Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Jalan Kudus–Colo Dikebut, Talud Baru Rampung 46,61 Persen

Jalan Kudus–Colo Dikebut, Talud Baru Rampung 46,61 Persen
Minat|Asia Tenggara

Perbaikan penting bagi akses warga dan peziarah

Perbaikan Jalan Kudus–Colo adalah pembangunan kembali ruas yang longsor di kawasan Portal Colo Kudus untuk memulihkan akses warga dan perjalanan menuju kawasan religi Sunan Muria. Pekerjaan ini sedang dipercepat Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), tetapi progres talud yang baru mencapai 46,61 persen pada awal November menunjukkan bahwa tenggat menjelang musim ramai masih menuntut kerja lebih cepat. Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen meminta kontraktor menambah pekerja saat meninjau lokasi pada Rabu, 4 November 2026. Desakan itu tepat: jalan ini bukan sekadar proyek konstruksi, melainkan akses utama ke Makam Sunan Muria sekaligus jalur penopang kegiatan ekonomi dan pariwisata di Colo. Menunda percepatan berarti membiarkan warga dan pelaku wisata menanggung ketidakpastian saat kunjungan diperkirakan meningkat.

Jalan Kudus–Colo Dikebut, Talud Baru Rampung 46,61 Persen

Penyesuaian desain untuk menghadapi kondisi lapangan

Pekerjaan di Portal Colo tidak hanya mengejar kecepatan; konstruksi juga disesuaikan agar sambungan jalan baru dan lama lebih kuat. Menurut konsultan pengawas Siswanto, perubahan desain dimulai pada akhir Agustus 2026, termasuk penambahan abutmen di sisi barat dan timur sebagai penyangga sekaligus penghubung lantai jalan. Abutmen di sisi timur telah selesai, sementara tahap berikutnya berfokus pada dinding penahan tanah dengan sistem terasering. Fondasi di sisi barat pun digeser sekitar tiga meter dari rencana awal karena ada gorong-gorong yang masih berfungsi sebagai saluran pembuangan air; perubahan itu dimaksudkan agar saluran tidak rusak. Penyesuaian semacam ini beralasan, sebab percepatan yang mengorbankan fungsi drainase atau kekuatan sambungan hanya akan menciptakan masalah baru. Namun, pertimbangan teknis harus berjalan seiring dengan penambahan tenaga dan pengawasan yang diminta pemerintah.

Talud harus selesai sebelum puncak kunjungan

Talud sepanjang 66 meter itu longsor pada awal tahun ini, dan Pemprov Jawa Tengah mengalokasikan sekitar Rp8,4 miliar untuk membangunnya kembali. Bagi akses wisata Sunan Muria, angka progres 46,61 persen pada awal November bukan alasan untuk berpuas diri: sisa pekerjaan harus dikejar sebelum kunjungan religi dan liburan akhir tahun mencapai puncak. Taj Yasin meminta pekerjaan dimaksimalkan dan menyebut penyelesaian paling lambat 15 Desember, lebih cepat daripada batas akhir 25 Desember 2026. Ia juga mengingatkan bahwa pekerjaan semula diharapkan berjalan optimal pada awal Desember. Kontraktor perlu menambah pekerja sebagaimana diminta, sementara pengawasan harus memastikan kecepatan tidak mengurangi mutu. Bagi warga, pedagang, dan pengunjung, keberhasilan proyek bukan hanya talud berdiri, melainkan akses kembali aman dan aktivitas di kawasan Colo tetap berjalan.

Kecepatan harus diukur dari keamanan

Pekerjaan mencakup mobilisasi alat berat, pemasangan batu, beton struktur bermutu fc’ 30 MPa, serta uji beban dinamis pada tiang berdiameter 800 milimeter. Rangkaian itu menunjukkan bahwa penyelesaian tidak cukup dinilai dari tanggal serah terima; kekuatan struktur juga harus dibuktikan. Meski demikian, jadwal yang ketat penting karena ruas Kudus–Colo melayani warga sekaligus wisata religi, dan momentum kunjungan dapat meningkat pada masa liburan serta bulan Rajab. Perbaikan Jalan Kudus Colo akan lebih berarti bila kontraktor memenuhi tenggat tanpa mengabaikan pengujian dan keselamatan. Pemerintah pun perlu memastikan tambahan pekerja benar-benar mempercepat tahap kritis, bukan sekadar memenuhi permintaan di atas kertas. Dengan progres yang masih di bawah separuh pada awal November, waktu untuk mengejar target semakin terbatas.

Kesimpulannya, percepatan pembangunan kembali Jalan Kudus–Colo memang mendesak, tetapi tidak boleh mengorbankan mutu talud dan keamanan akses. Penambahan tenaga, pengawasan yang konsisten, serta penyelesaian sesuai target pertengahan Desember menjadi ukuran nyata apakah desakan pemerintah menghasilkan jalan yang dapat diandalkan. Warga dan peziarah membutuhkan akses yang aman, bukan sekadar kabar bahwa proyek telah selesai.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!