Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Penyanyi Indie Tolak Streaming, Kembali ke iPod

Penyanyi Indie Tolak Streaming, Kembali ke iPod
Minat|Menyanyi

Anti-Streaming sebagai Pernyataan: Apa yang Dilakukan Julia Jacklin?

Fenomena penyanyi indie yang menolak budaya streaming musik adalah sikap sadar seorang musisi untuk mengambil jarak dari platform digital, kembali ke cara mendengarkan musik yang lebih pelan dan terkurasi, demi melindungi kesehatan mental, menjaga fokus kreatif, dan memulihkan hubungan personal dengan karya yang ia dengar dan ciptakan sendiri. Di antara nama-nama yang mulai mempertanyakan arus utama platform digital, Julia Jacklin muncul sebagai sosok yang paling terang menyuarakan keresahan itu. Penyanyi asal Australia ini secara terbuka mengaku tidak menggunakan layanan streaming untuk mendengarkan musik. Bukan karena gagap teknologi, melainkan karena ia merasa format konsumsi yang serba instan membuat hubungan intimnya dengan musik retak. Di titik ketika algoritma dan playlist menjadi mata uang baru industri, Julia memilih berdiri di luar sistem dan menjadikannya bagian dari identitas artistiknya.

Streaming Musik, Stres, dan Kesehatan Mental Musisi

Keputusan Julia menolak streaming musik lahir dari pengalaman pribadi berhadapan dengan stres digital. Ia menyadari bahwa kesehatan mentalnya saat menikmati musik terganggu oleh layanan streaming, sampai membuatnya tidak bisa fokus. Akses ke jutaan lagu dalam satu genggaman terdengar seperti kebebasan, tetapi baginya berubah menjadi sumber tekanan. "Memiliki akses ke seluruh musik di dunia dalam satu genggaman justru membuat saya stres dan bingung memilih," ujarnya. Setiap kali hendak menekan tombol play, pikirannya terpecah: ada jutaan opsi lain yang belum ia dengar. Inilah inti masalah streaming musik stres: berlimpahnya pilihan mengikis kedekatan, memicu FOMO, dan mengganggu konsentrasi. Julia merasakan hubungan pribadinya dengan musik jadi rusak. Ketika mendengarkan musik pun menguras mental, wajar jika seorang musisi mulai mempertanyakan apakah semua kecanggihan digital benar-benar menguntungkan mereka sebagai seniman.

iPod dan Kembali ke Cara Mendengarkan Musik yang Intentional

Alih-alih menyerah pada algoritma, Julia memilih mundur dan kembali ke teknologi yang lebih sederhana: pemutar musik portabel klasik seperti iPod. Di era segala sesuatu tersambung ke internet, keputusan ini terasa nyaris radikal. Dengan iPod, daftar lagu bukan hasil kurasi mesin, tetapi pilihan sadar yang terbatas dan dimuat manual. Ia menyebut langkah ini bekerja sangat baik dan membuatnya merasa kembali ke masa remaja. Di sini terlihat filosofi iPod musik independen: perangkat menjadi ruang privat, bukan etalase raksasa yang terus mendorong lagu baru. Julia tidak memikirkan algoritma maupun strategi agar lagunya masuk playlist digital saat menulis, karena ia sendiri tidak mengonsumsi musik melalui platform streaming. Sikap ini memberi pesan tegas: bagi sebagian artis yang hendak menjaga kesehatan mental musisi, kontrol atas cara mereka mendengar musik sama pentingnya dengan kontrol atas cara mereka merilisnya.

The Gem: Mengambil Waktu, Menolak Kecepatan Industri

Filosofi anti-streaming Julia berlapis dengan pilihan kreatif di album terbarunya, The Gem. Album ini akan dirilis pada 25 September 2026 dan memuat 10 lagu, termasuk “Get Away From Me (I Think I’ll Love You Soon)” yang telah dirilis pada 15 Juni. Menariknya, The Gem sempat dirombak ulang selama hampir satu tahun, padahal proses mixing dan mastering sebelumnya sudah selesai. Dorongan industri untuk merilis karya tiap tiga tahun membuatnya dulu terburu-buru, sampai ia sadar ia tidak punya alasan jelas untuk berlari sekencang itu. Ia memilih menikmati proses, bekerja dengan rekan musisi dekat, dan memberi waktu bagi materi untuk matang. Versi kedua album ini terasa lebih mantap dan berkarakter, sekaligus memberinya kepuasan batin dan kepercayaan diri yang lebih tinggi. Di tengah industri yang memuja kecepatan dan siklus rilis tanpa henti, sikap Julia adalah bentuk perlawanan: musik layak mendapat waktu, bukan sekadar slot di aplikasi ponsel.

Pub Kecil, Suara Pintu, dan Mimpi Musik sebagai Pelarian

Judul The Gem diambil dari nama pub favorit Julia, tempat yang ia kenang sebagai ruang hangat ketika baru pindah ke Melbourne dan belum banyak kenalan. Di sana ia menemukan teman, menonton pertunjukan liar dengan crowd-surfing hingga bola disko nyaris merobohkan langit-langit. Studio rekaman Rat Shack Studios yang berada tepat di atas pub itu membuat suara band dari lantai bawah dan pintu yang dihempas ikut masuk ke beberapa rekaman. Bukannya dihapus, keunikan ini dirangkul sebagai bagian atmosfer album. Dari sisi musikal, The Gem memuat nuansa jangle rock era ’80-an sebagai penghormatan pada Melbourne, band The Go-Betweens, dan juga band asal kota itu seperti RVG. Di tengah semua pilihan teknis dan estetis, tujuan Julia tetap sederhana dan manusiawi: ia ingin album ini menjadi pelarian sejenak dari kepenatan sehari-hari dan membuat orang istirahat dari memikirkan masalah duniawi terus-menerus.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

Related Products

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!