Gambaran Umum: Dua Tablet Gaming 144Hz yang Menggoda
iQOO Pad 5c dan Vivo Pad 5c adalah dua tablet performa tinggi yang menggabungkan layar 12,1 inci beresolusi 2.8K, refresh rate 144Hz, dan chipset Snapdragon 8s Gen 3 untuk menyasar gamer mobile sekaligus pengguna produktif di segmen kelas menengah, menawarkan alternatif menarik bagi mereka yang menginginkan pengalaman mendekati flagship tanpa harus membeli tablet paling mahal di pasaran. Pendekatan keduanya jelas: menjadi tablet gaming 144Hz yang juga cukup fleksibel untuk kerja, belajar, dan konsumsi multimedia. Namun, meski namanya mirip dan spesifikasinya sejalan, karakter yang ditawarkan berbeda. iQOO tampak agresif di sisi baterai dan ekosistem produktivitas, sementara Vivo lebih menonjolkan kenyamanan visual berkat tingkat kecerahan layar yang tinggi. Untuk pengguna yang bimbang, memahami nuansa perbedaan ini jauh lebih penting daripada sekadar menghafal angka spesifikasi.

Layar 2.8K 144Hz: Sama-Sama Tajam, Vivo Lebih Terang
Kekuatan utama keduanya ada di layar 12,1 inci beresolusi 2.8K yang jelas ditujukan untuk pengalaman visual premium saat bermain game, menonton film, atau mengedit dokumen. Refresh rate 144Hz membuat animasi, scrolling, dan gerakan in-game terasa mulus, menjadikan kedua perangkat kandidat kuat di kategori tablet gaming 144Hz. Di sini, Vivo Pad 5c punya satu kartu truf: tingkat kecerahan hingga 900 nits, sehingga lebih nyaman dipakai di luar ruangan atau ruangan terang. Sementara iQOO Pad 5c menonjolkan panel IPS LCD 2.8K dengan dukungan empat speaker stereo untuk pengalaman multimedia yang lebih imersif. Artinya, jika fokus utama adalah visibilitas di berbagai kondisi cahaya, Vivo sedikit unggul. Jika yang dicari adalah paket audiovisual yang seimbang, iQOO terasa lebih komplet.
| Spec | iQOO Pad 5c | Vivo Pad 5c |
|---|---|---|
| Ukuran layar | 12,1 inci 2.8K, IPS LCD | 12,1 inci 2.8K, LCD |
| Refresh rate | 144Hz | 144Hz |
| Kecerahan maksimum | Belum disebut, fokus pada pengalaman multimedia dan speaker | Mencapai 900 nits |
Performa Snapdragon 8s Gen 3 dan RAM Besar: Serius untuk Gaming
Baik iQOO Pad 5c maupun Vivo Pad 5c sama-sama mengandalkan Snapdragon 8s Gen 3, chipset yang menawarkan performa tinggi sekaligus efisiensi daya yang baik. Dipadukan dengan RAM LPDDR5X hingga 12GB, keduanya jelas ditargetkan untuk menangani multitasking berat, game populer, dan aplikasi produktivitas tanpa tersendat. Pada iQOO Pad 5c, kombinasi ini masih ditambah dengan opsi penyimpanan UFS 3.1 (128GB) dan UFS 4.1 (256GB) sehingga proses baca-tulis file besar responsif. Vivo Pad 5c langsung menawarkan UFS 4.1 hingga 256GB, menegaskan positioning sebagai tablet performa tinggi di segmen menengah. "Chipset ini dikenal memiliki performa tinggi dengan efisiensi daya yang baik, sehingga mampu menangani multitasking maupun game populer dengan lancar," tulis ulasan mengenai iQOO Pad 5c. Dalam praktiknya, gamer dan power user akan mendapatkan rasa flagship tanpa label harga paling premium.
Baterai 10.000mAh dan Fitur AI: Maraton Gaming dan Kerja Serius
Dari sisi stamina, iQOO Pad 5c tampil lebih berani. Baterai 10.000mAh yang dibawanya adalah salah satu nilai jual terbesar, memungkinkan sesi gaming panjang, maraton streaming, atau kerja seharian tanpa harus sering mencari colokan. Fast charging 44W menutup celah ketika daya akhirnya turun. Menariknya, meski baterainya jumbo, tablet ini tetap tipis di 6,62 mm dan bobot sekitar 584 gram, membuatnya masih nyaman dibawa bepergian. Vivo Pad 5c memang tidak merinci kapasitas baterai pada informasi yang tersedia, tetapi menegaskan fokus pada efisiensi daya dari Snapdragon 8s Gen 3. Keduanya dibekali fitur berbasis kecerdasan buatan untuk produktivitas: iQOO lewat OriginOS 6 dengan WPS PC-grade, multi-screen collaboration, wireless printing, dan asisten AI, sementara Vivo juga memasang fitur AI yang menegaskan tablet bukan lagi sekadar alat hiburan, tetapi juga sarana kerja dan belajar yang fleksibel.
Harga, Keterbatasan, dan Siapa yang Sebaiknya Membeli
Dari sisi harga, iQOO Pad 5c sudah terang: mulai 2.699 yuan (sekitar Rp7 jutaan) untuk 8GB/128GB, sekitar Rp7,9 juta untuk 8GB/256GB, dan sekitar Rp9,2 juta untuk varian 12GB/256GB. Angka ini menempatkannya nyaman di kelas menengah dengan rasa flagship. Vivo Pad 5c disebut menyasar segmen menengah dengan spesifikasi yang biasanya ditemui di perangkat premium, meski nominal harga detail belum dipaparkan. Keduanya berbagi kelemahan yang sama: belum ada koneksi seluler, sehingga penggunaan di luar jaringan Wi-Fi akan bergantung pada tethering ponsel atau hotspot lain. Di sisi lain, ini membuat fokus mereka semakin jelas sebagai tablet gaming 144Hz dan kerja berbasis Wi-Fi. Kesimpulannya, iQOO Pad 5c lebih menarik bagi pengguna yang mengutamakan baterai besar 10.000mAh dan ekosistem produktivitas AI yang matang, sementara Vivo Pad 5c menggiurkan bagi mereka yang mementingkan kenyamanan layar terang 900 nits dan performa Snapdragon 8s Gen 3 dalam paket kelas menengah yang seimbang.




