Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Insiden BYD Atto 1: Microsleep dan Keselamatan Berkendara

Insiden BYD Atto 1: Microsleep dan Keselamatan Berkendara
Minat|Tips Kendaraan Energi Baru (Perawatan)

Microsleep: beberapa detik yang bisa berakibat fatal

Microsleep saat berkendara adalah kondisi ketika seseorang tertidur tanpa sadar selama beberapa detik, bahkan saat masih mengendalikan kendaraan, sehingga kewaspadaan dan kemampuan merespons bahaya dapat lenyap mendadak. Insiden kecelakaan BYD Atto 1 di Jalan Panglima Polim, Jakarta Selatan, menjadi peringatan bahwa lelah bukan keadaan yang aman untuk diterobos. Pada Jumat sore, 23 Oktober 2026, mobil yang dikemudikan S, 46 tahun, menabrak beberapa kendaraan dan melindas seorang pengemudi ojek daring. Korban, HS, 56 tahun, mengalami patah tulang kaki kiri dan luka lecet. Polisi menyebut S tertidur saat mengemudi; menurut pengakuannya, ia juga panik dan mengantuk, lalu kakinya lemas hingga menginjak pedal gas. Peristiwa ini bukan alasan untuk menyalahkan satu jenis kendaraan, melainkan pengingat bahwa pengemudi yang kelelahan dapat kehilangan kendali dalam sekejap.

Insiden BYD Atto 1: Microsleep dan Keselamatan Berkendara

Kenali tanda kantuk sebelum terlambat

Jangan menunggu sampai mata benar-benar terpejam untuk mengakui bahwa tubuh perlu berhenti. Tanda mengantuk mengemudi dapat berupa kelopak mata terasa berat, sering berkedip, dan fokus yang mulai memudar. Microsleep dapat muncul tanpa peringatan yang jelas; karena itu, mengandalkan tekad atau membuka jendela bukan pengganti istirahat. Kasus ini juga memperlihatkan risiko memaksakan perjalanan saat mengejar pekerjaan atau target harian. Polisi menyatakan S tertidur karena sangat lelah dan tidak pulang ke rumahnya di Bogor. Ia dinyatakan negatif alkohol dan narkotika berdasarkan dua pemeriksaan urine, sehingga keterangan polisi mengarah pada kantuk sebagai penyebabnya. Sikap paling aman adalah menganggap tanda sekecil apa pun sebagai sinyal untuk mengakhiri perjalanan sementara, bukan sebagai gangguan yang bisa dikalahkan dengan terus menyetir.

  • Kelopak mata berat atau sering berkedip.
  • Fokus menurun dan perhatian sulit dipertahankan.
  • Begitu tanda muncul, jangan memaksakan diri melanjutkan perjalanan.

Berhenti dengan aman, lalu pulihkan tenaga

Saat kantuk datang, tindakan yang tepat bukan mencari cara agar tetap melaju, melainkan mencari tempat aman untuk berhenti. Arahkan kendaraan ke lokasi yang layak dan aman, parkir, lalu beristirahat atau tidur sejenak. Jika kondisi memungkinkan, berjalan ringan dan minum air dapat membantu menyegarkan tubuh, tetapi jangan menjadikannya alasan untuk kembali berkendara ketika kantuk masih terasa. Untuk perjalanan jauh, pastikan tidur cukup sebelumnya dan jadwalkan jeda istirahat berkala setiap beberapa jam. Bila kantuk berulang, tunda perjalanan atau minta orang lain yang cukup istirahat untuk mengambil alih. Berhenti mungkin terasa merepotkan, tetapi beberapa menit jeda jauh lebih bijak daripada mempertaruhkan kendali atas kendaraan dan keselamatan orang lain.

  1. Kurangi kecepatan secara terkendali dan cari lokasi aman untuk menepi.
  2. Parkir sebelum beristirahat; jangan tidur di lajur lalu lintas atau bahu jalan yang berbahaya.
  3. Tidur sejenak dan pulihkan tenaga. Berjalan ringan atau minum air dapat membantu, tetapi bukan pengganti tidur.
  4. Lanjutkan hanya ketika sudah cukup waspada; jika kantuk menetap, tunda perjalanan atau cari pengemudi pengganti.

Keselamatan mobil listrik tetap bergantung pada pengemudi

Keselamatan mobil listrik tidak berarti risiko kecelakaan berkurang dengan sendirinya. Pengemudi tetap harus bugar, fokus, dan memahami karakter serta prosedur kendaraan yang digunakan. Konsultan keselamatan berkendara Sony Susmana mengingatkan bahwa mobil listrik tidak selalu memiliki prosedur pengoperasian yang sama dengan mobil bermesin pembakaran internal; fungsi dan cara pengoperasiannya perlu dipahami sebelum kendaraan dibawa ke jalan. Dalam kasus ini, polisi menyatakan kendaraan telah diperiksa dan tidak ditemukan masalah, tetapi ahli kendaraan listrik dijadwalkan memberi keterangan pada Senin, 26 Oktober 2026, untuk memperkuat pemeriksaan. Artinya, pemeriksaan kendaraan dan pemahaman pengemudi sama-sama penting, tetapi tidak satu pun dapat menggantikan istirahat. Sebelum berangkat, pahami kendali mobil, pastikan kondisi fisik layak, dan jangan menganggap teknologi kendaraan mampu mengatasi microsleep.

Kesimpulan: jangan terus menyetir saat mengantuk

Pelajaran paling jelas dari insiden Panglima Polim adalah bahwa kantuk berat membuat pengemudi dan pengguna jalan lain berada dalam bahaya, apa pun jenis kendaraannya. Mengenali tanda mengantuk mengemudi, beristirahat sebelum tubuh kehilangan kendali, dan memahami prosedur kendaraan adalah langkah pencegahan yang tidak boleh ditawar. Mobil listrik memerlukan pemahaman pengoperasian yang baik, tetapi teknologi bukan perlindungan dari pengemudi yang tertidur. Jika mata terasa berat atau fokus menghilang, hentikan perjalanan di tempat aman dan pulihkan tenaga sebelum mempertimbangkan untuk melanjutkan. Lebih baik terlambat daripada memaksakan diri dan menyebabkan kecelakaan.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!