Pemesanan Dibuka, Penjualan Menyusul
iPhone Duo adalah ponsel lipat pertama Apple, dirancang dengan dua layar yang dapat digunakan dalam posisi terbuka maupun terlipat untuk kebutuhan berbeda. Perangkat ini membuka pemesanan awal di Indonesia pada Jumat, 23 Oktober, pukul 09.00 WIB, dengan penjualan perdana dijadwalkan pada 30 Oktober. Kehadirannya menambah pilihan bagi pembeli yang menginginkan format layar lipat dalam ekosistem Apple. Namun, status pemesanan awal bukan alasan untuk terburu-buru: calon pengguna masih perlu menilai apakah bentuk dan fiturnya benar-benar sesuai dengan kebiasaan mereka. iPhone Duo harga Indonesia dimulai dari Rp 45.678.000 dan mencapai Rp 75.999.000 untuk kapasitas tertinggi. Rentang tersebut menempatkannya jelas di kelas premium, sehingga manfaat layar lipat dan kapasitas penyimpanan sebaiknya ditimbang terhadap kebutuhan nyata, bukan semata daya tarik sebagai produk baru.
Layar Luas dan Engsel yang Bisa Diatur
iPhone Duo spesifikasi utamanya berpusat pada dua layar: panel dalam 7,6 inci saat dibentangkan dan layar luar 5,4 inci untuk penggunaan ketika ponsel terlipat. Perbedaan ukuran ini memberi pilihan praktis antara pengalaman layar luas dan akses cepat tanpa membuka perangkat. Engselnya dirancang agar ponsel dapat berdiri stabil pada sudut 30, 45, 60, 90, hingga 180 derajat. Fleksibilitas tersebut berpotensi berguna untuk menonton, melakukan panggilan video, atau mengambil foto dengan sudut yang berbeda, meski manfaatnya tetap bergantung pada kebiasaan pemilik. Apple membekali perangkat dengan chip A20 Pro dan iOS 27 yang dioptimalkan untuk interaksi layar lipat. Spesifikasi ini menjanjikan perpaduan perangkat keras dan perangkat lunak yang dirancang untuk format baru, tetapi pembeli sebaiknya tetap mencari pengalaman langsung sebelum memutuskan apakah layar besar sepadan dengan bentuk perangkat lipat.
Harga, Kapasitas, dan Hal yang Perlu Dicek
Strategi harga iPhone Duo meningkat seiring kapasitas penyimpanan: 256GB dibanderol Rp 45.678.000, 512GB Rp 51.999.000, 1TB Rp 61.999.000, dan 2TB Rp 75.999.000. Harga Rp75 juta itu bukan tarif untuk seluruh varian, melainkan harga model dengan ruang simpan terbesar. Pilihan kapasitas lebih rendah dapat lebih masuk akal bagi pengguna yang tidak menyimpan banyak berkas di perangkat; sebaliknya, kebutuhan foto dan video yang besar mungkin membuat ruang ekstra relevan. Ada satu hal praktis yang tak boleh luput: semua varian hanya menggunakan eSIM dan tidak menyediakan slot kartu SIM fisik. Karena itu, pastikan operator yang digunakan mendukung eSIM sebelum memesan. Pembeli juga perlu mempertimbangkan apakah layar lipat akan sering dipakai dalam aktivitas harian. Jika tidak, harga premium dan perubahan cara menggunakan ponsel mungkin sulit dibenarkan.






