Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Beabadoobee Kembali Muda di Album Pylon

Beabadoobee Kembali Muda di Album Pylon
Minat|Penyanyi/Band Pop

Pylon: Saat Ikon Alternatif Menyapa Lagi Diri Remajanya

Album Pylon Beabadoobee adalah proyek rock alternatif yang merangkum emosi marah, kesepian, kebahagiaan, tekanan, sekaligus jatuh cinta secara intens, dirilis sebagai kelanjutan dari kesuksesan This Is How Tomorrow Moves dan menjadi pintu bagi sang musisi untuk reconnect dengan cara ia menulis lagu saat remaja, seolah menemukan kembali versi dirinya yang berumur 17 tahun di tengah tur dan tekanan karier puncak. Pylon bukan sekadar album baru 2024 yang kebetulan sukses; ia adalah pernyataan sikap bahwa tumbuh dewasa tidak berarti meninggalkan kejujuran mentah yang dulu menyalakan karier Beabadoobee. Dirilis via Dirty Hit / Interscope Records dalam format streaming, digital, CD, dan vinyl, Pylon sudah menerima berbagai pujian dan jelas diposisikan sebagai bab kreatif berikutnya bagi penyanyi kelahiran Filipina yang kini jadi wajah besar musik alternatif Inggris.

Menulis di Kamar Hotel: Kembali ke Usia 17 Tahun

Inti emosional Pylon lahir di ruang paling sepi: kamar hotel di tengah tur panjang. Di sana, Beabadoobee kembali ke pola lama yang pernah menyelamatkan dirinya—menulis sendirian, memproses rasa kehilangan, dan menyalakan lagi kejujuran yang dulu menemani usia 17 tahun di kamar tidur yang terasa terlalu kecil untuk semua perasaan yang ia pendam. Ia mengakui, proses ini "sangat mengingatkanku pada cara aku menulis lagu saat berusia 17 tahun, sendirian di kamar tidurku, merasa sedih sekali". Dari pengakuan itu terlihat jelas: Pylon adalah usaha sadar untuk menggali ulang sumber energi kreatifnya, bukan nostalgia kosong. Di tengah statusnya sekarang sebagai musisi dengan lebih dari 10 miliar streaming global dan lebih dari 12 juta pengikut di media sosial, memilih kembali menulis dengan cara yang ringkih adalah langkah artistik yang berani. Ia menerima bahwa tidak semua hal bisa dipahami, dan menjadikan ketidakpastian sebagai bahan bakar kreatif.

Write Me A Letter: Jantung Kampanye dan Pengakuan Dosa

Write Me A Letter single bukan sekadar pembuka album; lagu ini terasa seperti surat pengakuan yang dipublikasikan ke dunia demi kelanjutan kreatif Pylon. Dengan produksi indie-rock yang menghentak dari Matty Healy dan George Daniel dari The 1975, Beabadoobee menjadikannya medium untuk mengakui kesalahan dan hal-hal yang terlalu memalukan bila diucapkan secara langsung. Ini menjelaskan mengapa lagu ini begitu penting: ia bukan lagu yang ia "inginkan", melainkan lagu yang ia "butuhkan" untuk menegaskan identitasnya di fase baru karier. Sebagai garda depan promosi album Pylon, Write Me A Letter single menggiring pendengar ke dunia emosional yang lebih mentah, membuka pintu bagi track lain seperti Memories, Switchblade, dan Sun Has Set yang sama-sama terasa tidak nyaman karena kejujurannya. Dari sudut pandang pergeseran artistik pop, ini adalah langkah menjauh dari formula aman menuju risiko emosional yang lebih besar.

Kolaborasi Impian dan Skala Karier yang Melonjak

Pylon juga menjadi tonggak karena mempertemukan Beabadoobee dengan sosok-sosok yang dulu hanya berstatus idola, kini sejajar sebagai kolega kreatif. Nama Hayley Williams, Brendan Yates dari Turnstile, Evan Stephens Hall dari Pinegrove, Chino Moreno dari Deftones, dan Shane Moran dari Title Fight bukan sekadar daftar tamu; mereka adalah bukti bahwa versi remaja Bea—yang dulu bermimpi didengar—kini bernegosiasi langsung dengan para panutannya. Secara karier, skala loncatan ini sejalan dengan pencapaian discography-nya: Fake It Flowers pernah menembus posisi ke-8, Beatopia ke-4, dan This Is How Tomorrow Moves resmi meraih nomor 1 di UK Official Album Chart. Kutipan yang pantas digarisbawahi: "This Is How Tomorrow Moves menjadi album pertamanya yang mencapai peringkat nomor 1 di UK Official Album Chart". Dari sudut pandang kreatif, Pylon memanfaatkan posisi puncak ini bukan untuk memantapkan zona nyaman, melainkan untuk memperluas kompleksitas musikal yang ia tawarkan.

Dari Studio ke Arena: Dampak Langsung bagi Pendengar

Bagi pendengar, dampak praktis Pylon terasa di dua ranah: cara mengakses musik dan cara mengalaminya secara langsung. Album ini sudah tersedia di layanan streaming serta bisa dibeli dalam format digital, CD, dan vinyl, membuka ruang bagi penggemar kaset fisik maupun penikmat playlist harian. Di luar itu, Beabadoobee merayakan perilisan dengan konser peluncuran intim di London, sebelum melompat ke skala arena lewat The Powerlines Tour yang dimulai 1 Oktober dan menyentuh Madison Square Garden, The Kia Forum, The O2 Arena, serta serangkaian arena di Amerika Utara, Inggris, Eropa, hingga Australia. Tiket untuk tur ini sudah dijual, dengan informasi lengkap tersedia melalui situs resminya. Pada akhirnya, Pylon bukan cuma pergeseran artistik di atas kertas; ia memaksa lagu-lagu yang lahir di kamar hotel sepi untuk diuji gaungnya di ruangan raksasa penuh orang, mengikat ulang Beabadoobee dengan penggemar lama dan baru melalui kejujuran yang sengaja dibiarkan mentah.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!