Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Revolusi Baterai Solid-State: Siapa Paling Dekat ke Produksi Massal?

Revolusi Baterai Solid-State: Siapa Paling Dekat ke Produksi Massal?
Minat|Memilih Kendaraan Energi Baru

Solid-State: Janji Manis yang Mulai Turun ke Bumi

Baterai solid-state adalah jenis baterai listrik yang mengganti elektrolit cair pada baterai lithium-ion dengan material padat tidak mudah terbakar, sehingga menjanjikan kepadatan energi tinggi, pengisian lebih cepat, keamanan lebih baik, dan umur pakai lebih panjang untuk kendaraan listrik konsumen. Janji itu membuatnya dipuja sebagai “batu Rosetta” pengembangan baterai listrik: lebih jauh jarak tempuh, pengisian singkat, tanpa drama baterai terbakar. Namun setelah bertahun-tahun hype, realitasnya keras: belum ada produksi massal baterai solid-state untuk mobil. Industri kini memasuki fase yang lebih jujur—bukan lagi soal demo di laboratorium, melainkan siapa yang punya jalur produksi, mitra otomotif, dan model bisnis yang masuk akal. Dalam konteks ini, pertanyaannya bergeser dari “apakah” ke “siapa dan kapan” teknologi baterai kendaraan ini akhirnya hadir di showroom.

Mercedes–ProLogium: Aliansi Paling Matang, Bukan Paling Cepat

Mercedes-Benz memilih strategi bertaruh pada mitra yang sudah lama dikenalnya: ProLogium. Produsen premium ini memperkuat kerja sama lebih dari satu dekade dengan perusahaan energi asal Taiwan itu untuk menghadirkan teknologi baterai solid-state ke industri otomotif. Kesepakatan terbaru memberi Mercedes akses prioritas untuk menguji sel baterai lithium-ceramic generasi keempat ProLogium, termasuk pengujian kelistrikan, termal, dan keselamatan di fasilitas internal maupun pihak ketiga. Ini adalah strategi klasik “quality first”: fokus pada keamanan, reliabilitas, dan integrasi ke ekosistem kendaraan mewah mereka. Berbeda dengan pemain yang agresif mengumumkan timeline, Mercedes tampak lebih hati-hati. Menariknya, beberapa pengembang solid-state disebut diperkirakan siap memasarkan produk dalam 12 bulan ke depan, tetapi Mercedes belum menjanjikan tanggal pasti. Artinya, aliansi ini tampak paling matang dalam pengujian, namun belum tentu paling cepat menghadirkan produksi massal baterai untuk pasar luas.

Revolusi Baterai Solid-State: Siapa Paling Dekat ke Produksi Massal?

Hyundai: Mengakui Risiko, Tetap All-In pada Pengembangan

Hyundai mengambil posisi yang lebih blak-blakan: mereka mengakui baterai lithium-ion konvensional terus membaik—pengisian makin cepat—tetapi tetap menegaskan bahwa pengembangan baterai solid-state tidak boleh dihentikan. Menurut kepala Riset dan Pengembangan mereka, industri sudah terlalu jauh untuk mundur. Hyundai tahu bahwa hingga kini belum ada perusahaan yang berhasil memproduksi baterai solid-state dalam skala besar sebagaimana dibutuhkan industri otomotif, sehingga mereka bicara dalam kerangka realistis: dalam lima tahun ke depan, solid-state hanya akan muncul di mobil produksi terbatas sebagai produk unggulan, bukan di mobil mass-market. “Harrer menyebut baterai solid-state sebagai salah satu taruhan terbesar industri otomotif saat ini.” Hyundai mengembangkan teknologi ini secara internal sekaligus menggandeng mitra seperti Solid Power, memadukan kontrol teknis dengan percepatan dari luar. Ini bukan strategi paling cepat ke showroom, tapi salah satu yang paling sadar risiko biaya tinggi dan tantangan skala.

Gotion: Agresif Mengejar Kepadatan Energi Tinggi dan Skala

Gotion High-Tech memilih bermain ofensif. Perusahaan ini mengumumkan terobosan sel baterai solid-state Jinshi di ajang industri, dengan target kepadatan energi 400 Wh/kg—naik dari klaim sebelumnya 350 Wh/kg. Mereka juga telah mengunci desain lini produksi solid-state berkapasitas 2 GWh, langkah penting menggeser teknologi dari laboratorium ke jalur produksi nyata. Pada sisi keselamatan, Gotion menegaskan sel ini telah lulus skenario pengujian ekstrem seperti uji tusuk dan suhu tinggi tanpa menghasilkan asap maupun api, menjawab kekhawatiran klasik baterai lithium konvensional. “SSB menjadi jawaban yang diharapkan mampu memangkas kelemahan baterai lithium konvensional, terutama dari sisi keselamatan dan kepadatan energi.” Namun, meski menyasar penurunan biaya jangka panjang, posisi awal solid-state Jinshi tetap di segmen premium. Di tengah persaingan pengembangan baterai listrik di pasar yang menuntut jangkauan lebih jauh dan harga kompetitif, Gotion memosisikan diri sebagai penantang yang siap menyalip pemain lapis kedua.

Revolusi Baterai Solid-State: Siapa Paling Dekat ke Produksi Massal?

Siapa Paling Dekat ke Produksi Massal Baterai, dan Kapan?

Jika diurutkan dari sisi kedekatan ke produksi massal baterai solid-state, Gotion tampak paling agresif dengan desain lini 2 GWh yang sudah terkunci dan rencana uji produksi kendaraan sekitar 2027, sementara beberapa pengembang lain diperkirakan siap memasarkan sel solid-state dalam 12 bulan ke depan. Mercedes berada di posisi kuat untuk integrasi kelas premium, tetapi ritmenya bergantung hasil pengujian dan strategi portofolio kendaraan listrik mereka. Hyundai memilih jalur konservatif: dalam lima tahun, mereka hanya menjanjikan mobil solid-state produksi terbatas, bukan mass-market. Bagi pengguna, kesimpulannya jelas: solid-state memang masa depan teknologi baterai kendaraan, dengan kepadatan energi tinggi, pengisian lebih cepat, dan paket lebih aman. Namun untuk mobil harian yang terjangkau, dekade ini kemungkinan masih akan dikuasai baterai lithium-ion cair, sementara solid-state hadir dulu sebagai teknologi unggulan berharga premium.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!