Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Mobil Listrik Terkoneksi Internet Rentan Diretas dan Disadap

Mobil Listrik Terkoneksi Internet Rentan Diretas dan Disadap
Minat|Memilih Kendaraan Energi Baru

Mobil listrik pintar: komputer di atas roda yang mudah diserang

Mobil listrik terkoneksi internet adalah kendaraan berbasis baterai yang dilengkapi modem seluler dan sistem konektivitas digital, sehingga berfungsi layaknya komputer di atas roda yang terus mengirim, menerima, dan memproses data melalui jaringan, menjadikannya jauh lebih rentan terhadap ancaman siber, risiko peretasan kendaraan, dan pencurian privasi data kendaraan terhubung dibanding mobil tradisional berbasis mekanis tanpa koneksi online intensif.

Inilah inti masalah keamanan mobil listrik hari ini: setiap fitur yang memudahkan hidup pengemudi—aplikasi ponsel, pembaruan over-the-air, layanan hiburan, bahkan mikrofon kabin—secara bersamaan memperluas permukaan serangan ancaman siber mobil pintar. Ketika mobil menjadi perangkat terhubung, ia masuk ke kategori yang sama dengan smartphone dan laptop: bisa dieksploitasi dari jauh, bisa mengirim data sensitif tanpa disadari, dan bisa membuka celah bagi pelaku kejahatan digital. Para pakar menegaskan, isu ini bukan monopoli satu merek atau satu negara; setiap kendaraan yang membawa modem seluler dan koneksi internet membawa risiko bawaan yang harus diakui dan dikelola secara serius.

Kasus BYD Shark 6: bukti telanjang rapuhnya privasi di mobil terkoneksi

Uji peretasan terhadap pikap listrik hybrid BYD Shark 6 mengungkap secara gamblang betapa rapuhnya lapisan keamanan pada mobil terkoneksi yang dipasarkan sebagai teknologi canggih. Peneliti keamanan Dan Hreszczuk menemukan titik akses digital yang tidak dilindungi kata sandi, lalu menggunakannya untuk mengendalikan beberapa fungsi kendaraan dari jarak jauh. Ia dapat mengunci pintu, menyalakan wiper, mengendalikan lampu, serta memutar audio dan video di sistem infotainment saat kendaraan melaju. Ini bukan lagi skenario fiksi ilmiah, melainkan demonstrasi bahwa akses yang lemah membuka peluang manipulasi langsung terhadap mobil di dunia nyata.

Yang paling mengkhawatirkan dalam konteks privasi data kendaraan terhubung adalah kemampuan melacak lokasi kendaraan dan menggunakan mikrofon untuk mendengarkan suara di kabin. Investigasi melaporkan bahwa rekaman suara dari kabin bahkan dapat memicu asisten suara di ponsel yang berada di dalam mobil. Dengan kata lain, mobil tidak hanya tahu di mana Anda berada, tapi juga apa yang Anda ucapkan. Seorang pakar keamanan siber menyebut keadaan ini “menakutkan” karena sistem yang dieksploitasi tidak memerlukan kata sandi sama sekali, menggambarkan BYD seolah “membiarkan pintu depan terbuka”. Walau peneliti tidak berhasil mengambil alih sistem pengereman dan kamera yang masih terlindungi, fakta bahwa fungsi-fungsi non-kritis dapat dikendalikan lewat jalur tak berpassword sudah cukup untuk menyalakan alarm besar soal keamanan mobil listrik.

Mobil Listrik Terkoneksi Internet Rentan Diretas dan Disadap

Risiko tidak berhenti di satu merek: setiap mobil pintar adalah target

Menganggap isu BYD Shark 6 hanya sebagai masalah satu produsen adalah sikap yang naif dan berbahaya. Pakar keamanan menegaskan bahwa risiko peretasan kendaraan tidak terbatas pada BYD atau merek asal Tiongkok. Mobil apa pun yang membawa modem seluler dan koneksi internet berpotensi menghadapi celah serupa, karena arsitektur digital yang mirip: sistem infotainment, aplikasi pendamping di ponsel, mikrofon, kamera, dan saluran pembaruan perangkat lunak online. Ancaman siber mobil pintar meluas ke kendaraan penumpang, bus, mesin pertanian hingga kendaraan pertambangan; semakin banyak perangkat terhubung, semakin lebar permukaan yang harus diamankan dari akses tak sah.

