Forum mode sebagai alat tawar
BRICS+ Fashion Summit adalah forum yang mempertemukan pelaku industri mode lintas negara untuk membahas perubahan industri dan membuka jalur kerja sama di luar pusat mode tradisional. Penyelenggaraan bersama Moskow Fashion Week di Moskow pada 26 September hingga 1 Oktober 2026 menunjukkan bahwa ambisi forum ini bukan sekadar menggelar peragaan busana: acara tersebut mencatat 70 perjanjian kemitraan dan investasi baru. Angka itu memberi alasan untuk memandang platform ini sebagai sarana membangun hubungan bisnis, bukan hanya panggung promosi. Bagi brand lokal kompetisi global menuntut lebih dari desain yang menarik; mereka juga perlu akses ke mitra, jaringan, dan pasar baru. Summit dapat membantu membuka pintu tersebut, meski keberhasilan jangka panjang tetap bergantung pada kemampuan brand mengubah perkenalan menjadi kerja sama yang berkelanjutan.
Membuka pasar di luar orbit Eropa
Nilai strategis BRICS+ terletak pada upayanya menggeser posisi negara anggota dari pembeli menjadi kontributor industri. Profesor Antonio Alizzi menilai forum ini efektif menaikkan daya tawar anggota terhadap dominasi Eropa dan membawa Global South ke garis depan. Penilaian itu penting karena menunjukkan bahwa kreativitas, identitas budaya, dan kemampuan manufaktur negara anggota dapat menjadi modal untuk membentuk hubungan pasar yang lebih seimbang. Selama empat musim, forum ini telah mengumpulkan peserta dari lebih dari 100 negara dan mempertemukan ribuan desainer. Skala tersebut memberi peluang bagi kemitraan fashion internasional dan memperluas perhatian pada pasar fashion non-Eropa. Namun, jumlah peserta saja tidak menjamin akses pasar yang setara. Manfaat nyata muncul bila brand mampu membangun hubungan dagang dan mempertahankan identitasnya saat memasuki jaringan lintas negara.

Peluang perlu ditopang pemahaman industri
Forum ini juga relevan karena industri mode sedang menghadapi perubahan ekonomi, sosial, dan teknologi. Pada 2026, agenda summit mencakup 26 panel tentang kondisi ekonomi global, bahan daur ulang, kecenderungan pasar, dan tantangan kecerdasan buatan. Rizal Tanzil, eksekutif pengembangan bisnis dan ESG PT PAN Brothers, turut berbicara dalam diskusi tersebut. Pembahasan seperti ini membuat forum lebih bernilai daripada ajang promosi semata: pelaku industri dapat membaca perubahan yang memengaruhi produksi dan selera pasar, sekaligus mencari mitra untuk meresponsnya. Meski begitu, angka perjanjian bukan bukti otomatis bahwa semua brand lokal memperoleh manfaat yang sama. Mereka tetap memerlukan strategi produk dan kesiapan bisnis agar akses yang terbuka dapat menghasilkan kerja sama berkelanjutan. Kesimpulannya, BRICS+ Fashion Summit memperkuat posisi tawar kolektif, tetapi daya saing brand tetap dibangun lewat pelaksanaan yang konsisten.






