Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Pengrajin Kulit Garut Menembus Pasar Asia Lewat Jalur Ekspor

Pengrajin Kulit Garut Menembus Pasar Asia Lewat Jalur Ekspor
Minat|Industri Fashion

Ekspor Kulit Garut: Dari Bengkel Kecil ke Jaringan Asia

Pengrajin kulit Garut adalah pelaku usaha kecil dan menengah yang mengolah kulit menjadi produk seperti tas dan jaket, lalu mengirimkannya ke pasar regional Asia melalui jalur pengiriman lintas negara yang kini semakin mudah diakses dan terhubung dengan jaringan logistik modern.

Kunci cerita ini bukan pada romantika kerajinan tangan, melainkan pada fakta bahwa tas dan jaket kulit lokal dari Garut kini menjangkau konsumen di luar negeri, salah satunya melalui pengiriman ke Malaysia. Ini menandai pergeseran penting: barang yang dulu hanya berputar di pasar lokal, sekarang ikut mengisi permintaan di pasar Asia Tenggara. Pengiriman lintas negara yang awalnya digunakan keluarga pekerja migran, kini menjadi jalur ekonomi baru bagi pengrajin kulit Garut untuk memperluas pasar dan menambah nilai usaha mereka.

Pengrajin Kulit Garut Menembus Pasar Asia Lewat Jalur Ekspor

Logistik Sebagai Tulang Punggung: Mengapa Jalur Malaysia Jadi Gerbang

Pengiriman barang dari Garut ke luar negeri awalnya dikenal sebagai cara memenuhi kebutuhan keluarga, seperti ketika Taopik rutin mengirim pakaian dan makanan untuk istrinya yang bekerja di Singapura. Namun perkembangan logistik mengubah fungsi layanan ini: jalur yang sama kini dipakai pengrajin kulit untuk mengirim tas dan jaket ke konsumen, salah satunya di Malaysia.

Priyanto, mitra agen pengiriman di Garut sejak 2020, mengakui Malaysia sebagai salah satu tujuan pengiriman yang cukup ramai, dengan produk pengrajin lokal—terutama tas dan jaket kulit—ikut mengalir lewat paket-paket usaha. Layanan internasional seperti INTERPACK yang dapat mengirim ke lebih dari 50 negara di lima benua memberi kepastian bahwa akses pasar tidak lagi berhenti di perbatasan. "Kami senang bisa ikut membantu pengrajin lokal untuk memperluas jangkauan produknya hingga ke pasar luar negeri," ujar Priyanto.

Belajar dari Bandung: Bukti Pasar Asia Tenggara Tak Lagi Jauh

Jika Garut membuktikan tas kulit lokal mampu menembus Malaysia, Bandung menunjukkan bahwa tas kain buatan anak muda pun mampu duduk di rak-rak pasar Asia Tenggara. Brand tas Artch bermula dari keresahan Fahri Muhamad Ridwan dan delapan teman Karang Taruna yang belum mendapat pekerjaan setelah lulus kuliah pada akhir 2015. Dengan modal pribadi Rp500.000, Fahri membuat tas serut futsal dari sisa label usaha kaus dan sweater yang pernah ia rintis pada 2011.

Kini, di ruang produksi mereka, sekitar 7.000 produk tas lahir setiap minggu dengan melibatkan sekitar 100 tenaga kerja melalui sistem vendor. Melalui marketplace dan Program Ekspor Shopee, Artch memasarkan produknya ke Singapura, Malaysia, Filipina, dan Thailand—pasar inti Asia Tenggara. Salah satu pernyataan penting dari perjalanan mereka adalah: "Shopee menyumbang sekitar 75 persen dari total penjualan, sementara ekspor pada kondisi tertentu dapat mencapai sekitar 40 persen," ujar Muhammad Fauzi. Ini membuktikan pasar regional bukan teori, melainkan sumber omzet nyata.

Pengrajin Kulit Garut Menembus Pasar Asia Lewat Jalur Ekspor

Daya Saing Tas dan Jaket Kulit Lokal di Pasar Regional

Tas dan jaket kulit dari Garut tidak mungkin rutin dikirim ke Malaysia jika tidak punya daya saing. Fakta bahwa pengiriman lintas negara dipakai untuk kebutuhan usaha, bukan hanya keluarga, menunjukkan adanya permintaan yang konsisten terhadap tas kulit lokal. Produk ini menawarkan kombinasi yang sulit disaingi: kualitas material, keterampilan pengerjaan, dan harga yang umumnya masih terjangkau bagi konsumen Asia.

Di sisi lain, pengalaman Artch membuktikan bahwa produk tas buatan Jawa Barat—meski bukan kulit—mampu menembus Singapura, Malaysia, Filipina, dan Thailand berkat pemanfaatan marketplace dan program ekspor digital. Dari tongkrongan anak muda di sebuah kompleks, mereka menjadi usaha yang membawa tas buatan Bandung menembus pasar Asia Tenggara. Artinya, jika tas berbahan kain bisa diterima, tas dan jaket kulit dengan citra lebih premium pun punya peluang besar untuk mengisi ceruk pasar yang mencari kualitas sekaligus cerita autentik dari pengrajin kulit Garut.

Pengrajin Kulit Garut Menembus Pasar Asia Lewat Jalur Ekspor

Arah Berikutnya: Menjadikan Garut Simbol Brand Kulit Asia

Strategi ekspor regional yang berlangsung hari ini sebetulnya baru tahap awal. Pengiriman barang ke luar negeri yang tadinya sebatas jalur kebutuhan keluarga, kini menjadi tulang punggung baru pertumbuhan ekonomi untuk pengrajin lokal Garut. Dengan tas dan jaket kulit yang rutin dikirim ke Malaysia, terbukti pengrajin kulit Garut sudah berhasil membuka akses pasar baru melalui pengiriman internasional ke negara tetangga.

Pelajarannya jelas: akses logistik internasional tersedia, pasar Asia Tenggara sudah terbukti menyerap produk tas dari Bandung dan Garut, dan pengrajin lokal punya kualitas untuk bersaing. Tantangannya sekarang bukan menemukan pasar, melainkan membangun konsistensi produksi dan merek. Jika pengrajin kulit Garut mampu menyatukan kualitas, cerita lokal, dan strategi digital seperti yang dilakukan Artch, Garut bukan hanya dikenal sebagai daerah penghasil kulit, tetapi dapat menjadi simbol brand kulit regional yang diingat konsumen Asia.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!