Dua Ponsel Lipat Baru yang Mengguncang Peta Persaingan
Xiaomi Mix Fold 5 dan Xiaomi 17 Fold adalah dua foldable smartphone terbaru yang berfokus pada baterai besar 6.000 mAh, layar internal sekitar 7,6 inci, serta penggunaan chipset buatan sendiri Xring O3 dengan sistem operasi HyperOS 4 berbasis Android 17, yang dirancang untuk menantang langsung dominasi Samsung Galaxy Z Fold 8 di kelas ponsel lipat premium. Dari awal, jelas bahwa Xiaomi tidak sekadar menambah lini ponsel lipat 2026, tetapi berusaha mengubah standar: kapasitas baterai dinaikkan jauh di atas kompetitor, OS diselaraskan dengan Android terbaru, dan dapur pacu dipersonalisasi lewat chip in-house. Kehadiran nomor model 2608BPX34C di basis data sertifikasi di China menunjukkan kedua perangkat sudah melewati tahap regulasi dan siap meluncur. Secara praktis, ini berarti pengguna yang selama ini menahan diri dari ponsel lipat karena isu baterai dan performa punya alasan baru untuk menunggu. Peta persaingan yang sebelumnya didominasi nama besar seperti Galaxy Z Fold 8 mulai tampak lebih seimbang ketika Xiaomi membawa pendekatan agresif dalam spesifikasi inti.
| Spec kunci | Mix Fold 5 | Xiaomi 17 Fold |
|---|---|---|
| Ukuran layar dalam | 7,5–7,6 inci (rumor) | 7,6 inci (rumor) |
| Baterai | 6.000 mAh | 6.000 mAh |
| Chipset | Xring O3 (buatan Xiaomi) | Xring O3 (buatan Xiaomi) |
| OS | HyperOS 4 berbasis Android 17 | HyperOS 4 berbasis Android 17 |
| Kamera utama | 200 MP | 200 MP |

Mix Fold 5: Baterai Raksasa dan Chip In-House untuk Menyerang Galaxy Z Fold 8
Dari semua bocoran, Xiaomi Mix Fold 5 tampak sebagai pernyataan agresif terhadap Galaxy Z Fold 8: baterai 6.000 mAh, kamera utama 200 MP, dan chipset Xring O3 yang dikembangkan sendiri. Sebagai perbandingan, Galaxy Z Fold 8 mengandalkan baterai 4.800 mAh, sehingga Mix Fold 5 unggul sekitar 1.200 mAh di atas kertas. Untuk pengguna, angka ini bukan sekadar gimmick; ini berpotensi mengurangi kecemasan baterai habis sebelum hari berakhir. Chip Xring O3 diteruskan dari Xring O1 3nm dan diklaim membawa peningkatan performa sekaligus efisiensi daya. Artinya, Xiaomi mengincar kendali penuh atas pemrosesan gambar, fitur AI, dan manajemen daya, sesuatu yang tidak bisa dilakukan jika sekadar mengandalkan chipset vendor lain. Layar lipat fleksibel sekitar 7,5–7,6 inci dengan teknologi seamless crease untuk meminimalkan bekas lipatan menambah daya tarik sebagai perangkat kerja dan hiburan. Ditambah sertifikasi tahan air, sensor sidik jari di sisi bodi, dan pengisian daya nirkabel, Mix Fold 5 jelas dirancang sebagai jawaban langsung terhadap kritik bahwa ponsel lipat premium selama ini terlalu kompromistis. Kutipan yang paling mencolok untuk calon pembeli adalah ini: "Xiaomi dikabarkan akan membekali foldable anyarnya dengan layar internal 7,6 inci, kamera utama 200MP, dukungan pengisian daya nirkabel, dan yang paling menonjol adalah baterai berkapasitas sekitar 6.000mAh." Dengan harga yang diperkirakan sekitar 10.000 yuan atau kurang lebih Rp22,6 juta, Mix Fold 5 jelas menyasar segmen pengguna yang mau membayar mahal asalkan spesifikasi terasa jauh di atas rata-rata.

