Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Flu Saat Hamil Bukan Sekadar Pilek: Ancaman untuk Plasenta dan Janin

Flu Saat Hamil Bukan Sekadar Pilek: Ancaman untuk Plasenta dan Janin
Minat|Pengetahuan Parenting

Flu Saat Hamil: Bukan Pilek Biasa, Tapi Gangguan Sistemik

Flu saat hamil adalah infeksi virus influenza yang terjadi pada ibu hamil dan memengaruhi bukan hanya gejala pernapasan, tetapi juga sistem kekebalan, fungsi plasenta, serta keseimbangan tubuh ibu dan janin secara keseluruhan, sehingga dampaknya jauh melampaui sekadar pilek biasa dengan demam dan batuk. Flu saat hamil sering diremehkan sebagai “masuk angin” atau flu ringan yang akan sembuh sendiri, padahal selama kehamilan sistem kekebalan, pernapasan, dan kardiovaskular mengalami perubahan untuk mendukung pertumbuhan janin, dan perubahan ini membuat ibu lebih rentan terhadap komplikasi influenza dibandingkan orang dewasa sehat yang tidak hamil. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, ibu hamil termasuk kelompok berisiko tinggi tertular virus influenza dan mengalami komplikasi seperti pneumonia. Menganggap flu sebagai keluhan sepele dalam konteks kehamilan bukan hanya keliru, tetapi bisa berbahaya.

Flu Saat Hamil Bukan Sekadar Pilek: Ancaman untuk Plasenta dan Janin

Plasenta dan Influenza: Ketika Benteng Janin Harus Berperang

Flu saat hamil tidak berhenti pada demam dan nyeri otot; infeksi influenza memicu plasenta melakukan pertahanan antivirus secara penuh. Pada pandangan pertama, ini terdengar seperti kabar baik, namun studi terbaru yang diterbitkan di Science Advances menunjukkan bahwa pertahanan tersebut berdampak buruk pada kesehatan plasenta. Dr. Kristina Adams Waldorf dari University of Washington School of Medicine menjelaskan bahwa saat plasenta melawan virus, ia mengalihkan sumber daya yang seharusnya digunakan untuk menjaga kesehatan dan pertumbuhan sel plasenta. Tekanan ini membuat plasenta kelelahan dan berpotensi mengurangi kualitas “layanan” yang ia berikan pada janin. “Infeksi influenza dapat mengalihkan upaya plasenta dari tugas utamanya yaitu merawat janin”. Dengan kata lain, setiap kali ibu mengabaikan flu, plasenta dipaksa berperang dengan amunisi yang seharusnya dipakai untuk memberi makan dan melindungi bayi.

Dampak pada Janin: Dari Pertumbuhan Terhambat hingga Risiko Neurologis

Influenza selama kehamilan telah lama dikaitkan dengan penyakit ibu yang parah, kelahiran prematur, dan kematian janin. Temuan baru menunjukkan bahwa tekanan pada plasenta dapat membahayakan kesehatan janin, karena organ ini tidak lagi optimal menyalurkan oksigen dan nutrisi. Penelitian pada hewan oleh Profesor Adrienne Antonson dari University of Illinois Urbana-Champaign menemukan bahwa infeksi flu berat dapat memengaruhi perkembangan saraf prenatal dan menghambat pertumbuhan janin, sementara infeksi sedang hanya memberi sedikit dampak buruk. Artinya, tingkat keparahan flu saat hamil sangat menentukan risiko pada janin. Mengabaikan gejala hingga menjadi berat sama saja memberi kesempatan virus untuk mengganggu otak dan pertumbuhan bayi. Ketika plasenta kewalahan, janin berada di garis depan risiko, meski ibu mungkin merasa “hanya” sangat lemas atau demam tinggi.

Mengenali Gejala dan Tanda Bahaya: Kapan Harus ke Dokter?

Virus influenza dapat memberat dan menimbulkan komplikasi yang lebih serius, terutama pada kelompok berisiko seperti ibu hamil. Gejala flu biasanya muncul tiba-tiba: demam, batuk, sakit tenggorokan, nyeri otot, sakit kepala, dan tubuh terasa lemas. Karena mirip dengan Covid-19 atau infeksi saluran napas lain, penyebabnya tidak bisa dipastikan hanya dari gejala. Di sinilah banyak ibu hamil keliru: memilih mengobati diri sendiri dengan obat bebas, padahal sebaiknya segera berkonsultasi dengan bidan atau dokter untuk pemeriksaan lanjutan dan penanganan yang tepat. Tanda bahaya yang tidak boleh ditunda antara lain sesak napas, nyeri dada, kelemahan sangat berat, sulit minum, demam menetap, atau gerakan janin berkurang; bila muncul, ibu hamil harus segera dibawa ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pertolongan medis. Menunda pemeriksaan berarti memberi waktu pada virus untuk merusak plasenta dan mengganggu janin.

Perlindungan Janin dari Flu: Vaksinasi dan Pencegahan Sehari-hari

Jika plasenta adalah benteng janin, maka perlindungan janin flu harus dimulai sebelum virus datang mengetuk. Studi pada infeksi influenza saat hamil menggarisbawahi pentingnya vaksin flu tahunan untuk melindungi ibu dan janin. Menurut Badan Kesehatan Dunia, ibu hamil termasuk kelompok prioritas untuk vaksin influenza agar risiko penyakit parah dan komplikasi berkurang. Bukti yang dipublikasikan menunjukkan bahwa vaksinasi influenza selama kehamilan dapat menurunkan risiko penyakit simtomatik pada bayi sejak lahir hingga usia 6 bulan sebesar 44 persen. “Vaksin influenza dapat mengurangi risiko penyakit parah dan kematian janin dalam kehamilan”. Karena butuh beberapa minggu untuk membangun perlindungan setelah vaksinasi, ibu hamil dianjurkan tidak menunda. Sebelum vaksin, konsultasikan dengan dokter untuk memahami manfaat dan waktu pemberian yang tepat. Ditambah kebiasaan sederhana seperti cuci tangan, menghindari kerumunan saat musim flu, dan segera memeriksakan diri saat muncul gejala, strategi ini memberi kesempatan terbaik bagi plasenta untuk tetap fokus merawat bayi, bukan berperang sendirian.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!