Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Sandal Pintar Glucowrap: Langkah Kecil untuk Deteksi Dini Komplikasi Diabetes

Sandal Pintar Glucowrap: Langkah Kecil untuk Deteksi Dini Komplikasi Diabetes
Minat|Wearable Pintar

Glucowrap: Saat Sandal Menjadi Alat Deteksi Dini

Glucowrap adalah sandal pintar kesehatan berbentuk sandal terbuka yang dilengkapi sejumlah sensor untuk memantau tekanan, suhu, dan kelembapan kaki penyandang Diabetes Melitus tipe 2 dengan neuropati perifer, lalu mengolahnya menjadi informasi risiko yang dapat diakses melalui ponsel untuk membantu deteksi dini komplikasi pada kaki.

Kekuatan Glucowrap bukan pada kecanggihannya semata, tetapi pada fokusnya: deteksi diabetes dini di level paling sehari-hari—saat seseorang melangkah. Mahasiswa Universitas Gadjah Mada yang tergabung dalam Program Kreativitas Mahasiswa bidang Karsa Cipta (PKM-KC) mengembangkan wearable sensor inovasi ini khusus untuk penyandang diabetes tipe 2 yang kerap kehilangan sensitivitas pada kaki. Alih-alih menambah fitur ke smartwatch, mereka memindahkan teknologi ke benda yang memang bersentuhan langsung dengan problem: alas kaki. Itu pilihan desain yang berani sekaligus logis.

Sandal Pintar Glucowrap: Langkah Kecil untuk Deteksi Dini Komplikasi Diabetes

Mengapa Sandal, Bukan Sekadar Gadget di Pergelangan Tangan?

Luka kaki diabetik sering berawal dari tekanan, gesekan, dan kelembapan yang tidak terasa karena neuropati perifer. Di sinilah banyak teknologi kesehatan kalah telat: smartwatch menghitung langkah, tetapi tidak tahu apa yang terjadi di telapak kaki. Glucowrap menutup celah itu dengan menjadikan alas kaki sebagai medium utama wearable kesehatan.

Sensor dalam Glucowrap memantau tekanan, suhu, dan kelembapan, lalu mengelompokkan data ke tiga kategori: normal, risiko ringan, dan risiko tinggi. Hasilnya tampil real time di aplikasi ponsel, memberi pengguna kesempatan mengenali gejala awal sebelum menjadi luka serius. Ini bukan sekadar deteksi diabetes dini secara abstrak, tetapi peringatan konkret: kapan kaki mulai berada dalam kondisi berbahaya. Dibandingkan gadget generik, pendekatan spesifik ini jauh lebih relevan dengan kebutuhan medis penyandang diabetes.

Sandal Pintar Glucowrap: Langkah Kecil untuk Deteksi Dini Komplikasi Diabetes

Teknologi Kesehatan Mahasiswa yang Peduli Kenyamanan

Glucowrap menunjukkan bahwa teknologi kesehatan mahasiswa bisa sensitif pada pengalaman pengguna, bukan hanya parameter teknis. Bagian sandal yang bersentuhan dengan kulit memakai biotekstil serat bambu yang diproses dengan kitosan sebagai lapisan antibakteri dan penjaga kondisi kaki. Tambahan fitur stimulasi thermal dan mikrovibrasi berintensitas rendah membuat wearable ini tidak terasa seperti alat medis kaku, tetapi seperti sandal nyaman yang kebetulan pintar.

Dalam uji kelayakan di Klinik Korpagama, pasien menjalani skrining monofilamen Semmes-Weinstein 10 gram, lalu berjalan 15 menit memakai Glucowrap untuk merekam data sensor. Mereka juga diminta menilai kenyamanan sandal dan aplikasinya. Proses ini menunjukkan satu hal penting: inovasi kesehatan yang serius tidak bisa hanya berbasis ide, tetapi harus melalui protokol etik dan uji kenyamanan yang ketat. Tanpa itu, sandal pintar kesehatan akan berhenti di poster lomba, bukan di kaki pasien.

Dari PKM ke Wearable Healthcare yang Relevan dan Terjangkau

Glucowrap lahir dari Program Kreativitas Mahasiswa bidang Karsa Cipta dengan dukungan pendanaan Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan. Ini bukti bahwa skema akademik bukan hanya ajang lomba gagasan, tetapi bisa melahirkan wearable healthcare yang konkret. Kolaborasi lintas disiplin—keperawatan, elektronika, rekayasa elektro, ilmu komputer, hingga kehutanan—membentuk perangkat yang memadukan sensor, aplikasi, dan material ramah kulit dalam satu produk.

Tim Glucowrap sendiri menegaskan bahwa perangkat ini masih tahap pengembangan dan belum menggantikan pemeriksaan medis, melainkan alat bantu pemantauan kaki. Hasil pengujian akan dipakai menyempurnakan desain, kenyamanan, dan kinerja sensor sebelum tahap lanjutan. Ambisi mereka jelas: membuat perangkat yang praktis, terjangkau, dan mudah digunakan oleh penyandang diabetes untuk memantau kondisi kaki secara lebih dini. Jika jalur ini dijaga, Glucowrap bisa menjadi contoh bagaimana wearable sensor inovasi dari kampus menjawab kebutuhan lokal, bukan sekadar meniru tren global.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda. Artikel ini dibuat dengan AI dari sumber yang dipublikasikan dan data produk.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!