Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Teknologi dan Eksperimen Desain Menguasai Runway Spring/Summer

Teknologi dan Eksperimen Desain Menguasai Runway Spring/Summer
Minat|Rilis Tren

SS27: Saat Teknologi Menjadi Filsafat Desain, Bukan Sekadar Gimmick

Koleksi spring summer 2027 adalah gelombang runway yang menjadikan teknologi fashion inovatif dan desain eksperimental runway sebagai filosofi utama, di mana kain, konstruksi, dan narasi digabung untuk menciptakan pakaian yang berubah, merespons tubuh, membuka bagian dalam, menonjolkan ruang negatif, dan mengaburkan batas antara busana, objek, serta karya kinetik, bukan sekadar menambah efek visual sesaat.

Musim ini, kunci membaca runway bukan lagi “warna apa yang sedang tren”, melainkan “teknologi apa yang dipakai dan struktur apa yang disingkap”. ANREALAGE, Issey Miyake, Sacai, Louis Vuitton, Marine Serre, hingga Abra bergerak dalam garis besar yang sama: busana sebagai sistem, bukan kostum. Kain teknologi berubah warna, konstruksi pakaian terekspos, dan siluet ultralight yang mengikuti anatomi membentuk satu bahasa baru. Mode high-end berhenti berpura-pura statis; ia mengakui bahwa tubuh bergerak, identitas berubah, dan pakaian harus mampu hidup bersama keduanya. Ini bukan dekorasi futuristik, tetapi reposisi total tentang apa arti pakaian hari ini.

ANREALAGE dan Revolusi Kulit Digital yang Bisa Berubah Warna

ANREALAGE adalah argumen paling tegas bahwa teknologi bukan pelengkap, melainkan inti koleksi spring summer 2027. Kunihiko Morinaga menempatkan konsep “SKIN” sebagai gagasan bahwa pakaian adalah kulit ketiga yang dapat dilepas, diperbarui, dan dimodifikasi layaknya permukaan biologis maupun avatar digital.

Runway dibuka dengan second-skin bodysuit bermotif sisik psychedelic yang memeluk tubuh, lalu melebar ke denim, varsity jacket, dan sporty vest dalam teknik trompe-l’oeil patchwork yang disusun seperti kelopak. Ia menggabungkan washi paper tradisional dengan sequin futuristik, menciptakan dialog antara masa lalu dan kemungkinan digital. Puncaknya: bustier dress hasil 3D printing yang mampu berubah warna sesuai sudut pandang penonton, menghadirkan efek Op Art yang seolah bergerak sendiri. Lebih jauh lagi, enam dress bergaya armor memakai sekitar 1.000 hingga 2.000 elemen E Ink Prism berbentuk sisik dalam satu gaun, dan material ini dapat berubah warna tanpa memancarkan cahaya seperti layar LED konvensional. Di look final, “digital skin” berbasis LED membuat tubuh model tampak diselimuti cahaya api.

Teknologi dan Eksperimen Desain Menguasai Runway Spring/Summer

Ruang Negatif, Konstruksi Terekspos, dan Tubuh sebagai Arsitektur Hidup

Jika ANREALAGE membongkar permukaan, Issey Miyake dan Sacai mengutak-atik ruang dan struktur. Satoshi Kondo menafsirkan “Figure of Ma” sebagai udara di antara kain dan tubuh, menjadikan ruang kosong sebagai elemen desain, bukan sisa pola.

