Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Kamar Hotel Penuh saat MotoGP: Menginap di Destinasi Alternatif Lombok

Kamar Hotel Penuh saat MotoGP: Menginap di Destinasi Alternatif Lombok
Minat|Destinasi Luar Negeri

Kamar Mandalika Habis, Saatnya Berpikir di Luar Sirkuit

Topik hotel Lombok MotoGP merujuk pada strategi memilih penginapan yang tidak berada tepat di sekitar Sirkuit Mandalika ketika okupansi hotel di kawasan inti lomba sudah penuh, dengan memanfaatkan kamar Mataram Senggigi serta akomodasi Gili Lombok sebagai alternatif yang tetap terjangkau waktu tempuh dan akses, sehingga penonton MotoGP bisa menikmati balapan sekaligus menjelajahi sudut lain pulau tanpa panik mencari kamar dadakan. Hotel di sekitar Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, telah penuh menjelang Pertamina Grand Prix of Indonesia atau MotoGP Mandalika 2026. Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal bahkan menegaskan bahwa okupansi penginapan Mandalika sudah mencapai 100 persen dan “sudah enggak lagi tempat di sekitar Mandalika”. Jadi, jika Anda masih sibuk menyegarkan situs pemesanan kamar di Kuta Mandalika, kemungkinan besar Anda hanya menghabiskan waktu. Kabar baiknya: solusi tidak ada di radius sirkuit, melainkan di kota-kota dan pulau sekitar yang selama ini Anda anggap sekadar destinasi tambahan.

Mataram dan Senggigi: Basis Logis untuk Penonton MotoGP

Alih-alih memaksa diri menginap di penginapan Mandalika yang sudah tak lagi punya kamar, menjadikan Mataram atau Senggigi sebagai basis perjalanan adalah pilihan yang jauh lebih masuk akal. Lalu Muhamad Iqbal menyebut secara terang bahwa kamar Mataram Senggigi masih tersedia, sementara di lingkar Mandalika sudah 100 persen terisi. Mataram memberi keuntungan kota: akses mudah ke layanan umum dan berbagai tipe hotel Lombok MotoGP dari kelas menengah hingga yang lebih premium. Senggigi, di sisi lain, menawarkan kombinasi boutique hotel dan pantai pasir putih, sekaligus menjadi pelabuhan masuk dari Bali dan kawasan Gili melalui jalur laut. Dari dua area ini, perjalanan ke kawasan Mandalika di selatan memang membutuhkan waktu, tetapi bukan halangan besar jika Anda siap berangkat lebih pagi dan pulang sedikit lebih larut. Menjadikan keduanya sebagai hub menginap berarti mengorbankan sedikit kedekatan ke sirkuit untuk mendapatkan kenyamanan, stok kamar, serta suasana liburan yang lebih seimbang.

Gili: Menggabungkan Pulau Liburan dengan Hari Balapan

Bila tujuan Anda bukan sekadar menonton balap, tetapi juga merasakan sisi lain Lombok sebagai “alternative Bali dengan lebih sedikit keramaian” dan dosis aksi MotoGP dalam satu perjalanan, menginap di akomodasi Gili Lombok adalah langkah cerdas. Iqbal menegaskan kamar masih tersedia di kawasan tiga Gili, termasuk Gili Air dan Gili Trawangan. Pulau-pulau ini memang bukan pilihan paling dekat ke sirkuit, tetapi menawarkan suasana pulau kecil yang santai dengan akses kapal menuju Senggigi sebagai gerbang ke daratan utama. Strateginya sederhana: jadikan Gili sebagai rumah liburan, lalu sisihkan hari-hari balapan untuk penyeberangan pagi ke Lombok utama dan perjalanan darat ke Mandalika. Anda akan sedikit lebih lelah dibanding menginap di Kuta, tetapi imbalannya adalah laut jernih, suasana bebas kendaraan bermotor di beberapa pulau, dan sensasi menonton MotoGP dari basis pulau tropis yang ikonik.

Akses ke Sirkuit: Menghitung Waktu Tempuh, Bukan Hanya Jarak

Banyak penonton menganggap menginap jauh dari sirkuit otomatis merepotkan, padahal kuncinya ada pada pengelolaan waktu tempuh. Dari Mandalika, pantai-pantai terbaik di selatan seperti Tanjung Aan dan Selong Belanak digambarkan sebagai “short ride away” dari kawasan resort; artinya, logika serupa bisa diterapkan untuk perjalanan harian dari hub menginap Anda menuju sirkuit. Senggigi disebut sekitar satu setengah jam ke selatan jika Anda membandingkan dengan Secret Gilis di pantai barat daya, sehingga kisaran waktu ini bisa Anda gunakan sebagai patokan kasar untuk mengatur keberangkatan. Kelemahannya, pemerintah daerah secara jujur mengakui masih ada pekerjaan rumah terkait kebersihan, kondisi jalan, dan penerangan di kawasan Mandalika yang perlu terus dibenahi. Artinya, mengandalkan perjalanan malam tanpa persiapan bukan ide bagus. Menginap di luar Mandalika memang menuntut disiplin jadwal dan kesiapan transportasi, tetapi di sisi lain memberi kesempatan menjelajahi lebih banyak sisi Lombok ketimbang hanya mondar-mandir antara hotel dan tribun.

Kenapa Menginap di Area Sekunder Justru Membuat MotoGP Lebih Berarti

Jika Anda datang ke Lombok hanya untuk tidur sedekat mungkin dengan sirkuit, Anda melewatkan gagasan utama pulau ini sebagai destinasi balap sekaligus liburan. Pulau ini menawarkan kombinasi pantai selatan dekat Mandalika, hub kafe dan bar di Kuta, hutan dan sunset di Senggigi, hingga pulau-pulau kecil seperti Gili Asahan dan Gili Gede yang masih jarang dikunjungi. Menginap di area sekunder memaksa Anda mengambil rute lebih panjang, tetapi juga membuka kesempatan untuk berhenti di pantai lain, warung lokal, atau bahkan merencanakan pendakian Rinjani beberapa hari sebelum atau sesudah balapan. Di sisi lain, kritik soal kebersihan dan kualitas jalan yang sebaiknya tidak hanya diperbaiki saat MotoGP, melainkan sepanjang tahun, menjadi pengingat bahwa pengalaman Anda juga bergantung pada bagaimana daerah terus berbenah. Intinya, ketika penginapan Mandalika sudah penuh, jangan panik; jadikan itu dorongan untuk merasakan Lombok dengan cara yang lebih luas, bukan keterbatasan.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!