Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

The Market Bloom District: Street Fantasy di DP Mall Semarang

The Market Bloom District: Street Fantasy di DP Mall Semarang
Minat|Rilis Tren

Street Fantasy: Ketikajalan berubah jadi dunia belanja fantasi

The Market Bloom District adalah sebuah gelaran retail experiential di DP Mall Semarang yang mengumpulkan puluhan brand nasional fashion dan lifestyle selama tiga hari, menghadirkan pengalaman belanja langsung bagi keluarga dan anak muda melalui konsep street fantasy yang mengubah area pusat perbelanjaan menjadi ruang fantasi penuh dekorasi bunga raksasa dan suasana jalanan imajinatif. Dari awal, event ini terasa jelas: ini bukan sekadar bazar, tapi percobaan serius bagaimana brand nasional Semarang bisa membangun kedekatan emosional dengan konsumen regional. Dengan agenda 4–6 September, penyelenggara tidak hanya menjual produk, tetapi menjual pengalaman. Keputusan membawa banyak brand yang selama ini hanya ditemui di dunia daring menunjukkan keberanian menguji apakah konsumen Semarang siap untuk format retail yang lebih interaktif dan bernuansa tematik.

The Market Bloom District: Street Fantasy di DP Mall Semarang

80 brand nasional, 110+ tenant: strategi berani mengisi ruang regional

Daya tarik utama The Market Bloom District jelas datang dari skala dan komposisi pesertanya: sekitar 110–115 tenant hadir dengan membawa kurang lebih 70–80 brand nasional. Menariknya, sekitar 85 persen vendor yang dipakai berasal dari luar Semarang, sementara vendor lokal hanya sekitar 10 persen. Konfigurasi ini adalah pernyataan tegas bahwa event ini didesain sebagai "jembatan" antara konsumen regional dan brand yang selama ini hanya hadir di platform daring. Beberapa di antaranya bahkan belum memiliki toko fisik di kota ini. Alih-alih mengulang deretan brand yang sudah akrab di mal-mal Semarang, penyelenggara memilih memicu rasa penasaran. Secara bisnis, langkah ini cerdas: ketika pasar lokal mulai jenuh dengan pilihan yang itu-itu saja, mengundang nama dari Jakarta, Bandung, hingga Surabaya menjadi cara praktis untuk menghidupkan kembali antusiasme belanja.

The Market Bloom District: Street Fantasy di DP Mall Semarang

Konsep street fantasy: retail experiential yang menggugah rasa ingin tahu

Konsep street fantasy bukan hiasan tambahan; ia adalah tulang punggung pengalaman di The Market Bloom District. Jalanan yang biasanya identik dengan trotoar dan lalu lintas kota dihadirkan ulang menjadi dunia fantasi lengkap dengan bunga-bunga berukuran besar yang mengubah area DP Mall Semarang seperti berada di dunia lain. Seperti dijelaskan Christian Kurniawan, tema ini sengaja dibuat “untuk memberikan pengalaman berbeda bagi pengunjung, sekaligus membawa suasana jalanan ke dalam konsep yang lebih imajinatif.” Pendekatan visual yang mencolok membuat aktivitas belanja terasa seperti berjalan di film fantasi, bukan sekadar keluar masuk booth. Di sinilah terlihat bahwa retail experiential bukan jargon: pengunjung diajak menembus setting tematik, memotret, berinteraksi, lalu secara natural bersentuhan dengan produk fashion dan lifestyle di sepanjang “jalan” fantasi tersebut.

Tiga hari, puluhan ribu pengunjung: keluarga dan anak muda jadi poros

Selama tiga hari penyelenggaraan, The Market Bloom District menargetkan 30 ribu hingga 45 ribu pengunjung, merujuk pada pengalaman sebelumnya yang mampu mendatangkan 10 ribu sampai 15 ribu orang per hari. Target ini memperlihatkan kepercayaan diri penyelenggara terhadap selera pasar Semarang. Segmen yang dibidik pun jelas: anak muda yang mengikuti tren fashion, ibu-ibu, dan keluarga, termasuk produk untuk laki-laki dan anak-anak. Menurut Christian, konsumen lokal punya karakter unik: mereka kurang antusias terhadap produk yang sudah tersedia di kota sendiri, tetapi “begitu yang dihadirkan dari Jakarta, Surabaya, atau Bandung, ternyata mereka cukup mengejar brand-brand yang tidak ada di Semarang.” Dengan portfolio produk yang mencakup perempuan, laki-laki, hingga anak-anak, event ini menjadikan mal sebagai arena jalan-jalan sekaligus belanja lintas generasi.

Lebih dari ajang belanja: dampak ekonomi dan masa depan brand regional

Di balik dekorasi bunga raksasa dan booth fashion, The Market Bloom District menyimpan ambisi ekonomi. Christian menegaskan harapan agar event ini “tidak hanya menjadi ajang belanja dan hiburan,” tetapi ikut menggerakkan aktivitas ekonomi dan mendorong daya beli masyarakat. Kolaborasi dengan bank untuk mempermudah transaksi dan memberikan promo khusus semakin menegaskan bahwa ini adalah ekosistem retail yang dipikirkan serius. Bloom District yang sudah memasuki penyelenggaraan pameran ke-16 dan digelar rutin dua kali setahun memperlihatkan bahwa konsep retail experiential bukan tren sesaat. Dengan menjadikan DP Mall Semarang sebagai ruang pertemuan antara masyarakat dan beragam produk fashion dan gaya hidup yang sebelumnya lebih mudah ditemukan secara daring, inisiatif ini mengajukan satu tesis penting: masa depan brand nasional di tingkat regional akan ditentukan oleh kemampuan menghadirkan pengalaman, bukan hanya etalase.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!