Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Teknik Highlighter dan Contour untuk Setiap Jenis Kulit

Teknik Highlighter dan Contour untuk Setiap Jenis Kulit
Minat|Tren Makeup

Memahami Peran Highlighter dan Contour pada Wajah

Highlighter dan contour adalah teknik makeup untuk menambah dimensi wajah dengan meniru efek cahaya dan bayangan, sehingga fitur wajah terlihat lebih terangkat, terdefinisi, dan proporsional tanpa mengubah bentuk asli wajah secara ekstrem.

Sebelum mulai bereksperimen, penting tahu bahwa kunci hasil yang harmonis bukan sekadar teknik, tetapi pemilihan shade yang sesuai undertone kulit, termasuk olive, warm, dan cool. Untuk kulit olive, misalnya, keberhasilan highlighter dan contour sangat bergantung pada warna yang dipilih agar tidak membuat wajah tampak abu-abu atau kemerahan berlebihan. Pendekatan yang tepat membuat wajah tampak dimensional namun tetap natural, bukan mengkilap di seluruh permukaan. Fokus artikel ini adalah membantu kamu menempatkan dan memilih warna highlighter serta contour secara strategis, sehingga bisa dipakai sehari-hari tanpa terasa berat maupun berlebihan.

AspekHighlighterContour
Fungsi utamaMenangkap dan memantulkan cahayaMenciptakan bayangan lembut
Efek visualMemberi kesan kulit sehat dan terangkatMenyamarkan dan menajamkan bentuk wajah
Risiko jika berlebihanWajah tampak sangat mengkilapWajah tampak kotor atau terlalu tajam

Memilih Shade Highlighter dan Contour Berdasarkan Undertone

Undertone kulit menentukan seberapa menyatu warna highlighter dan contour dengan rona alami wajah. Kulit olive, yang punya yellow-green undertone, membutuhkan pendekatan khusus. Untuk contour, hindari warna dengan warm atau bronzy undertone yang dominan oranye karena dapat membuat kulit olive tampak kemerahan dan tidak natural. Pilih warna cool taupe, grey-brown, atau ashy brown yang berunsur abu-abu halus agar hasilnya mirip bayangan alami di kulit olive tanpa mengubah karakter warnanya.

Pada sisi highlighter, jauhi warna icy white atau pink yang sangat dingin karena berpotensi terlihat bertepung atau ashy di kulit olive. Shade terbaik untuk highlighter dengan undertone olive adalah champagne, golden-bronze, atau soft rose gold yang menyatu mulus dengan yellow-green undertone dan memberi efek glow sehat, bukan kilap berlebihan. Secara umum, pemilik undertone warm biasanya cocok dengan warna keemasan, sedangkan undertone cool lebih serasi dengan nuansa pearl atau soft pink. Dengan cara ini, setiap aplikasi highlighter dan contour akan tampak menyatu, bukan berdiri terpisah dari warna kulit.

Teknik Highlighter dan Contour untuk Setiap Jenis Kulit

Area Wajah yang Tepat dan yang Sebaiknya Dihindari

Tidak semua area wajah cocok diberi highlighter. Mengaplikasikan produk ini di bagian yang salah dapat membuat tekstur kulit, minyak, atau garis halus semakin menonjol. Untuk pemilik kulit berminyak, area T-zone (dahi, hidung, dagu) sudah memproduksi kilap alami lebih banyak, sehingga penempatan highlighter di sana harus sangat presisi agar tidak memperparah kilap berlebihan. Alihkan fokus ke area yang lebih aman seperti tulang pipi bagian atas, tulang bawah alis (brow bone), dan sedikit di ujung hidung (tip of the nose) agar wajah tetap tampak segar tanpa terlihat berminyak.

