Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Setelah Penggerebekan Kampung Bahari, Relokasi Bukan Jawaban Tunggal

Setelah Penggerebekan Kampung Bahari, Relokasi Bukan Jawaban Tunggal
Minat|Asia Tenggara

Operasi berulang, masalah yang bertahan

Penggerebekan Kampung Bahari adalah tindakan penegakan hukum untuk menangkap orang yang diduga terlibat jaringan narkotika dan menyita barang bukti, tetapi bukan penyelesaian menyeluruh atas masalah sosial yang menopang peredaran. Pada Minggu, 1 November 2026, operasi gabungan kembali menyasar kawasan di Jakarta Utara itu; petugas menangkap 27 orang yang diduga terlibat dan menyita sabu-sabu, ganja, ekstasi, serta senjata api. Peristiwa ini menambah daftar panjang penindakan di wilayah yang sudah lama dikaitkan dengan tawuran dan peredaran narkotika. Catatan pemberitaan menghitung 12 operasi spesifik sejak 2014 hingga operasi terbaru pada 2026. Banyaknya operasi semestinya memaksa kita menilai hasilnya, bukan hanya skala pengerahan aparat. Jika penggerebekan terus berulang, berarti penangkapan belum cukup untuk memutus jaringan maupun mencegah transaksi muncul kembali. Penindakan tetap perlu, tetapi mengukurnya dari jumlah orang yang diamankan saja akan memberi gambaran keberhasilan yang terlalu sempit.

Setelah Penggerebekan Kampung Bahari, Relokasi Bukan Jawaban Tunggal

Operasi besar bukan akhir pekerjaan

Operasi 1 November melibatkan ratusan hingga ribuan petugas menurut laporan yang berbeda: satu catatan menyebut sekitar 700 personel gabungan, sementara kesaksian mengenai persiapan menggambarkan ribuan personel Polri dan BNN berkumpul di Stasiun Tanjung Priok. Perbedaan angka itu tidak mengubah persoalan pokok: pengerahan besar dan penangkapan tidak dengan sendirinya membuat kawasan bebas narkoba. Kriminolog Adrianus Meliala menilai penggerebekan dapat menjadi langkah awal saat situasi serius, tetapi harus disusul tindakan berkelanjutan; sebagian warga, katanya, mungkin sudah memperoleh penghasilan lebih besar dari bisnis narkotika. Maka, tujuan operasi mesti jelas sejak awal: jaringan mana yang dibongkar, bagaimana pengawasan diteruskan, dan apa yang berubah bagi warga setelah aparat pergi? Tanpa jawaban dan pembagian tanggung jawab yang terukur, operasi berisiko menjadi siklus—penindakan, jeda, lalu transaksi kembali.

Setelah Penggerebekan Kampung Bahari, Relokasi Bukan Jawaban Tunggal

Relokasi bukan pengganti pemulihan

Relokasi Kampung Bahari belum dipastikan, dan menjadikannya jawaban tunggal akan menghindari pertanyaan yang lebih penting: ke mana jaringan berpindah dan bagaimana warga membangun penghidupan setelah penataan? Pakar menilai rencana penataan kawasan belum rinci; keberhasilan juga tidak seharusnya dinilai dari jumlah orang yang diamankan saja. Pemulihan perlu menyentuh kebutuhan nyata: akses perawatan bagi pengguna narkotika, peningkatan keterampilan, serta peluang kerja agar jual beli narkoba bukan pilihan ekonomi yang terasa paling menguntungkan. Pemerintah daerah, kepolisian, BNN, dan unsur masyarakat perlu menjalankan peran masing-masing secara konsisten, bukan mengadakan kegiatan seremonial setelah penggerebekan. Pendekatan ini tidak membebaskan pelaku dari tanggung jawab. Sebaliknya, penegakan hukum akan lebih berdaya guna jika disertai pencegahan dan dukungan bagi warga yang ingin keluar dari lingkaran peredaran.

Akses kawasan dan ukuran keberhasilan

Kampung Bahari juga bukan ruang yang mudah diakses warga umum untuk melihat keadaan secara langsung. Seorang jurnalis yang mengikuti operasi mengatakan kawasan itu tidak bisa diliput begitu saja tanpa aparat, sementara intimidasi dari kelompok jaringan narkoba menjadi risiko; ketika polisi pergi, ia memilih ikut pergi. Situasi ini memperumit pemantauan publik dan memperlihatkan mengapa perlindungan warga serta akses yang aman perlu menjadi bagian dari tindak lanjut, bukan hanya urusan saat operasi berlangsung. Dampak penggerebekan pun terasa bagi warga biasa: saat penindakan dimulai, mereka diminta masuk ke rumah. Karena itu, keberhasilan operasi narkoba Jakarta semestinya dinilai dengan ukuran yang lebih luas: apakah jaringan benar-benar dibongkar, apakah transaksi berkurang secara berkelanjutan, dan apakah warga mendapat akses pemulihan serta mata pencaharian yang layak? Relokasi mungkin menjadi salah satu pilihan penataan, tetapi tidak menggantikan pengawasan, pemulihan sosial-ekonomi, dan perlindungan yang konsisten. Itulah pekerjaan setelah penggerebekan—dan ukuran sesungguhnya bagi upaya menekan peredaran narkoba Jakarta.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!