Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Dekranasda Lampung dan Strategi Baru Mengerek UMKM Kuliner Lokal

Dekranasda Lampung dan Strategi Baru Mengerek UMKM Kuliner Lokal
Minat|Makanan Kaki Lima

Babak Baru UMKM Kuliner Lampung: Dari Meja Rapat ke Meja Makan

Inisiatif Dekranasda Lampung untuk menggandeng UMKM kuliner Lampung adalah program kolaboratif yang bertujuan memperluas pasar, menguatkan identitas kuliner lokal, dan menjadikannya motor ekonomi kreatif daerah melalui promosi oleh-oleh khas yang terkurasi dengan baik.

Kuncinya: kuliner Lampung tidak boleh berhenti sebagai nostalgia di meja makan, tetapi harus naik kelas menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Dekranasda Provinsi Lampung menginisiasi kolaborasi dengan usaha kuliner lokal agar produk kuliner semakin dikenal dan memiliki daya saing di pasar yang lebih luas. Langkah ini diumumkan Ketua Dekranasda, Purnama Wulan Sari Mirza, dalam rapat kerja sama dengan pelaku kuliner lokal pada 4 September 2026. Pesannya tegas: jika daerah ingin kuat, dapur UMKM harus hidup. Program ini pantas dibaca sebagai pergeseran dari sekadar acara seremonial ke strategi yang lebih terarah untuk menghidupkan ekonomi kreatif daerah melalui makanan.

Program Kuliner Dekranasda: Kurasi Oleh-Oleh, Bukan Sekadar Jualan Rasa

Dekranasda program kuliner ini berangkat dari kesadaran bahwa oleh-oleh khas bukan hanya produk, melainkan narasi identitas. Kolaborasi tidak berhenti pada satu jenis makanan; ruangnya dibuka bagi beragam produk dan sajian kuliner daerah, baik sebagai pilihan kuliner harian maupun oleh-oleh khas Lampung. Strateginya jelas: kurasi dulu, baru ekspansi. Produk oleh-oleh lokal yang telah melalui proses kurasi dinilai memiliki potensi besar, selama tetap mengedepankan identitas dan kearifan lokal Lampung.

Di sini Dekranasda mengambil peran sebagai ‘editor rasa’ yang menyeleksi mana produk UMKM kuliner Lampung yang siap diangkat ke panggung lebih luas. Seperti disampaikan Purnama Wulan Sari Mirza, "kita ingin produk-produk Lampung memiliki nilai tambah dan semakin dikenal masyarakat". Ini penting, karena tanpa kurasi, produk lokal sering kalah di kemasan, cerita, dan konsistensi kualitas. Dengan pendekatan ini, promosi oleh-oleh khas berpotensi menjadi pintu masuk untuk memperkuat ekonomi kreatif daerah, bukan sekadar jualan musiman.

Ruang Promosi untuk UMKM Kuliner: Dampak Nyata bagi Masyarakat

Dari sudut pandang pelaku usaha kecil, yang paling penting bukan slogan, tetapi ruang nyata untuk berjualan. Melalui kolaborasi ini, Dekranasda ingin menghadirkan ruang promosi bagi pelaku UMKM kuliner sekaligus mendorong agar produk lokal menjadi bagian dari pengalaman masyarakat ketika menikmati kuliner Lampung. Artinya, UMKM tidak dibiarkan berjalan sendiri; mereka didorong masuk ke titik-titik konsumsi strategis.

Dampaknya bagi warga dua arah. Pertama, konsumen mendapat pilihan lebih banyak, dengan kualitas yang sudah dikurasi. Kedua, kuliner Lampung diharapkan menjadi bagian dari kekuatan ekonomi kreatif daerah serta identitas yang dapat dibawa hingga ke luar Lampung. Kerja sama pengembangan UMKM kuliner ini disebut sebagai langkah awal untuk mengenalkan dan menampilkan lebih banyak produk kuliner khas Lampung. Jika konsisten, program ini bisa mengubah posisi UMKM kuliner Lampung dari pelengkap ke pemain utama dalam ekosistem ekonomi kreatif daerah.

Kolaborasi sebagai Mesin Percepatan Bisnis Kuliner Tradisional

Dekranasda menunjukkan bahwa organisasi kerajinan tidak harus terpaku pada produk nonkuliner. Di Lampung, lembaga ini mengambil posisi sebagai akselerator bisnis kuliner tradisional. Sinergi dengan usaha kuliner seperti Seruit Bu Lin disebut sebagai langkah strategis untuk memperkenalkan produk kuliner khas kepada masyarakat lebih luas. Ini contoh nyata bagaimana talenta memasak dan pelaku usaha digabungkan dalam satu jejaring.

Batin Wulan menegaskan pengembangan produk lokal membutuhkan kolaborasi berbagai pihak: pemerintah, pelaku usaha, UMKM, hingga masyarakat. Tanpa jejaring, UMKM kuliner Lampung akan tetap terjebak di lingkaran pasar lokal yang sempit. Kolaborasi ini diharapkan tidak berhenti pada promosi, tetapi membuka peluang pemasaran baru, memperluas jejaring usaha, dan memberikan dampak ekonomi nyata bagi pelaku UMKM kuliner di Lampung. Di sinilah letak peran strategis organisasi seperti Dekranasda: menjadi penghubung antara tradisi, pasar, dan masa depan.

Menjaga Rasa, Menguatkan Identitas, Menatap Pasar Lebih Luas

Esensi dari langkah Dekranasda Lampung bukan hanya memperkenalkan menu baru ke publik, tetapi menyusun ulang cara daerah melihat potensinya sendiri. Upaya memperkenalkan sekaligus memperluas pasar produk kuliner khas Lampung ini menandai babak baru strategi pembangunan lokal berbasis rasa dan cerita. Produk yang dikembangkan diharapkan tidak hanya mengedepankan cita rasa, tetapi juga membawa cerita, identitas, dan kekayaan budaya Lampung.

Ke depan, keberhasilan program ini akan ditentukan oleh konsistensi: seberapa serius pemerintah daerah menjaga komitmen mempromosikan dan melindungi produk lokal agar mampu menembus pasar yang lebih luas. Bagi UMKM, ini saatnya berbenah—menguatkan kualitas, kemasan, dan narasi produk. Jika semua pihak bergerak bersama, kuliner Lampung tidak lagi sekadar sajian yang dinikmati sesekali, melainkan simbol ekonomi kreatif daerah yang tahan lama dan siap bersaing di level yang lebih tinggi.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!