimensity 9500 versi modifikasi, iQOO Neo 11 Ultra diposisikan sebagai salah satu smartphone performa tinggi di kelasnya, dan Geekbench mengungkap bahwa konfigurasi CPU dan GPU-nya tetap kompetitif meski ada pengurangan satu core GPU.
Pengaruh praktisnya bagi pengguna cukup jelas. RAM 16GB menjanjikan multitasking dan gaming tanpa lag serius, sementara layar 2K akan menguntungkan menikmati konten dan game berkualitas tinggi. Meski belum ada skor lengkap yang dipublikasikan, kemunculan perangkat ini di Geekbench 6 mengindikasikan bahwa Neo 11 Ultra siap bertarung bukan hanya dengan baterai besar, tetapi juga performa CPU dan GPU yang mampu mengikuti ponsel flagship lain di segmennya.
Peluncuran 10 Agustus: Momentum Balik iQOO ke Segmen Flagship
Peluncuran iQOO Neo 11 Ultra pada 10 Agustus menjadi momentum penting untuk mengembalikan nama iQOO ke percakapan utama di pasar ponsel flagship. Sebelumnya, berbagai laporan hanya menyebut perangkat ini sebagai penyegaran minor dari seri Neo 11, namun iQOO memastikan nama resmi Neo 11 Ultra, sinyal bahwa mereka ingin naik satu tingkat. Dengan menggunakan Dimensity 9500 versi modifikasi, iQOO Neo 11 Ultra diposisikan sebagai salah satu smartphone performa tinggi di kelasnya, terutama berkat kombinasi CPU kencang, RAM besar, dan baterai masif.
Yang menarik, iQOO masih menutup rapat rincian harga dan ketersediaan global. Kepastian mengenai chipset yang digunakan, kapasitas baterai, harga, serta fitur-fitur lainnya baru akan terungkap saat iQOO Neo 11 Ultra resmi diperkenalkan pada 10 Agustus. Dengan peluncuran yang dijadwalkan, tidak perlu menunggu terlalu lama untuk mengetahui spesifikasi final, harga, serta performa sebenarnya dari ponsel ini, sementara ketersediaannya di pasar lain juga masih menunggu pengumuman resmi iQOO.
Kesimpulannya, Neo 11 Ultra adalah eksperimen menarik di ranah value flagship: sedikit kompromi pada GPU, tetapi kompensasi besar





