Runway yang Kembali Hidup: Glamor, Emosi, dan Narasi Baru
Victoria's Secret Fashion Show 2026 adalah peragaan busana lingerie berskala global yang menggabungkan koleksi ikonis, sayap spektakuler, penampilan selebriti, dan kisah personal para model untuk membentuk tontonan glamor yang sarat emosi dan pernyataan budaya. Di Los Angeles, pada Minggu 18 Oktober 2026, panggung ini terasa seperti kebangkitan sebuah institusi pop culture yang sempat diragukan relevansinya. Namun yang membuat edisi kali ini penting bukan hanya kembalinya kemewahan, melainkan cara acara ini merangkul kerentanan: ibu baru di balik panggung, model yang kembali setelah delapan tahun, hingga solidaritas sesama Angel yang berani menegur komentar publik. Victoria's Secret Fashion Show 2026 menunjukkan bahwa glamor masa kini tidak cukup hanya berkilau; ia harus punya hati dan sikap.
Fantasy Bra Kylie Jenner: Puncak Kemewahan yang Penuh Tuntutan
Penampilan Kylie Jenner dengan Fantasy Bra Kylie Jenner menjadi simbol bahwa Victoria’s Secret ingin merebut kembali statusnya sebagai tontonan paling mewah di dunia lingerie. Kylie dipercaya mengenakan Fantasy Bra bernilai fantastis, menjadikannya koleksi termahal dalam sejarah brand tersebut. Bra ini dihiasi 4.410 berlian alami dengan berbagai bentuk potongan, dengan pusat perhatian berupa berlian kuning Fancy Vivid seberat 75,54 karat yang ditempatkan di bagian tengah desain. Menurut keterangan perancang, pembuatan bra ini melibatkan 15 pengrajin dan lebih dari 1.000 jam kerja, dengan struktur emas dan berlian tanpa bahan kain sehingga harus dirancang agar tetap mengikuti gerak tubuh pemakainya. Kutipan yang paling menggambarkan ambisi proyek ini adalah pernyataan bahwa tantangan terbesarnya adalah menjaga kenyamanan tanpa mengorbankan desain mewah yang diharapkan penonton. Di runway, kemewahan itu tampak effortless, padahal di baliknya ada tuntutan teknis dan fisik yang besar.

Comeback Ming Xi dan Kejujuran Barbara Palvin: Wajah Baru Model Runway Comeback
Jika Kylie mewakili puncak glamor, maka Ming Xi dan Barbara Palvin menghadirkan sisi emosional dan manusiawi dari model runway comeback. Ming Xi, model asal Tiongkok, resmi kembali melenggang di Victoria’s Secret Fashion Show 2026 setelah absen delapan tahun, mengenakan korset emas dengan sayap berukuran besar yang langsung menjadi pusat perhatian. Ia menyebut momen ini sulit digambarkan dengan kata-kata dan sangat personal bagi kariernya, sebuah pengakuan bahwa runway bisa menjadi ruang rekonsiliasi antara masa lalu dan masa kini. Di sisi lain, Barbara Palvin memilih kejujuran radikal: ia mengungkap bahwa dirinya memakai bantalan menyusui yang dijahit langsung ke bra karena baru enam minggu melahirkan putrinya, Sylvie. Ia bahkan membagikan foto saat memompa ASI di balik panggung, menyebutnya sebagai pengingat bahwa ada kenyataan di balik kemewahan. Menurut Barbara, banyak perempuan di Amerika Serikat harus kembali bekerja enam hingga delapan minggu setelah melahirkan tanpa cuti berbayar, sehingga para ibu seharusnya mendapat lebih banyak waktu, dukungan, dan pilihan. Pesan ini menjadikan Victoria's Secret Fashion Show 2026 relevan bagi para ibu yang bergulat dengan tuntutan kerja dan tubuh pasca melahirkan.

Gigi Hadid, Elsa Hosk, dan Berat Sayap: Solidaritas di Balik Kritik
Drama tahun ini bukan datang dari skandal, melainkan dari perdebatan soal cara berjalan di runway. Gigi Hadid turun tangan membela Elsa Hosk setelah sebuah akun mengkritik cara Elsa berjalan dengan sayap emas raksasa dan membandingkannya dengan Angel era akhir 1990-an dan awal 2000-an. Gigi menyebut komentar itu “benar-benar bikin kesal” dan menjelaskan bahwa penonton tidak tahu rasanya berjalan dengan sayap masa kini yang jauh lebih besar dan kompleks. Ia memaparkan bahwa sayap sekarang bisa lebih dari 75 pon, sekitar 34 kilogram, dengan tinggi lebih dari 3 meter, bahkan kadang animatronik, dan harus dibawa di runway yang jaraknya jauh, ditambah hembusan angin dari kipas. Penjelasan ini penting karena menggeser fokus dari sekadar estetika ke realitas fisik kerja model. Solidaritas Gigi menunjukkan bahwa para Angel tidak lagi sekadar wajah cantik, tetapi pekerja profesional yang saling melindungi dari standar tak realistis penonton.

Gaya Selebriti di Pink Carpet: Dari Nicole Kidman hingga KATSEYE
Di luar runway, gaya selebriti fashion show di pink carpet membuktikan bahwa Victoria’s Secret Fashion Show 2026 bukan hanya tentang lingerie, tetapi juga arena eksperimen gaya. Nicole Kidman tampil anti-mainstream dengan kemeja putih, rok pensil hitam berdetail mirip garter, dasi stripes merah muda-hitam, dan clutch burgundy, mencampur formalitas dan sisi edgy di tengah dominasi gaun glamor. Lisa Rinna memilih drama total dengan gaun korset dan rok tutu bervolume plus aksesori kepala berbulu, sementara putrinya, Delilah Belle Hamlin, tampil sensual dengan gaun lace hitam transparan bernuansa lingerie-inspired yang dipadu aksesori bulu biru muda. Girl group KATSEYE menghadirkan interpretasi berbeda-beda: gaun leopard panjang bernuansa perak-hitam, gaun burgundy bertali tipis dengan panel semi-transparan, hingga little black dress berhias rhinestone berkilau. Keragaman ini menegaskan bahwa gaya selebriti di pink carpet kini lebih tentang ekspresi personal daripada sekadar mengikuti dress code glamor.

Kesimpulan: Runway yang Lebih Manusiawi, Bukan Sekadar Spektakel
Victoria's Secret Fashion Show 2026 membuktikan bahwa spektakel bisa berjalan seiring dengan kejujuran dan solidaritas. Fantasy Bra Kylie Jenner mengembalikan aura kemewahan ekstrem, sementara comeback Ming Xi dan pengakuan Barbara Palvin tentang bantalan menyusui memperlihatkan sisi rapuh dan kuat perempuan sekaligus. Di tengah kritik publik, Gigi Hadid yang membela Elsa Hosk mengingatkan bahwa di balik sayap emas raksasa ada tubuh yang bekerja keras dan layak dihargai. Pink carpet yang penuh gaya beragam, dari Nicole Kidman sampai KATSEYE, menegaskan bahwa estetika Victoria’s Secret kini lebih cair dan inklusif. Bagi penikmat mode, ibu bekerja, hingga penggemar budaya pop, pesan besarnya jelas: glamor masa kini bukan tentang kesempurnaan tanpa cela, melainkan tentang keberanian tampil apa adanya di bawah sorotan lampu.