Ada pula area yang sebaiknya dihindari, seperti garis senyum dan lipatan sekitar bibir. Highlighter di bagian ini akan membuat perhatian tertuju pada lipatan yang muncul ketika wajah bergerak, sehingga tampilan bisa terlihat kurang halus. Penggunaan highlighter bukan berarti seluruh wajah harus tampak berkilau; aplikasi yang terarah justru membantu menonjolkan dimensi wajah secara natural dan membuat hasil makeup terlihat lebih rapi. Dengan kata lain, pikirkan highlighter sebagai alat untuk menonjolkan titik-titik terbaik wajah, bukan lampu sorot untuk seluruh permukaan kulit.

Teknik Highlighter dan Contour untuk Setiap Jenis Kulit

Langkah-Langkah Aplikasi Highlighter dan Contour yang Terarah

Aplikasi yang berurutan membantu highlighter dan contour menyatu dengan makeup lain, terutama ketika kamu menyesuaikan penempatan dengan jenis kulit dan undertone. Berikut urutan yang bisa kamu ikuti dan modifikasi sesuai kebutuhan, sambil tetap menjaga agar kilau dan bayangan terlihat alami.

  1. Mulai dari wajah yang sudah dibersihkan dan diratakan dengan base makeup pilihanmu, lalu pastikan area T-zone tidak terlalu licin.
  2. Tentukan undertone kulit (olive, warm, atau cool), lalu pilih shade contour yang meniru bayangan alami serta highlighter yang menyatu dengan rona dasar kulit.
  3. Untuk kulit olive, gunakan contour bernuansa cool taupe, grey-brown, atau ashy brown agar tidak tampak oranye atau kemerahan di wajah.
  4. Aplikasikan contour di area yang ingin dikoreksi bentuknya, seperti sisi hidung, bawah tulang pipi, dan garis rahang, dengan tekanan ringan agar hasilnya lebih lembut.
  5. Pilih area aman untuk highlighter: tulang pipi bagian atas, brow bone, dan sedikit di ujung hidung, lalu hindari tengah dahi, sepanjang batang hidung, dan dagu agar kilap tidak berlebihan.
  6. Jangan aplikasikan highlighter di garis senyum dan lipatan sekitar bibir supaya garis halus tidak semakin menonjol ketika kamu tersenyum atau berbicara.
  7. Rapikan keseluruhan aplikasi dengan menggabungkan batas highlighter dan contour sampai tampak mulus, sehingga dimensi wajah terdefinisi tapi tetap terlihat natural dan rapi.

Urutan ini membantu kamu mengontrol di mana kilau dan bayangan muncul. Dengan menempatkan highlighter hanya di titik-titik terpilih dan contour di area yang membutuhkan definisi, kamu mendapatkan wajah yang tampak terstruktur tanpa efek "topeng". Ingat, lebih baik menambah perlahan daripada mengaplikasikan terlalu banyak di awal.

Kesimpulan: Dimensi Natural Tanpa Kilap Berlebihan

Highlighter dan contour bisa sangat menguntungkan bila kamu menghormati karakter kulit sendiri: jenisnya, teksturnya, dan undertone-nya. Untuk kulit olive, memilih shade contour yang dingin dan highlighter dalam nuansa champagne, golden-bronze, atau soft rose gold membantu hasil menyatu dengan yellow-green undertone tanpa tampak abu-abu atau bertepung. Menghindari area yang rentan kilap seperti tengah dahi, batang hidung, dan dagu, sekaligus menahan diri untuk tidak memberi highlighter di garis senyum dan lipatan sekitar bibir, akan membuat makeup tampak lebih rapi dan profesional.

Pada akhirnya, teknik ini layak dicoba jika kamu ingin wajah terlihat lebih dimensional namun tetap natural untuk sehari-hari maupun acara khusus. Perhatikan penempatan, hormati batas kilap, dan gunakan warna yang menyatu dengan undertone kulitmu. Dengan cara itu, highlighter dan contour tidak lagi terasa rumit, melainkan menjadi langkah kecil yang memberi perbedaan besar pada keseluruhan tampilan.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!