Selain kendali jarak jauh, dimensi yang sering diremehkan adalah privasi data kendaraan terhubung. Mobil modern mengumpulkan dan mengirimkan data operasional melalui koneksi internet. Ini bisa mencakup lokasi, pola perjalanan, hingga interaksi pengemudi dengan sistem di dalam kabin. Ketika data itu dikumpulkan tanpa transparansi yang jelas, potensi pengawasan melekat pada setiap perjalanan. Otoritas privasi di beberapa negara pun mulai menyelidiki praktik pengumpulan data produsen besar untuk menilai apakah informasi yang dihimpun melebihi kebutuhan fitur kendaraan. Direktur jenderal lembaga intelijen keamanan setempat bahkan menggambarkan kendaraan modern sebagai “komputer di atas roda”, menegaskan bahwa apa pun yang terhubung ke jaringan komunikasi berpotensi menjadi sasaran eksploitasi.

Mobil Listrik Terkoneksi Internet Rentan Diretas dan Disadap

Respons produsen dan tuntutan regulasi: keamanan siber harus selevel keselamatan mekanis

Dalam kasus Shark 6, produsen menyatakan menangani temuan uji peretasan dengan serius dan sedang melakukan investigasi internal, sekaligus menegaskan bahwa keselamatan pelanggan dan pengguna jalan menjadi prioritas. Mereka juga berargumen bahwa kerentanan tersebut diduga tidak dapat dimanfaatkan sebelum penyerang memperoleh akses tanpa batas terhadap kendaraan. Pernyataan ini penting, tapi tidak serta-merta menenangkan kegelisahan publik: fakta adanya jalur tanpa kata sandi yang dapat mengontrol fungsi-fungsi mobil tetap menunjukkan kegagalan desain keamanan siber yang tidak boleh diulang. Di saat yang sama, model Shark 6 menghadapi recall besar lebih dari 32.000 unit terkait mekanisme roda cadangan yang berisiko terlepas saat kendaraan melaju. Ini menambah tekanan terhadap kualitas pengendalian proses dan keandalan keselamatan, baik mekanis maupun digital, pada produsen.

Kasus ini memicu tuntutan agar keamanan mobil listrik dan mobil terkoneksi diuji dengan standar seketat keselamatan mekanis tradisional. Fitur digital kendaraan membawa manfaat—dari diagnosa jarak jauh hingga kenyamanan infotainment—namun juga membuka jalur risiko baru yang belum sepenuhnya dijawab oleh regulasi. Masalah privasi yang muncul karena pengumpulan dan pengiriman data operasional lewat internet mendorong permintaan regulasi lebih ketat atas praktik data produsen, termasuk batasan jenis data yang sah dikumpulkan dan durasi penyimpanannya. Tanpa kerangka hukum yang jelas, pengguna mobil pintar dipaksa mempercayakan data dan keamanan mereka pada goodwill korporasi, yang sejarahnya tidak selalu sejalan dengan kepentingan konsumen. Tantangan berikutnya jelas: ancaman siber mobil pintar harus dianggap sama seriusnya dengan potensi kegagalan rem atau kerusakan komponen fisik.

Mobil Listrik Terkoneksi Internet Rentan Diretas dan Disadap

Mengapa pemilik mobil listrik harus mulai berpikir seperti pengguna perangkat digital

Pelajaran utama dari kasus BYD Shark 6 bukan sekadar bahwa satu pikap listrik hybrid bisa diretas, melainkan bahwa cara kita memandang mobil harus berubah. Mobil listrik terkoneksi adalah perangkat digital bergerak dengan risiko dan konsekuensi yang sama seriusnya seperti laptop yang menyimpan dokumen kerja atau ponsel yang memuat percakapan pribadi. Di satu sisi, konsepsi lama tentang mobil sebagai mesin mekanis membuat banyak pemilik abai terhadap keamanan siber: mereka fokus pada perawatan fisik, tapi melupakan fakta bahwa sistem infotainment dan modul konektivitas juga membawa celah peretasan kendaraan. Di sisi lain, produsen belum konsisten memisahkan hak akses, melindungi sistem internal, dan mengamankan data pengguna dengan standar yang layak bagi komputer di atas roda.

Karena itu, sikap pasif tidak lagi bisa dibenarkan. Pemilik mobil listrik dan mobil terkoneksi perlu mengadopsi mentalitas pengguna perangkat digital: skeptis terhadap pengumpulan data berlebihan, sadar bahwa setiap mikrofon dan kamera adalah titik potensial pengawasan, dan menuntut transparansi dari produsen tentang apa yang dikumpulkan, untuk apa, dan bagaimana dilindungi. Mobil pintar menjanjikan masa depan berkendara yang efisien dan nyaman, tetapi masa depan itu hanya layak dihidupi jika hak atas privasi dan keamanan digital pengemudi mendapat tempat yang sama pentingnya dengan sabuk pengaman dan airbag. Di jalan raya yang kian dipenuhi kendaraan pintar, buta terhadap ancaman siber mobil pintar berarti menyerahkan lokasi real-time, kebiasaan perjalanan, dan suara di kabin kepada pihak-pihak yang belum tentu berpihak pada Anda.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!