Mengapa Era Slick Back Bun Mulai Berakhir
Tren low ponytail dan messy bun adalah pergeseran gaya rambut dari slick back bun yang sangat kencang menuju gaya rambut santai, dengan ikatan lebih longgar, tekstur natural, dan tarikan minimal pada kulit kepala untuk menjaga kenyamanan dan kesehatan rambut sepanjang hari.
Selama beberapa tahun terakhir, slick back bun menjadi andalan untuk segala kesempatan, dari kerja sampai pesta, karena tampak praktis dan polished. Namun gaya rambut yang terlalu kencang ini bukan tanpa harga: tarikan terus-menerus membuat kulit kepala pegal dan tak nyaman, terutama jika dipakai lama. Lebih dari sekadar estetika, kebiasaan menata rambut sangat ketat berulang kali berpotensi memicu traction alopecia, yaitu kerontokan akibat tarikan pada rambut dan kulit kepala.
Gaya di panggung mode dan karpet merah menunjukkan perubahan besar: tren rambut bergerak ke arah yang lebih effortless, dengan beberapa helai rambut dibiarkan terurai dan tampilan yang lebih longgar. Di sinilah low ponytail dan messy bun mengambil alih—masih rapi, tetapi lebih ramah untuk kulit kepala.
Low Ponytail Styling: Santai, Elegan, dan Tahan Seharian
Low ponytail bukan lagi sekadar kuncir santai ke supermarket; gaya ini kembali tampil di runway dan karpet merah sebagai opsi elegan pengganti slick back bun. Dalam sebuah peragaan busana TWP, hairstylist Oribe Joey George membuat low ponytail yang dilengkapi barrette panjang sehingga tetap sederhana namun terlihat polished.
Untuk low ponytail styling yang tahan seharian, kuncinya ada di persiapan dan tekstur. Gunakan leave-in ringan atau serum di batang rambut, lalu sisir hanya sampai setengah panjang rambut untuk menjaga tekstur alami. Ikat rambut rendah di tengkuk dengan karet lembut agar tarikan tidak berlebihan. Biarkan beberapa helai di sekitar wajah terurai untuk efek natural, seperti yang banyak terlihat di catwalk dan karpet merah.
Low ponytail juga terbukti sukses di karpet merah: Grace Gummer memilih low ponytail minimalis sebagai alternatif blowout bervolume yang biasanya mendominasi acara formal. Ini bukti bahwa gaya rambut santai bisa terlihat sama glamornya dengan styling berat, selama detailnya rapi dan teksturnya terkontrol.
Messy Bun Tutorial: Sanggul Santai yang Tetap Terlihat ‘Niat’
Sanggul di era baru ini tidak lagi harus super rapi; rambut yang sedikit berantakan memberi kesan romantis dan effortless. Tampilan seperti ini terlihat jelas di peragaan busana Diotima, di mana para model tampil dengan side bun dan beberapa helai rambut dibiarkan terurai pada berbagai tekstur rambut berbeda.
Untuk messy bun tutorial yang aman bagi kulit kepala, mulai dengan rambut kering bertekstur. Bagi dua: bagian atas dan bawah. Putar bagian bawah menjadi sanggul rendah di tengkuk, kunci longgar dengan jepit atau karet lembut. Ambil bagian atas, putar ringan, lalu lilitkan mengelilingi sanggul bawah tanpa menarik terlalu kencang. Tarik pelan beberapa helai di sekitar wajah dan di area mahkota untuk menambah volume dan memberikan efek lived-in.
Baby hair kini tidak perlu disapu habis dengan gel; membiarkan sedikit rambut halus dan helai kecil keluar di sekitar garis rambut membuat tampilan lebih lembut dan human, sekaligus mengurangi kebutuhan produk keras yang menempel di kulit kepala.
Scarf Bun Hairstyle: Satu Sanggul, Banyak Suasana
Bagi yang masih setia pada sanggul, scarf bun hairstyle adalah kompromi cerdas antara gaya dan kesehatan. Rambut ditata membentuk sanggul rendah di area tengkuk, lalu scarf kecil diselipkan ke dalam sanggul sehingga tampak feminin dan artsy.
Kekuatan scarf bun ada pada fleksibilitasnya. Untuk acara kasual, pilih scarf bermotif dan biarkan ujungnya menjuntai untuk menambah kesan playful. Untuk acara formal, gunakan scarf satin polos atau sutra dengan ikatan lebih rapi; gaya ini terlihat sejalan dengan tren sanggul longgar di runway, di mana syal sutra diikat longgar di antara rambut untuk memperkaya tampilan.
Scarf bukan hanya aksesori, tetapi juga lapisan lembut yang mengurangi kontak langsung karet atau jepit dengan batang rambut. Dengan ikatan yang tidak terlalu ketat, scarf bun menjadi cara elegan memadukan gaya rambut santai dengan nuansa polished, cocok dari brunch hingga acara malam hari.
Produk Pendukung dan Cara Styling yang Ramah Kulit Kepala
Perbedaan utama antara gaya rambut santai dan slick back bun bukan hanya bentuknya, tetapi juga cara menggunakan produk. Tujuannya: styling rapi tanpa mengorbankan kesehatan kulit kepala. Untuk rambut tipis atau lemas, sedikit sea salt spray atau texturizer sebelum styling akan memberi tambahan volume dan grip sehingga low ponytail atau messy bun lebih tahan bentuk sepanjang hari.
Selalu fokus pada batang rambut, bukan kulit kepala, saat mengaplikasikan produk styling yang berat. Gel, wax, atau minyak pekat yang menumpuk di kulit kepala dapat menyumbat dan memicu rasa gatal. Gunakan produk hanya secukupnya dan pilih elastik lembut agar tarikan ke akar rambut berkurang. Mengurangi kebiasaan memakai gaya rambut yang sangat ketat membantu mengurangi tarikan berulang pada rambut dan kulit kepala yang berpotensi menyebabkan traction alopecia.
Intinya, rambut yang sedikit longgar dan bertekstur bukan tanda kurang rapi; ini adalah kompromi cerdas antara estetika, kenyamanan, dan kesehatan jangka panjang.