Konsep Ma diterjemahkan menjadi trench coat bervolume, atasan terinspirasi plester, celana kapri rajut mesh, serta busana lipit khas yang berubah bentuk mengikuti pemakainya dan bergerak selaras dengan tubuh alih-alih mengekangnya. Busana seolah menangkap angin; lengan, kelim, dan tekstur permukaannya terus bertransformasi ketika pemakai bergerak. Di sisi lain, Sacai melalui “Moment of Becoming” mengumumkan bahwa bagian dalam pakaian tidak lagi tabu visual. Furing struktural ditarik ke depan dan menjadi siluet utama, memamerkan arsitektur internal yang dipadukan dengan tekstil yang jatuh dan reaktif terhadap gerak. Trench coat dekonstruksi, jaket bomber bermesh terekspos, gaun transparan, dan celana tailored dengan belahan sengaja memperlihatkan lapisan dalam sebagai bahasa kejujuran estetis. Konstruksi pakaian terekspos menjadi metafora bahwa kerentanan adalah bagian dari gaya, bukan cacat.

Teknologi dan Eksperimen Desain Menguasai Runway Spring/Summer

Ergonomi Ultralight dan Cahaya yang Bergerak Bersama Cerita

Louis Vuitton memilih jalur ergonomi sebagai bahasa baru. Nicolas Ghesquière mengangkat bagaimana desain busana harus menyesuaikan diri dengan kondisi, kemampuan, dan pergerakan tubuh manusia, lalu menghubungkannya dengan warisan perjalanan dan mobilitas rumah mode tersebut. Di sini, pakaian tidak dibangun dari luar, tetapi mengikuti bentuk tubuh di dalamnya, memberi sensasi second skin yang fluid dan dinamis.

Struktur tetap ada, namun tanpa kekakuan: lapisan material mengikuti kontur tubuh, menciptakan busana ultralight yang berubah bentuk ketika pemakai bergerak. Di jalur berbeda namun senada secara ide, Marine Serre memakai cahaya, gerakan, dan warna sebagai bahan teknologis yang puitis. “The Deep Shine” mengeksplorasi cahaya melalui perubahan tekstur, pergerakan kain, dan tubuh sebagai medium, dari power dressing 80-an hingga gaun transparan berarsitektur kuat dan ledakan warna biru, merah muda, merah, kuning, dan hijau pada sutra, renda, dan payet. Regenerasi material melalui upcycling—dari syal sutra vintage hingga rajutan—menciptakan tensi antara mentah dan halus, sementara motif bulan sabit tetap menghantui setiap lapisan.

Teknologi dan Eksperimen Desain Menguasai Runway Spring/Summer

Narasi Psikedelik Abra dan Masa Depan Mode sebagai Eksperimen Terbuka

Abra menutup pola besar SS27 dengan pendekatan naratif yang ekstrem. Menyebut dirinya “Shoe Lord”, Abraham Ortuño mengangkat memori masa kecil, hutan, dan dunia miniatur dalam Arrietty serta Alice in Wonderland sebagai referensi eksplisit. Koleksi ini bermain dengan skala dan proporsi, mendistorsi siluet familier dan secara literal menjungkirbalikkan dunia: gaun didekonstruksi dan dijahit bertumpuk, sepatu hak tinggi dipakai di atas kepala, pakaian mengembang hingga terasa seperti objek mimpi.

Nuansa “sedikit psikedelik” dihidupkan lewat tekstur jamur, topi terinspirasi buah, dan kuncir kuda terbalik. Dalam ekosistem yang sama, kolaborasi alas kaki bersama Camper menegaskan bahwa fiksi visual bisa berpijak pada benda yang sangat fungsional. Jika dirangkai, ANREALAGE dengan kain teknologi berubah warna, Issey Miyake dengan ruang negatif, Sacai dengan struktur yang disingkap, Louis Vuitton dengan ergonomi second skin, Marine Serre dengan cahaya regeneratif, dan Abra dengan narasi psikedelik membentuk satu tesis: masa depan mode ada pada keberanian memperlihatkan proses, tubuh, dan teknologi apa adanya. Runway SS27 bukan lagi etalase, melainkan laboratorium terbuka di mana pakaian diuji sebagai media yang hidup, berubah, dan bercerita.

Teknologi dan Eksperimen Desain Menguasai Runway Spring/Summer

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!