Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Ted Lasso Season 4 Mengabadikan Anthony Head Lewat Perpisahan Mae

Ted Lasso Season 4 Mengabadikan Anthony Head Lewat Perpisahan Mae
Minat|Drama Amerika

Episode yang Mengubah Segalanya: Duka Mae dan Salam untuk Anthony Head

Ted Lasso Season 4 Episode 9, “Mae Rides the Bus”, adalah sebuah episode Apple TV komedi Emmy yang menggabungkan kematian karakter Mae Green dan kartu penghormatan “In memory of Anthony Head” menjadi momen duka kolektif yang mengikat penonton, pemain, dan kru dalam satu pengalaman emosional, sekaligus menegaskan cara serial ini mengolah kehilangan sebagai bagian organik dari cerita.

Keputusan kreatif ini penting karena Ted Lasso Season 4 tidak memilih jalan mudah berupa montage nostalgia, tetapi menulis kepergian seorang karakter yang dicintai untuk menggema dengan kehilangan nyata di balik layar. Di dalam cerita, Mae Green karakter yang diperankan Annette Badland meninggal saat mendukung Lady Greyhounds dalam laga tandang melawan Bristol City. Di luar cerita, tepat sebelum kredit akhir, lagu “Oh Love” dari Kingfishr mengalun dan tulisan penghormatan kepada Anthony Head muncul di layar. Kombinasi ini menjadikan Episode 9 bukan sekadar titik balik plot, melainkan pernyataan sikap tentang bagaimana sebuah serial komedi menghormati orang-orang yang membangunnya.

Kematian Mae Green: Perpisahan yang Tidak Manis, tapi Tepat

Mae Green, pemilik pub Crown & Anchor sekaligus jantung moral AFC Richmond, meninggal di tribun pendukung saat ia memilih duduk bersama para fans yang merogoh kocek sendiri, alih-alih di kotak VIP bersama Rebecca dan pengurus klub. Secara tematik, itu konsisten dengan Mae: ia ingin berada di tengah orang-orang yang benar-benar mencintai sepak bola, bukan di ruang yang terasa terkekang. Kematian itu tidak terjadi di rumah sakit atau di balik layar; ia berpulang sambil melakukan apa yang ia cintai dan di tengah komunitas yang ia rawat sejak awal serial.

Sebelum pertandingan, Mae sempat mengeluh bahwa perjalanan dua setengah jam akan berat bagi seseorang dengan “level bumbu” seperti dirinya, lalu diundang Ted dan Coach Beard naik bus tim bersama para pemain. Di titik ini penulis naskah memberi kita perayaan kecil yang tenang: seorang perempuan lanjut usia, yang sering dianggap tak terlihat, melangkah ke ruang yang biasanya diisi atlet muda dan pelatih, lalu memberi pidato ruang ganti yang menjadi warisan simbolisnya. Annette Badland menyebut adegan itu sebagai momen penting yang ingin ia tinggalkan, dan menilai kepergian Mae sebagai cara terbaik bagi karakternya untuk berpamitan.

Anthony Head: Dari Rupert Manion ke Memori Kolektif Richmond

Penghormatan kepada Anthony Head terasa unik karena Ted Lasso memilih untuk tidak menghadirkan Rupert Manion di layar, meski sang aktor memerankan mantan suami Rebecca dan mantan pemilik AFC Richmond dalam 18 episode sepanjang tiga musim pertama. Secara produksi, Ted Lasso Season 4 sudah difilmkan sebelum Head meninggal pada usia 72 tahun karena komplikasi pneumonia, sebagaimana dilaporkan pada Juni 2026. Alih-alih memaksa kemunculan ulang, serial ini membiarkan Rupert hadir sebagai bayang-bayang melalui pembicaraan saham, pengacara, dan kemarahan Rebecca yang dipicu Higgins setelah “mengikuti amarah” atas saham misterius Richmond.

Di sinilah kartu “In memory of Anthony Head” menjadi penutup emosional yang elegan, bukan gimmick. Anthony Head dikenal luas bukan hanya sebagai Rupert Giles di Buffy, tetapi juga lewat deretan lebih dari 140 kredit film dan televisi, termasuk iklan Nescafé Gold Blend pada era 80an dan 90an. Para rekan mainnya menyebut Head sebagai aktor brilian yang memerankan “orang terburuk di dunia” sambil tetap menjadi “orang terbaik” dalam kehidupan nyata. Mengakhiri episode perpisahan Mae dengan penghormatan kepada Head seolah menyatukan dua sosok penjaga ruang komunitas Richmond: pemilik pub fiksi dan mantan pemilik klub yang pengaruhnya masih terasa.

Suara Annette Badland dan Warisan Mae untuk Masa Depan Richmond

Annette Badland mengaku baru mengetahui nasib Mae Green sekitar satu episode sebelum adegan kematian difilmkan, dan ia sendiri terkejut, namun pada akhirnya merasa bangga pernah menjadi bagian dari serial yang diprakarsai Jason Sudeikis. Kutipan lugasnya—“I don't know when I'll die. You just don't know. So, being told that it was going to happen quite close to it being filmed, you just have to go”—mencerminkan filosofi Ted Lasso Season 4 tentang menerima ketidakpastian hidup sambil tetap maju.

Badland menegaskan bahwa Mae adalah sosok yang tidak mau menyerah, terutama sebagai perempuan lanjut usia yang sering dianggap tembus pandang di ruang publik. Setelah fokus serial bergeser ke Lady Greyhounds, ia memuji energi para pemain muda dan menyebut pengalaman itu sebagai sesuatu yang menghidupkan suasana syuting. Yang menarik, Mae tidak sekadar meninggalkan kenangan emosional; ia juga menyimpan tumpukan saham besar di Richmond dan memberi instruksi khusus tentang bagaimana saham tersebut harus digunakan, membuka peluang bahwa warisan Mae akan tetap berpengaruh di episode finale nanti. Episode baru Ted Lasso Season 4 sendiri masih tayang setiap Rabu, memberi ruang bagi penonton untuk melihat bagaimana klub mengartikan amanat terakhir penjaga pub mereka.

Mengapa Perpisahan Ini Layak Disebut Standar Emas Penghormatan

Keberanian Ted Lasso Season 4 adalah menolak memisahkan duka fiksi dan duka nyata. Dengan mengikat kematian Mae Green dan penghormatan kepada Anthony Head dalam satu episode, serial ini menunjukkan bahwa komedi tidak harus menghindari kematian; ia bisa menghadapinya dengan kelembutan, humor, dan komunitas. Mae berpulang di tengah lagu, tawa, dan sorak-sorai; Anthony Head dihormati di tengah keheningan kredit penutup. Keduanya menegaskan bahwa orang yang pergi tidak menghilang dari cerita, mereka berubah menjadi memori yang membentuk pilihan karakter-karakter yang tertinggal.

Di tengah banjir serial yang sering mereduksi kematian menjadi twist, Ted Lasso memilih sesuatu yang lebih sederhana dan lebih jujur: mengizinkan kita berkabung sambil tetap tertawa, lalu mengajak kita kembali ke lapangan pada minggu berikutnya. Itulah cara paling pantas untuk menghormati seorang aktor yang dicintai dan seorang pemilik pub fiksi yang mengajari kita bahwa piala terpenting bukanlah trofi di lemari, tetapi cara kita merawat satu sama lain ketika peluit panjang berbunyi.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!