Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Kris Dayanti, Flora Liu, dan Putri Ayu Menghidupkan Kembali Lagu Teresa Teng

Kris Dayanti, Flora Liu, dan Putri Ayu Menghidupkan Kembali Lagu Teresa Teng
Minat|Menyanyi

Malam penghormatan yang menjadikan nostalgia sebagai pengalaman langsung

Konser A Tribute to Teresa Teng adalah pertunjukan penghormatan yang mempertemukan penyanyi dengan orkestra untuk menghidupkan kembali lagu-lagu klasik Teresa Teng di hadapan penonton. Digelar di The Ballroom at Plaza Senayan pada Rabu, 28 Oktober 2026, konser ini mengandalkan daya tarik yang lebih kuat daripada sekadar deretan lagu kenangan: pertemuan karakter vokal yang berbeda dalam suasana akrab. Kris Dayanti membuka acara pukul 19.00 WIB, sementara Flora Liu dari Shanghai dan Putri Ayu melengkapi susunan penampil. Pilihan itu terasa tepat karena lagu-lagu Teresa Teng memang menuntut kelembutan, ketepatan rasa, dan ruang bagi melodi untuk bernapas. Hasilnya, konser Teresa Teng ini terasa seperti ajakan untuk kembali mendengarkan, bukan hanya mengenang dari kejauhan.

Kris Dayanti, Flora Liu, dan Putri Ayu Menghidupkan Kembali Lagu Teresa Teng

Kris Dayanti dan Flora Liu bertemu lewat Tian Mi Mi

Kris Dayanti membuka pertunjukan dengan Mencintaimu dan Can’t Take My Eyes Off You, dua lagu yang segera mencairkan suasana ballroom. Momen paling kuat dari pembuka itu hadir saat ia berduet dengan Flora Liu membawakan “Tian Mi Mi”, salah satu lagu yang paling lekat dengan nama Teresa Teng. Kolaborasi tersebut bekerja karena terasa sebagai pertemuan, bukan adu vokal: Kris Dayanti membawa wibawa panggungnya, sementara Flora Liu memberi warna yang menghubungkan lagu itu dengan akar musikalnya. Setelah duet, Flora mengambil alih panggung dan menyanyikan Man Bu Ren Sheng Lu, Xiao Cheng Gu Shi, He Ri Jun Zai Lai, Ni Shuo, serta Wo He Ni. Susunan ini memberi konser alur yang jelas—dari pembuka yang akrab menuju inti penghormatan kepada repertoar Teresa Teng.

Kris Dayanti, Flora Liu, dan Putri Ayu Menghidupkan Kembali Lagu Teresa Teng

Putri Ayu menambah warna, orkestra menjaga kehangatan

Flora Liu kemudian mengundang Putri Ayu untuk membawakan Wo Zhi Zai Hu Ni, yang juga dikenal lewat judul Jepang Toki o Nagare ni Mi Wo Makase. Putri Ayu melanjutkan dengan I Have Nothing, I Will Always Love You, Lei de Xiao Yu, Chang Huan, dan Lu Bian de Ye Hua Bu Yao Cai. Perpaduan lagu-lagu itu memberi ruang bagi Putri Ayu untuk menunjukkan jangkauan vokalnya tanpa menggeser pusat acara dari karya Teresa Teng. Di balik penampilan para penyanyi, 50 Piece Orchestra by Astrid Lea di bawah arahan konduktor RM Condro memperluas bunyi dan mempertegas nuansa klasik. Aransemen orkestra menjadi pilihan yang lebih dari sekadar hiasan: ia memberi melodi ruang dan bobot emosional, sekaligus menyatukan repertoar yang beragam dalam satu suasana.

Flora Liu kembali menutup rangkaian utama dengan Mei Hua, Yue Liang Dai Biao Wo De Xin, Ye Lai Xiang, Qing Ren de Guan Huai, Goodbye My Love, dan Shanghai Tan. Seorang penonton bernama Astrid mengatakan ia terhibur dan merasa bernostalgia saat mendengar lagu-lagu Teresa Teng dibawakan langsung bersama orkestra. Reaksi itu merangkum keberhasilan konser: nostalgia terasa hidup karena lagu-lagu tersebut diberi bentuk baru tanpa kehilangan kelembutannya.

Kris Dayanti, Flora Liu, dan Putri Ayu Menghidupkan Kembali Lagu Teresa Teng

Kolaborasi yang menghormati lagu, bukan sekadar mengulangnya

Kekuatan konser ini terletak pada keseimbangan antara kenangan dan interpretasi baru. Kris Dayanti membuka pintu dengan kehadiran panggung yang mantap; duetnya bersama Flora Liu memberi “Tian Mi Mi” titik temu lintas suara; Putri Ayu menambah lapisan warna; dan orkestra memberi keseluruhan pertunjukan napas yang lebih lebar. Tidak semua lagu perlu diubah drastis agar terasa segar—di sini, pengolahan orkestra dan pergantian penyanyi sudah cukup untuk membuat repertoar klasik terdengar kembali dekat. A Tribute to Teresa Teng berhasil karena tetap menempatkan lagu-lagunya sebagai pusat, sembari membiarkan para penampil membawa kepribadian masing-masing. Pada akhirnya, konser ini bukan sekadar perayaan masa lalu, melainkan pengingat bahwa melodi yang kuat dapat terus menemukan pendengar baru.

Kris Dayanti, Flora Liu, dan Putri Ayu Menghidupkan Kembali Lagu Teresa Teng

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!