REEV: motor listrik menggerakkan, bensin memperpanjang perjalanan
Chery J6T CSH REEV adalah SUV yang menggerakkan roda dengan motor listrik, sementara mesin bensinnya berfungsi sebagai generator untuk memasok listrik ke baterai, bukan sebagai penggerak roda langsung. Susunan ini menjanjikan rasa berkendara elektrik tanpa membuat perjalanan jauh bergantung sepenuhnya pada ketersediaan stasiun pengisian. Model ini memakai dua motor penggerak, sistem Intelligent All-Wheel Drive, baterai LFP 33,67 kWh, serta mesin turbo bensin 1.500 cc sebagai generator. Dalam test drive Chery, karakter motor listrik terasa halus dan kabin senyap, kualitas yang lebih berarti dalam lalu lintas padat daripada angka akselerasi yang belum sempat diuji di jalan raya. Rute Bogor–Tol Jagorawi–Tol Serpong–BSD City sepanjang 110 km ditempuh dalam kondisi lalu lintas padat dan jalan yang tidak mendukung pengujian akselerasi.

Klaim lebih dari 1.000 km: menarik, tetapi pahami syaratnya
Daya tarik terbesar SUV REEV Chery ini ialah klaim jarak tempuh gabungan lebih dari 1.000 km saat baterai dan tangki bensin terisi penuh. Angka itu berpotensi mengurangi kecemasan mencari SPKLU ketika bepergian jauh, tetapi bukan jaminan bahwa mobil akan menempuh jarak yang sama dalam semua kondisi. Jarak tempuh J6T perlu dibaca bersama angka berkendara listrik murni: sekitar 190 km menurut siklus NEDC dengan baterai penuh, sebelum mesin bensin perlu menyuplai energi. Bagi calon pembeli, pembeda utamanya bukan sekadar seberapa jauh mobil dapat melaju, melainkan pilihan memakai listrik untuk perjalanan harian dan bensin sebagai sumber energi cadangan ketika pengisian sulit ditemukan. Klaim lebih dari 1.000 km layak menjadi nilai tambah, bukan satu-satunya alasan membeli. Konsumsi nyata dan pola perjalanan pemilik tetap menentukan manfaatnya.

Torsi spontan menyenangkan, tetapi ban aspal membatasi
Pengujian di jalur berlumpur Hongyang Mountain memperlihatkan sisi paling seru sekaligus paling menuntut dari J6T CSH: tenaga motor listrik datang spontan. Dengan tenaga yang dilaporkan mencapai 422 dk, torsi 505 Nm, dan jarak bebas tanah 220 mm, mobil bisa melakukan power slide ketika roda kehilangan cengkeraman saat menikung. Respons itu menghibur pengemudi yang gemar aktivitas luar ruang, tetapi injakan gas berlebihan membuat roda mudah berputar tanpa traksi yang cukup. Catatan pentingnya, unit uji memakai ban aspal, bukan ban Mud-Terrain yang lebih sesuai untuk lumpur. Saat roda selip, pengemudi perlu mengurangi gas, mengoreksi arah, lalu menambah tenaga secara bertahap. Dengan kendali yang halus, mobil mengikuti koreksi di tikungan; kesalahan kecil pada pedal bisa membuat pengalaman terasa lebih menegangkan daripada nyaman. Jadi, kemampuan off-road-nya menarik, tetapi ban standar pada unit uji bukan pasangan ideal untuk medan berlumpur.

Kenyamanan dan harga masih perlu dipastikan
Untuk penggunaan harian, motor listrik menjanjikan akselerasi halus dan kabin yang senyap. Namun, pengujian jalan raya berlangsung dalam lalu lintas padat sehingga klaim akselerasi 0–100 km/jam dalam 5,5 detik belum dapat diverifikasi. Ban berukuran 265/45 R21 pada pelek 21 inci memberi tampilan gagah, tetapi uji lumpur menunjukkan bahwa ukuran besar saja tidak menjamin cengkeraman sesuai medan. Harga resmi varian CSH REEV masih dinantikan. Sebagai patokan yang sudah disebutkan, harga J6 tercatat Rp565.500.000, J6 IWD Rp630.500.000, J6T Rp585.500.000, dan J6T IWD Rp650.500.000; versi CSH REEV diperkirakan berada di atas varian tertinggi tersebut. Karena belum ada harga pasti, calon pembeli sebaiknya menunggu pengumuman resmi sebelum menilai apakah tambahan teknologi dan jarak tempuh sepadan.
Kesimpulannya, Chery J6T CSH REEV menawarkan kompromi yang masuk akal bagi pembeli yang menyukai rasa berkendara elektrik, rutin menempuh perjalanan jauh, dan sesekali mencari jalur petualangan. Klaim lebih dari 1.000 km memberi ketenangan, sedangkan torsi spontan menghadirkan karakter yang hidup. Namun, performa di lumpur sangat dipengaruhi traksi ban dan kendali pengemudi, sementara harga resmi belum tersedia. Tunggu angka harga dan, bila memungkinkan, coba mobil di rute yang mencerminkan pemakaian sehari-hari sebelum memutuskan.







