MATTA Fair: Gerbang Emas Promosi Wisata Nusantara
Promosi wisata Nusantara di MATTA Fair Malaysia adalah strategi terarah untuk menjual paket perjalanan, destinasi alam, dan produk wellness kepada wisatawan Malaysia dan Asia Tenggara, dengan memanfaatkan pameran konsumen terbesar di kawasan itu sebagai ruang temu langsung antara pelaku pariwisata dan pasar yang sudah memiliki kedekatan geografis, budaya, serta konektivitas penerbangan yang kuat. MATTA Fair, yang digelar di Malaysia International Trade & Exhibition Centre (MITEC) Kuala Lumpur pada 4–6 September sebagai consumer travel fair, mempertemukan agen perjalanan, organisasi pariwisata, maskapai, hotel, resort, taman tema dan berbagai penyedia jasa perjalanan lainnya dalam satu arena yang penuh transaksi dan negosiasi. Bagi pariwisata Indonesia, ini bukan sekadar pameran, melainkan ajang perebutan pangsa pasar regional yang semakin kompetitif.
Bandung dan Ciater: Menawarkan Leisure dan Wellness Beyond Bali
Keikutsertaan Truntum Cihampelas Bandung dan Sari Ater Hot Spring menunjukkan bahwa promosi wisata Nusantara ke Malaysia mulai berani menonjolkan alternatif beyond Bali. Truntum Cihampelas hadir di National MATTA Fair dan memposisikan diri bukan hanya sebagai hotel bintang empat di jantung kota, tetapi sebagai pengalaman leisure lengkap: dari rooftop The Pohaci Sky Lounge, panorama pegunungan, hingga floating breakfast yang dirancang untuk pasar yang gemar short getaway. Di sisi lain, Sari Ater Hot Spring di Ciater, Subang, menawarkan narasi wellness berbasis alam, berendam di sumber air panas alami dengan suasana pegunungan yang banyak ditanyakan pengunjung sejak pameran dibuka. Menariknya, dua brand ini tidak sekadar menjual kamar, tetapi gaya liburan Jawa Barat yang menggabungkan kenyamanan urban Bandung dengan relaksasi pegunungan Ciater, arah promosi yang tepat untuk wisatawan Malaysia yang familiar namun belum puas dengan satu kota saja.
| Aspek | Truntum Cihampelas | Sari Ater Hot Spring |
|---|---|---|
| Jenis pengalaman | Leisure kota & rooftop lounge | Wellness alam & pemandian air panas |
| Lokasi | Pusat Kota Bandung | Ciater, Kabupaten Subang |
| Daya tarik utama | Panorama kota & pegunungan, floating breakfast | Sumber air panas alami, suasana pegunungan |

Lombok dan Sumbawa: Target Rp30 Miliar dan Narasi Destinasi Mendunia
Pelaku industri pariwisata NTB datang ke MATTA Fair Malaysia dengan agenda yang jauh lebih ofensif: menjadikan destinasi Lombok Sumbawa sebagai destinasi mendunia dengan target transaksi Rp30 miliar dari rangkaian promosi table top dan pameran. Dalam table top, 12 seller dari hotel dan agen perjalanan bertemu sekitar 60 buyer Kuala Lumpur untuk menawarkan paket ke Lombok dan Sumbawa, termasuk produk yang belum populer seperti wisata hiu paus di Sumbawa, spot surfing di Bangko-Bangko dan Lakey, Desa Wisata Kembang Kuning, serta berbagai gili. "Pihaknya menargetkan transaksi sekitar Rp5 miliar dari table top dan Rp25 miliar dari MATTA Fair, sehingga total Rp30 miliar," kata Sahlan M. Saleh. Angka ini menunjukkan keyakinan bahwa wisatawan Malaysia cocok dengan kombinasi wisata bahari, petualangan, dan desa wisata, asalkan promosi dilakukan dengan cerita yang tajam, bukan sekadar brosur pantai.
MATTA Fair sebagai Laboratorium Pasar Asia Tenggara
Peran MATTA Fair Malaysia sekarang jauh melampaui fungsi pameran; ia menjadi laboratorium pasar Asia Tenggara tempat pelaku pariwisata menguji narasi destinasi dan paket liburan langsung di depan konsumen yang sensitif harga namun haus pengalaman baru. Pengunjung tidak hanya melihat etalase destinasi, tetapi juga polesan promo perjalanan: diskon tiket pesawat, paket domestik dan internasional, hingga kesempatan menyusun rencana perjalanan dengan harga lebih menarik. Bagi brand seperti Bandung Sari Ater dan pelaku NTB, ruang tanya jawab di stan adalah kanal riset: apa yang paling memicu rasa ingin tahu, titik keberatan wisatawan, dan sejauh mana pasar mengenal produk seperti hiu paus Sumbawa atau pemandian air panas Ciater. Dari MITEC, pelaku pariwisata dapat langsung mengoreksi materi promosi, menyesuaikan harga paket, dan menyusun kolaborasi dengan maskapai serta agen Malaysia secara lebih realistis dibanding kampanye digital tanpa tatap muka.

Beyond Bali: Saatnya Memperkuat Portofolio Destinasi Nusantara
Keberanian mengusung Bandung, Ciater, Lombok, dan Sumbawa di MATTA Fair menandai pergeseran penting: pariwisata Indonesia tidak boleh terus bergantung pada satu ikon pantai. Pasar Malaysia dinilai potensial karena kedekatan geografis, penerbangan langsung, dan kesamaan budaya, sehingga ideal sebagai batu loncatan sebelum ekspansi ke pasar yang lebih jauh seperti China, Korea, Eropa, dan Amerika pada 2027. Strategi diversifikasi destinasi beyond Bali bukan sekadar memperbanyak brosur, tetapi membangun portofolio yang saling melengkapi: leisure kota Bandung, wellness pegunungan Ciater, petualangan bahari Lombok, dan pengalaman unik hiu paus Sumbawa. Jika konsisten, MATTA Fair dapat menjadi platform tahunan untuk menguji, menguatkan, dan mengkomunikasikan identitas wisata Nusantara yang lebih kaya. Kesimpulannya, memenangkan pasar Malaysia adalah langkah logis menuju pengakuan global, asal promosi berani menonjolkan ragam dan kedalaman pengalaman, bukan cuma nama besar yang itu-itu saja.






