Inti Pilihan: Satu Medium SUV, Dua Teknologi Elektrifikasi
Changan Deepal S05 BEV REEV adalah mobil listrik medium SUV dengan dua pilihan teknologi elektrifikasi—Battery Electric Vehicle (BEV) dan Range Extended Electric Vehicle (REEV)—yang dirancang untuk memberi kebebasan memilih antara efisiensi listrik murni atau fleksibilitas jarak tempuh sangat panjang sesuai kebutuhan harian dan kebiasaan perjalanan pemiliknya.
Kuncinya: Deepal S05 bukan sekadar satu produk dengan dua varian mesin, melainkan dua filosofi berkendara yang berbeda. BEV menyasar pengguna yang siap hidup serba listrik dan mengejar biaya operasional serendah mungkin. REEV ditujukan sebagai teknologi transisi bagi mereka yang masih dihantui kekhawatiran keterbatasan infrastruktur pengisian daya dan range anxiety. Dengan harga Deepal S05 yang mulai dari Rp 509 juta, kedua pilihan ini ditempatkan sebagai SUV elektrifikasi yang disebut sang produsen sebagai "value for money" di kelas Rp 500 jutaan. Pertanyaannya: mana yang lebih hemat dan praktis untuk Anda?
Perbandingan BEV vs REEV: Tenaga, Jangkauan, dan Pengisian Daya
Secara teknis, Deepal S05 BEV dan REEV memang sama-sama listrik, tetapi cara mencapai jarak tempuhnya sangat berbeda. Varian BEV dibekali baterai LFP 68,8 kWh dan motor listrik 268 hp dengan torsi 290 Nm, sanggup menempuh hingga 470 km (NEDC). Ini menarik untuk pemilik yang rutinitasnya tetap di dalam kota atau antarkota pendek dan bisa mengandalkan charging reguler, karena efisiensi biaya operasional hariannya sangat optimal.
Varian REEV memakai baterai 27,28 kWh yang dipadukan dengan mesin bensin 1.500 cc sebagai generator, menghasilkan jarak tempuh gabungan lebih dari 1.100 km dengan jarak murni mode EV sekitar 170 km. Ini jelas menjawab langsung isu range anxiety yang masih menjadi variabel kunci bagi calon pembeli kendaraan listrik. Keduanya mendukung fast charging; BEV bisa diisi dari 30–80% dalam 15 menit, sementara REEV butuh 20 menit. Menariknya, pengisian cepat 5 menit saja sudah menambah jarak hingga 100 km, sehingga pengguna BEV maupun REEV punya cadangan jarak tempuh instan ketika dikejar waktu.
| Spesifikasi Inti | Deepal S05 BEV | Deepal S05 REEV |
|---|---|---|
| Jenis teknologi elektrifikasi | Battery Electric Vehicle (BEV) | Range Extended Electric Vehicle (REEV) |
| Kapasitas baterai | 68,8 kWh LFP | 27,28 kWh |
| Mesin bensin | Tidak ada | 1.500 cc sebagai generator |
| Tenaga motor listrik | 268 hp | Tidak disebut, fokus pada kombinasi generator |
| Jarak tempuh listrik | Hingga 470 km (NEDC) | Hingga 170 km murni EV |
| Jarak tempuh total | Terbatas baterai, 470 km (NEDC) | Lebih dari 1.100 km gabungan |
| Fast charging 30–80% | ±15 menit | ±20 menit |
Kenyamanan Kabin, Fitur Keselamatan, dan Kesan Mewah
Kelebihan Deepal S05 yang sering diabaikan ketika orang sibuk memperdebatkan BEV vs REEV adalah fakta bahwa keduanya sama-sama mewah di dalam kabin. Baris depan memakai Royal Comfort Seat dengan fungsi Easy Entry & Exit Memory, pemanas dan pendingin kursi, penyangga kaki elektrik, serta kemampuan rebah sampai 165° lengkap dengan Nap Mode. Panoramic roof 1,9 m² dengan electric sunshade menambah kesan lapang dan premium tanpa harus naik ke segmen harga jauh di atasnya.
Di sektor antarmuka, Sunflower Screen 15,4 inci yang bisa berputar 15° dan memakai chipset Qualcomm Snapdragon 8155 berfungsi sebagai pusat kendali kendaraan. Pengemudi juga disuguhkan AR Head-Up Display 50 inci plus voice command berbahasa Indonesia. Dari sisi keamanan, Deepal S05 mengandalkan kombinasi 6 airbags, 19 fitur Advanced Driver Assistance Systems, kamera 540° surround view, dan kemampuan Vehicle-to-Load (V2L) 6 kW untuk menyuplai listrik ke perangkat luar saat berpetualang. Semua ini berlaku untuk BEV maupun REEV, sehingga perbedaan utama tetap di teknologi penggerak, bukan rasa berkendaranya di kabin.
Hemat Mana? Menghitung Value for Money Jangka Panjang
Dengan harga Deepal S05 mulai Rp 509 juta, pertanyaan logisnya adalah: varian mana yang paling "worth it" dalam jangka panjang? BEV unggul di efisiensi finansial harian karena tidak perlu bensin dan jarak tempuh 470 km sudah sangat cukup untuk mayoritas rute kerja-rumah dan perjalanan antarkota menengah. Ini cocok bagi pengguna yang punya akses pengisian daya teratur dan siap mengubah kebiasaan menjadi serba listrik. Menurut satu riset, hingga 65% konsumen menjadikan efisiensi biaya dan kesesuaian harga sebagai faktor penentu adopsi kendaraan listrik.
REEV hadir sebagai kompromi realistis. Ia menawarkan jarak tempuh gabungan lebih dari 1.100 km, mengatasi kekhawatiran range anxiety ketika infrastruktur pengisian daya belum merata. Namun, pengguna harus menerima bahwa ada konsumsi bensin ketika baterai habis, sehingga biaya operasionalnya berpotensi lebih tinggi dibanding BEV murni dalam jangka panjang. Keduanya berbagi fitur desain Symbiotic Aesthetics dengan koefisien drag 0,25 Cd, termasuk Interstellar Wing Design, LED ramping, frameless windows, dan gagang pintu elektrik tersembunyi yang memenangkan iF Design Award 2025. Jika Anda mengukur value for money bukan hanya dari harga beli, tetapi juga ketenangan mental dan fleksibilitas jarak tempuh, REEV bisa menang; namun jika fokusnya biaya per kilometer, BEV jelas lebih menggoda.
Kesimpulan: Pilih Teknologi Sesuai Kebiasaan, Bukan Tren
Deepal S05 menjadikan perbandingan BEV REEV terasa sangat konkret: satu medium SUV, dua solusi elektrifikasi yang sama-sama matang. BEV ideal untuk pengguna yang rutenya terprediksi, dekat dengan fasilitas pengisian, dan mengejar biaya operasional serendah mungkin. REEV lebih masuk akal bagi yang sering melakukan perjalanan jauh, belum percaya sepenuhnya pada jaringan pengisian daya, dan tidak ingin mengubah pola bepergian secara drastis. Keduanya menawarkan kabin nyaman, fitur digital lengkap, dan standar keselamatan tinggi, sehingga keputusan utama kembali ke gaya hidup dan toleransi Anda terhadap range anxiety. Jika harus diringkas: BEV untuk mereka yang siap sepenuhnya ke listrik, REEV untuk mereka yang ingin mencoba teknologi elektrifikasi tanpa meninggalkan rasa aman jarak tempuh ala mobil konvensional.






