Mengapa HORI Arcade Classic Pro Penting untuk Ekosistem Switch 2
HORI Arcade Classic Pro adalah controller Switch 2 modular berukuran besar dengan empat modul stick dapat ditukar—arcade stick delapan arah, trackball, paddle, dan loop lever—yang dirancang untuk mengakomodasi berbagai gaya bermain game arcade, fighting, dan shooting dalam satu perangkat customizable gaming controller. Inovasi ini bukan sekadar gimmick; ia menjawab kekosongan nyata di ekosistem Switch 2, di mana controller bergaya arcade klasik masih sulit ditemui meskipun banyak judul lawas dan koleksi Arcade Archives hadir di platform yang sama. Pendekatan HORI terasa berani: alih-alih menambah satu lagi pad standar, mereka membangun solusi yang menempatkan kendali sebagai pusat pengalaman. Dengan modul yang bisa dipindah ke sisi kiri atau kanan, konfigurasi Arcade Classic Pro bisa mengikuti kebiasaan pemain dan genre game, bukan memaksa pemain beradaptasi dengan bentuk controller yang itu-itu saja. Untuk penggemar arcade yang serius, ini adalah pernyataan bahwa Switch 2 layak dijadikan mesin utama bermain game klasik, bukan sekadar perangkat portable kasual.

Desain Modular: Satu Basis, Empat Karakter Kontrol Berbeda
Keunggulan utama HORI Arcade Classic Pro ada pada sistem modul yang memungkinkan pemain mengganti jenis kontrol sesuai selera dan kebutuhan genre. Semua modul—arcade stick delapan arah, trackball, paddle berbentuk dial, dan loop lever—sudah termasuk dalam paket penjualan, sehingga tidak ada lagi kebingungan membeli aksesori terpisah. Yang menarik, modul tersebut bisa ditempatkan di sisi kiri atau kanan, memberi kebebasan konfigurasi apakah pemain lebih nyaman menjadikan tangan kanan sebagai pengendali utama atau sebaliknya. Format modular ini tepat sasaran karena banyak game arcade lama tidak dirancang hanya dengan joystick plus tombol standar; beberapa meminta kendali berbasis bola, dial, atau kombinasi arah dengan rotasi. HORI bahkan memungkinkan kombinasi dua modul berbeda sekaligus, membuat satu controller mampu bermain berbagai jenis game tanpa perlu bongkar-pasang perangkat lain setiap kali ingin berpindah genre. Itu bentuk nyata dari customizable gaming controller yang terasa punya tujuan, bukan sekadar fitur marketing.
Siapa yang Akan Diuntungkan dari Controller Premium Ini?
Arcade Classic Pro jelas bukan produk untuk semua pengguna, dan di situlah daya tarik sekaligus batasannya. HORI menargetkan controller ini untuk pemain game fighting, shooting, serta kolektor judul Arcade Archives yang ingin pengalaman sedekat mungkin dengan mesin arcade fisik. Dimensi sekitar 50 × 29 × 11 cm dengan bobot sekitar 2 kg sebelum modul dipasang membuatnya terasa seperti panel arcade sungguhan, bukan mainan ringan di meja kopi. Pada sisi teknis, perangkat ini adalah aksesori berlisensi resmi yang kompatibel dengan Switch 2, Nintendo Switch, Switch OLED, serta PC Windows 11 menggunakan input XInput dan mouse. Namun di Switch 2, ia ditujukan untuk mode TV atau docked, sehingga tidak relevan bagi pemain yang lebih suka bermain portabel. Fungsi rapid fire dengan pilihan 5, 10, atau 20 input per detik serta fitur Assign untuk memetakan ulang tombol memberi ruang eksperimen bagi pemain kompetitif. Kalau Anda tipe pemain yang rela mengatur layout demi satu frame ekstra di game fighting, controller ini dibuat untuk Anda.
Keterbatasan: Kabel, Fitur yang Hilang, dan Soal Ketersediaan
Sebagus apa pun konsep modularnya, HORI Arcade Classic Pro datang dengan beberapa kompromi yang tidak bisa diabaikan. Perangkat ini hanya menggunakan koneksi kabel USB Type-A sepanjang sekitar tiga meter dan tidak menyediakan fitur getaran atau gyro. Di PC, kompatibilitasnya terbatas hanya untuk game yang mendukung XInput, tanpa dukungan DirectInput, yang berarti beberapa judul lawas di PC mungkin membutuhkan solusi tambahan. Pendekatan fokus fitur juga terlihat pada lini HORI lain, seperti HORIPAD Turbo bertema Zelda Ocarina of Time yang menawarkan TMR stick dan tombol belakang yang dapat dipetakan, tetapi dengan daya tahan baterai sekitar 10 jam dan tanpa NFC seperti Pro Controller resmi Nintendo. Soal distribusi, belum ada kepastian bahwa koleksi bertema Zelda tersebut akan dipasarkan secara resmi di Amerika Serikat atau secara global, sehingga penggemar di luar Jepang mungkin harus mengandalkan impor jika ingin mendapatkannya lebih awal. Keterbatasan-keterbatasan ini mempertegas bahwa HORI lebih fokus pada sensasi kendali dan desain daripada mengejar semua fitur sekaligus.

Alternatif Unik bagi Controller Standar dan Penutup
Di tengah dominasi controller standar Switch 2 yang serba bisa tetapi cenderung generik, HORI Arcade Classic Pro tampil sebagai alternatif unik yang berani merangkul identitas arcade. Menurut salah satu pengumuman HORI, controller ini hadir "guna mengisi kekosongan" controller arcade klasik di ekosistem Switch 2, dengan sistem modul yang memungkinkan pemain mengganti jenis kontrol sesuai selera. Pendekatan customizable ini membuat pemain berpikir ulang tentang apa itu “controller utama”: bukan lagi satu bentuk untuk semua game, melainkan satu basis yang bisa berubah mengikuti genre. Memang, ketiadaan koneksi nirkabel, getaran, dan gyro membuatnya kurang cocok sebagai controller harian. Namun justru karena itu ia terasa fokus: sebuah alat spesialis untuk penggemar arcade yang ingin pengalaman autentik di ruang tamu. Bagi pemain yang mengutamakan presisi dan nuansa klasik, Arcade Classic Pro menawarkan hal yang tidak akan Anda dapatkan dari controller standar Switch 2—kendali yang bisa dibentuk ulang sesuai permainan dan cara Anda menikmatinya.






