Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Berita Negatif Memicu Cemas? 3 Strategi Psikolog untuk Tetap Tenang

Berita Negatif Memicu Cemas? 3 Strategi Psikolog untuk Tetap Tenang
Minat|Kesehatan Mental

Mengapa Berita Negatif Mudah Memicu Anxiety

Berita negatif anxiety adalah kondisi ketika paparan berulang terhadap informasi buruk membuat otak terus aktif dalam mode waspada, memicu kecemasan, rasa tidak aman, dan kelelahan emosional meski kita sedang jauh dari bahaya langsung dan sekadar membaca, menonton, atau menggulir layar gawai setiap hari.

Ini bukan sekadar “baper”. Paparan terus-menerus terhadap liputan berita negatif membuat kejadian buruk terasa lebih nyata, mendesak, dan seolah akan segera menimpa kita, sehingga berkontribusi pada perasaan cemas. Otak menangkap sinyal ancaman berulang, sementara tubuh merespons dengan stres berkepanjangan. Paparan informasi yang berlebihan juga dapat membuat seseorang merasa kewalahan, cemas, marah, atau seolah tidak memiliki kendali terhadap keadaan. Kondisi ini berbahaya bagi kesehatan mental informasi: terlalu banyak berita negatif dapat berdampak buruk bagi kesehatan mental dan dikaitkan dengan gejala depresi. Jika dibiarkan, kita mudah merasa putus asa dan kehilangan harapan.

Berita Negatif Memicu Cemas? 3 Strategi Psikolog untuk Tetap Tenang

Langkah Pertama: Sadari Pemicu Emosional dan Pola Konsumsi Berita

Mengatasi kecemasan berita tidak mungkin dilakukan jika kita tidak tahu apa yang memicunya. Di era notifikasi tanpa henti, efek spillover membuat emosi dari satu informasi negatif menetes ke aktivitas lain: tugas terasa lebih berat, nafsu makan turun, dan mood ambruk meski pemicunya “hanya” satu berita buruk. Otak tidak selalu mampu memisahkan informasi dan emosi antar situasi, sehingga perasaan negatif menempel sepanjang hari.

Karena itu, ketika mulai merasa kewalahan saat bekerja atau belajar, berhenti sejenak dan tanya: “Apa yang baru saja aku lihat atau baca?”. Jika ternyata ada informasi yang memicu emosi negatif, tutup tab atau aplikasi tersebut dan ambil jarak singkat. Ini bukan lari dari kenyataan, tetapi memberi ruang bagi sistem saraf untuk tenang. Setiap individu juga perlu mengenali batasan diri dan fokus pada hal yang dapat dikendalikan guna menjaga kestabilan emosi. Kesadaran ini adalah fondasi semua strategi psikolog stres yang akan kita lakukan.

Berita Negatif Memicu Cemas? 3 Strategi Psikolog untuk Tetap Tenang

Strategi 1: Batasi Jendela Waktu Mengonsumsi Berita

Berita negatif anxiety memburuk ketika kita mengecek kabar buruk sepanjang hari tanpa batas. Tidak semua informasi perlu terus-menerus diikuti, terutama jika berita tersebut membuat Anda semakin cemas atau tertekan. Psikolog menyarankan untuk secara sadar membatasi konsumsi konten yang memicu kecemasan, khususnya saat kondisi psikologis sedang rentan.

Cara praktisnya: tentukan jendela waktu khusus, misalnya dua kali sehari, untuk membaca berita, lalu berhenti. Hindari menggulir linimasa saat baru bangun atau sebelum tidur, karena di jam-jam ini otak lebih sensitif terhadap stres. Membatasi paparan berita dapat membantu mencegah media saturation overload atau tekanan akibat terlalu banyak menerima informasi dari media. Ini bukan sikap apatis; ini strategi melindungi kesehatan mental informasi agar kita bisa tetap berpikir jernih saat harus mengambil keputusan penting.

Berita Negatif Memicu Cemas? 3 Strategi Psikolog untuk Tetap Tenang

Strategi 2: Latihan Grounding Saat Cemas Setelah Baca Berita

Ketika hati mendadak tidak enak setelah melihat headline buruk, itu saat terbaik memakai teknik grounding. Tujuannya sederhana: mengembalikan perhatian ke tubuh dan lingkungan saat ini, agar otak keluar dari mode ancaman berkepanjangan. Jika Anda tiba-tiba merasa bad mood atau mengalami perubahan suasana hati setelah memperoleh informasi negatif, beberapa langkah berikut dapat dicoba.

Mulai dengan jeda: taruh gawai, duduk tegak, lalu perhatikan napas selama beberapa menit. Amati lima hal yang bisa Anda lihat, empat hal yang bisa Anda sentuh, tiga hal yang bisa Anda dengar. Jika perlu, berdiri dan berjalan sebentar untuk memberi jarak fisik dari layar. Langkah sederhana ini membantu memberi jarak antara sumber informasi dan aktivitas yang sedang dikerjakan. Grounding bukan menghapus berita, tetapi mengembalikan otak ke konteks nyata: bahwa saat ini Anda aman, berada di ruangan tertentu, mengerjakan hal tertentu, bukan hidup di dalam layar.

Strategi 3: Salurkan Kekhawatiran Menjadi Aksi yang Konstruktif

Kecemasan yang muncul dari berita negatif sering muncul karena kita merasa tidak punya kendali. Paparan informasi yang berlebihan dapat membuat seseorang merasa seolah-olah tidak memiliki kendali terhadap keadaan. Di sinilah pentingnya mengubah konsumsi informasi pasif menjadi tindakan yang terarah. Yang lebih penting adalah mengatur cara menerima informasi, memastikan kebenarannya, dan memberi batas pada diri sendiri ketika paparan berita mulai mengganggu kondisi emosional.

Mulailah dengan memeriksa kebenaran berita dari beberapa sumber sebelum bereaksi. Informasi yang beredar di media sosial belum tentu memiliki konteks lengkap atau sudah terverifikasi, sehingga logika dan verifikasi silang perlu diutamakan. Setelah itu, tanya: “Apa bagian yang bisa aku lakukan?” Bisa berupa berdiskusi dengan tenang, mendukung komunitas, atau memperkuat kesiapsiagaan pribadi. Psikolog menyarankan untuk mengenali batasan diri dan fokus pada hal yang dapat dikendalikan guna menjaga kestabilan emosi. Dengan begitu, mengatasi kecemasan berita menjadi proses mengubah ketakutan menjadi aksi kecil yang berarti, bukan menelan ketakutan mentah-mentah.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda. Artikel ini dibuat dengan AI dari sumber yang dipublikasikan dan data produk.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!