Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Dari Teori SIM hingga Pengaturan Arus, Warga dan Relawan Dibekali Keterampilan Lalu Lintas

Dari Teori SIM hingga Pengaturan Arus, Warga dan Relawan Dibekali Keterampilan Lalu Lintas
Minat|Pelatihan Komprehensif

Keselamatan dimulai sebelum kendaraan bergerak

Pelatihan lalu lintas adalah pembekalan pengetahuan dan keterampilan bagi pengguna serta pengatur jalan agar perjalanan berlangsung tertib dan risiko bagi semua pihak berkurang. Dua kegiatan di Cihaurbeuti dan Surakarta memperlihatkan bahwa keselamatan tidak cukup ditopang oleh satu jenis kemampuan: pengemudi perlu memahami aturan, sementara relawan perlu mengarahkan arus dengan benar. Pada Senin, 2 November 2026, sebanyak 20 warga dari Desa Padamulya, Desa Cihaurbeuti, dan Desa Sukahurip di Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, mendapat pendampingan sebelum mengajukan SIM. Empat hari kemudian, Satlantas Polresta Surakarta melatih Sukarelawan Pengatur Lalu Lintas (Supeltas) untuk meningkatkan keterampilan mengatur kendaraan. Keduanya patut dilihat sebagai bagian dari satu rantai keselamatan, bukan kegiatan yang saling menggantikan.

Pendampingan calon pemohon SIM merupakan layanan kepolisian melalui program SIM Bhabinkamtibmas. Di Surakarta, pelatihan Supeltas digelar sebagai dukungan terhadap Operasi Patuh Candi 2026. Perbedaan sasaran ini penting: tertib berlalu lintas menuntut pengemudi yang siap sekaligus petugas lapangan yang mampu memberi isyarat secara konsisten.

Teori dan praktik untuk calon pemegang SIM

Di halaman Mapolsek Cihaurbeuti, para peserta menerima materi yang menghubungkan ujian dengan tanggung jawab berkendara. Bagian teori mencakup pemahaman rambu, ketentuan lalu lintas, serta aturan yang berlaku di jalan raya. Mereka juga diarahkan membaca soal dengan cermat dan mengatur waktu pengerjaan. Setelah itu, latihan praktik membahas teknik dasar berkendara, dari tahap awal atau start hingga menyelesaikan lintasan. Susunan teori praktik SIM ini lebih berguna daripada persiapan yang hanya berorientasi pada kelulusan, sebab pengetahuan aturan harus diterapkan saat kendaraan berada di jalan.

Kapolsek Cihaurbeuti IPTU Agus Predi Muharrom menyatakan, “Memiliki SIM harus diimbangi dengan pengetahuan dan keterampilan berkendara.” Ia juga mengingatkan pengguna jalan agar mematuhi rambu, memperhatikan kondisi kendaraan, dan mengutamakan keselamatan diri sendiri maupun orang lain. Penekanan itu tepat: SIM bukan pengganti kecakapan, melainkan izin yang semestinya disertai sikap tertib dan bertanggung jawab. Bagi warga, pembekalan sebelum ujian memberi kesempatan memahami tahapan dan aturan sebelum menghadapi proses permohonan.

Supeltas belajar memberi isyarat dengan aman

Peran Supeltas berbeda. Mereka bukan calon pengemudi yang sedang mempersiapkan ujian, melainkan relawan yang membantu mengatur kendaraan di titik-titik yang membutuhkan pengendalian arus. Dalam pelatihan di Surakarta pada Kamis, 5 November 2026, Satlantas memberikan materi Peraturan Baris Berbaris serta pembekalan dan praktik 12 gerakan pengaturan lalu lintas. Latihan ini penting karena isyarat yang keliru dapat membingungkan pengguna jalan. Pemahaman gerakan yang seragam membantu relawan menjalankan tugas secara tertib dan mendukung kerja kepolisian.

Kasat Lantas Polresta Surakarta AKP Tejo Suwono mengatakan, pelatihan bertujuan meningkatkan pengetahuan Supeltas, terutama dalam memahami 12 gerakan pengaturan lalu lintas, agar mereka dapat membantu mengatur kendaraan dengan benar, tertib, dan mengutamakan keselamatan. Ia juga mengingatkan relawan untuk bertugas secara humanis dan disiplin. Pembekalan teknis perlu berjalan bersama sikap tersebut: keberadaan relawan hanya membantu jika arahan mereka mudah dipahami dan tidak menambah bahaya bagi diri sendiri maupun pengguna jalan.

Dua peran, satu tujuan keselamatan

Perbandingan kedua kegiatan menunjukkan bahwa keselamatan berkendara dibangun dari hulu ke lapangan. Pendampingan di Cihaurbeuti menyiapkan pengemudi agar mengenali aturan dan menguasai dasar berkendara; pelatihan Supeltas membekali relawan untuk mengatur arus serta memberi isyarat di jalan. Dampak yang diharapkan pun berbeda tetapi saling melengkapi: pemohon SIM lebih siap menjalani tahapan ujian, sementara Supeltas dapat menjadi mitra kepolisian dalam menjaga kelancaran dan keselamatan lalu lintas di Kota Solo.

Ukuran keberhasilan tidak semestinya berhenti pada peserta yang memahami materi atau relawan yang hafal gerakan. Pengetahuan harus tampak dalam perilaku pengemudi, dan keterampilan harus tercermin dalam pengaturan arus yang aman. Polsek Cihaurbeuti berharap kegiatan serupa mendorong budaya tertib berlalu lintas, sedangkan Satlantas Surakarta berharap Supeltas semakin terampil menjalankan perannya. Kesimpulannya, pelatihan bagi calon pengemudi dan relawan layak dipandang sebagai dua investasi yang berbeda dalam keselamatan: satu membentuk kesiapan orang di balik kemudi, satu lagi membantu menjaga keteraturan jalan.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!