Xiaomi 17 Fold: Alternatif Lipat dengan Pendekatan Spesifikasi Mirip Flagship
Berbeda dari nama Mix Fold yang sudah memiliki asosiasi kuat, Xiaomi 17 Fold muncul sebagai ponsel lipat baru yang posisinya agak abu-abu namun menarik: nomor model 2608BPX34C sudah terdaftar di basis data kementerian terkait di China dan dikaitkan dengan desain layar lipat yang lebih lebar. Rumor menyebut 17 Fold membawa layar internal 7,6 inci, kamera utama 200 MP, baterai 6.000 mAh dengan pengisian daya nirkabel, serta chipset Xring O3 dan HyperOS 4 berbasis Android 17. Dengan spesifikasi yang begitu mirip, 17 Fold tampak seperti alternatif atau varian dari Mix Fold 5, mungkin menyasar pengguna yang mengutamakan form factor tertentu atau pasar berbeda. Dari sisi konsumen, ini bisa dibaca sebagai strategi "mengisi semua ceruk": Xiaomi memberi lebih dari satu pilihan di level ponsel lipat 2026, bukannya satu model serba bisa. Sertifikasi dengan nomor yang diawali "2608" mengindikasikan peluncuran pada Agustus, menyelaraskan momentum dengan Mix Fold 5 yang juga diperkirakan hadir di bulan yang sama. Yang patut digarisbawahi, kedua perangkat menjalankan HyperOS 4 di atas Android 17, sehingga pengguna tidak perlu khawatir tertinggal fitur Android terbaru sejak awal rilis. Namun, hingga sekarang belum ada kepastian ketersediaan global, jadi calon pembeli di luar pasar awal masih harus bersabar dan memantau perkembangan.
Daya Tahan, Multitasking, dan Dampak Nyata bagi Pengguna
Dari sudut pandang pengguna sehari-hari, poin paling penting dari Xiaomi Mix Fold 5 dan 17 Fold adalah bahwa keduanya mengangkat isu yang selama ini jadi kelemahan ponsel lipat: daya tahan baterai dan performa berkelanjutan. Dengan kapasitas 6.000 mAh, kedua perangkat berpotensi menawarkan daya tahan jauh lebih lama dibanding kompetitor, mengurangi kebutuhan pengisian berulang kali dalam sehari. Ditambah pengisian nirkabel, penggunaan di kantor, rumah, atau perjalanan terasa lebih fleksibel. Layar lipat sekitar 7,6 inci memberikan kanvas lebar untuk multitasking, konsumsi konten, dan produktivitas seperti split-screen aplikasi produktivitas, panggilan video, dan catatan bersamaan. Teknologi seamless crease yang meminimalkan bekas lipatan membuat pengalaman visual lebih nyaman untuk menonton dan membaca. Di atas itu, HyperOS 4 berbasis Android 17 menjanjikan integrasi fitur software yang mutakhir, dari manajemen jendela hingga integrasi AI, yang bisa memanfaatkan chip Xring O3 untuk pemrosesan yang lebih efisien. Dalam konteks persaingan, keberanian Xiaomi mengangkat baterai ke level 6.000 mAh sekaligus memproduksi chipset sendiri adalah sinyal bahwa ponsel lipat tidak lagi sekadar "gadget eksperimen". Mereka bergerak menuju perangkat utama yang sanggup menggantikan smartphone biasa dan tablet bagi banyak pengguna.

Kesimpulan: Ambisi Tinggi yang Bisa Mengubah Standar Ponsel Lipat
Jika dirangkum, Xiaomi Mix Fold 5 dan 17 Fold menunjukkan ambisi jelas: menjadikan ponsel lipat sebagai perangkat utama, bukan sekadar alternatif mahal. Sertifikasi yang sudah dikantongi dan rumor peluncuran Agustus menandakan kedua model siap memasuki pasar pada momen yang tepat, berbarengan dengan siklus flagship lain. Spesifikasi yang mengedepankan baterai 6.000 mAh, kamera 200 MP, layar sekitar 7,6 inci, dan HyperOS 4 di atas Android 17 menempatkan keduanya sebagai kandidat kuat di segmen foldable smartphone terbaru. Bagi konsumen, kehadiran dua ponsel lipat 2026 dari Xiaomi ini adalah kabar baik: persaingan memaksa semua pemain menaikkan standar kapasitas baterai, optimasi software, dan keberanian bereksperimen dengan desain serta chipset. Pertanyaannya tinggal satu: apakah Xiaomi bisa mengemas semua ambisi ini dalam perangkat yang stabil dan nyaman dipakai jangka panjang, bukan hanya mengesankan di lembar spesifikasi? Jawabannya baru akan jelas setelah Mix Fold 5 dan 17 Fold keluar dari sekadar bocoran dan sampai di tangan pengguna.



