Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

67 Karya Menyatukan Mode dan Tekstil Berkelanjutan

67 Karya Menyatukan Mode dan Tekstil Berkelanjutan
Minat|Pertunjukan Busana

Peragaan yang Menjadikan Keberlanjutan sebagai Standar

Labdanation Fashion Week Season III adalah peragaan busana yang menampilkan 67 karya berbahan tekstil bersertifikasi, menghubungkan desain lokal, tanggung jawab lingkungan, dan cita-cita membawa industri mode ke panggung dunia. Acara berlangsung pada 28 Oktober 2026 di Sira Village Grand Outlet Bali, KEK Kura Kura Bali, Serangan, Denpasar Selatan. Tema “Threads of Legacy: The Grand Collaborative Certified Sustainable Textile Fashion Show” memberi arah yang lebih berarti daripada sekadar memamerkan pakaian: warisan tekstil perlu diteruskan melalui praktik produksi yang bertanggung jawab. Pilihan ini penting karena keberlanjutan di mode tidak cukup berhenti pada tampilan atau klaim bahan. Ia harus terlihat dalam standar yang dapat diperiksa dan cara kerja yang melibatkan pelaku lokal. Dengan demikian, fashion show berkelanjutan ini menawarkan gagasan yang layak diperhatikan: nilai budaya dan tanggung jawab lingkungan dapat berjalan bersama, bukan saling meniadakan.

67 Karya, Lima Desainer Lokal

Jumlah 67 karya memberi acara ini bobot yang nyata, sementara keterlibatan lima desainer menunjukkan bahwa koleksi ramah lingkungan tidak harus lahir dari satu nama atau satu sudut pandang. Rinciannya terdiri atas 15 desain dari Morrato Bali, 12 dari Kimmyra, 10 dari IDB Bali, 15 dari Unice, dan 15 dari Novel Mide. Seluruh busana menggunakan tekstil berkelanjutan bersertifikasi, sehingga pesan acara bertumpu pada bahan yang memenuhi standar, bukan sekadar tema hijau. Istilah tekstil sertifikasi sustainable di sini juga relevan karena perusahaan penyelenggara, PT Labda Anugerah Tekstil, menyebut memiliki sertifikasi ISO 9001, ISO 14001, OEKO-TEX® STANDARD 100, dan OEKO-TEX® STeP. Peragaan ini memperlihatkan bahwa standar dan kreativitas dapat mengisi satu panggung. Namun, kekuatan pendekatan tersebut akan lebih terasa jika transparansi mengenai bahan dan proses tetap menjadi bagian dari cerita setiap koleksi.

Rantai Produksi Lokal Perlu Akses yang Lebih Luas

Nilai penting acara ini tidak hanya berada di atas panggung. Direktur Operasional PT Labda Anugerah Tekstil, Wijaya Ng, mengatakan bahan, pencetakan, desain, penjahitan, dan model yang terlibat berasal dari sumber daya lokal. Pola tersebut memberi ruang bagi UMKM Bali fashion untuk menjadi bagian dari rantai produksi, bukan hanya penonton ketika produk lokal dipasarkan. Labda juga menerima pesanan digital printing kain mulai dari satu meter, sehingga usaha kecil dapat mencoba desain tanpa harus menanggung kebutuhan produksi massal sejak awal. Itu langkah praktis untuk membuka kesempatan bereksperimen, meski akses produksi saja belum menjamin keberhasilan di pasar global. Pengrajin dan usaha kecil tetap membutuhkan dukungan untuk membangun mutu, identitas merek, serta jalur penjualan. Karena itu, kolaborasi perusahaan besar dan UMKM patut dipandang sebagai awal yang menjanjikan, bukan jawaban tuntas atas tantangan daya saing.

Rekor Menarik Perhatian, tetapi Pengakuan Perlu Dipastikan

Target rekor Guinness tekstil memberi Labdanation Fashion Week sorotan global, tetapi klaim pencapaian harus dibaca dengan cermat. Satu laporan menyebut ajang ini mencatat rekor dunia kategori “The Most Sustainable-Certified Textile Clothing” untuk 67 busana bersertifikasi. Namun, laporan lain menyatakan tim adjudikator dari Inggris hadir dan keputusan resmi masih menunggu selesainya evaluasi. Perbedaan keterangan itu membuat hasil akhir perlu dipastikan melalui pengumuman resmi, bukan diasumsikan selesai hanya karena acara telah digelar. Direktur Utama PT Labda Anugerah Tekstil, Yusak Samadji Pranoto, menyebut upaya tersebut sebagai cara membawa nama Indonesia ke panggung dunia melalui praktik bertanggung jawab. Pesan itu sejalan dengan tema acara, tetapi dampak jangka panjang akan ditentukan oleh konsistensi produksi dan dukungan kebijakan. Kesimpulannya, 67 karya ini merupakan langkah kuat untuk menyatukan warisan, standar, dan kapasitas lokal; rekor akan menjadi nilai tambah jika terverifikasi dan diikuti peluang pasar yang nyata.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!