Hadiah ulang tahun untuk perubahan penampilan
Operasi wajah dan hidung Sarita Abdul Mukti adalah rangkaian bedah estetika yang ia jalani di Thailand untuk mengencangkan kulit yang mulai mengendur dan memperbaiki bentuk hidung agar tampak lebih proporsional. Keputusan itu diambil menjelang usia pertengahan 50-an, saat Sarita menyebut prosedurnya sebagai hadiah ulang tahun lebih awal untuk diri sendiri. Bagi Sarita, perubahan ini bukan sekadar mengikuti tren operasi estetika selebritas, melainkan upaya menangani hal-hal spesifik yang membuatnya kurang nyaman dengan penampilan. Ia mengungkapkan pengalaman tersebut melalui akun Instagram pribadinya dan menyatakan puas dengan pelayanan rumah sakit tempat ia menjalani tindakan.
Alasan yang ia sampaikan berangkat dari perubahan yang ia rasakan seiring bertambahnya usia: kulit wajah mengendur, sementara alis dan dahi tampak turun. Pilihan untuk menjalani prosedur medis merupakan keputusan personal; yang penting, alasan dan hasil yang diharapkan dijelaskan secara terbuka, tanpa menganggap perubahan penampilan sebagai keharusan bagi semua orang.
Pengencangan wajah, leher, alis, dan dahi
Rangkaian operasi wajah Sarita mencakup pengencangan wajah atau face lift dan leher atau neck lift, disertai pengangkatan kulit di area alis dan dahi. Sarita menjelaskan bahwa kulit di bagian-bagian tersebut mulai turun, sehingga ia meminta dokter untuk mengencangkan dan mengangkatnya. Fokus pada area yang ia nilai berubah menunjukkan bahwa tujuannya bukan satu tindakan tunggal, tetapi perbaikan pada beberapa bagian wajah sekaligus.
Perubahan setelah pemulihan dilaporkan terlihat pada kulit wajah yang lebih kencang dan terangkat, memberi kesan lebih segar dan muda. Namun, hasil bedah estetika bersifat personal dan pengalaman seseorang tidak dapat dijadikan jaminan hasil bagi orang lain. Dalam kasus Sarita, ia sendiri menyebut penuaan kulit sebagai alasan utama, sehingga keputusan menjalani operasi lebih tepat dipahami sebagai pilihan pribadinya, bukan tolok ukur tentang bagaimana seseorang seharusnya menghadapi usia.
Revisi hidung setelah hasil sebelumnya kurang memuaskan
Operasi hidung Sarita merupakan revisi dari prosedur yang pernah ia jalani pada 2021. Ia mengaku kurang menyukai hasil sebelumnya karena lubang hidung terlihat jelas, lalu meminta agar bentuk hidung diturunkan sehingga tampak lebih mancung dan lubang hidung tidak terlalu terlihat. Pengakuan ini memberi konteks penting: operasi kali ini bukan tindakan pertama pada hidung, melainkan upaya memperbaiki hasil yang menurutnya belum sesuai keinginan.
Penampilan setelah prosedur disebut memperlihatkan bentuk hidung yang lebih proporsional dan tertutup rapi. Pengalaman kedua putrinya yang pernah menjalani operasi di rumah sakit yang sama juga menjadi salah satu pertimbangan Sarita memilih tempat tersebut. Pada akhirnya, kisah ini memperlihatkan bahwa operasi estetika selebritas dapat berangkat dari ketidakpuasan yang sangat spesifik, tetapi keputusan dan ukuran keberhasilannya tetap berada pada masing-masing individu.
Pilihan personal, bukan standar kecantikan
Kisah Sarita menempatkan operasi estetika sebagai keputusan personal untuk mengejar penampilan yang terasa lebih sesuai bagi dirinya. Ia menyebut kulit yang mengendur dan hasil operasi hidung terdahulu sebagai alasan, sementara perubahan yang dilaporkan memberi kesan lebih muda dan proporsional. Sudut pandang ini lebih masuk akal daripada memandang prosedur sebagai kewajiban untuk melawan usia: penuaan bukan sesuatu yang harus diperbaiki, dan operasi bukan satu-satunya jalan untuk merasa nyaman dengan penampilan.
Pada akhirnya, Sarita memilih kombinasi pengencangan wajah dan leher serta revisi hidung menjelang usia 50-an karena ingin menangani perubahan yang ia rasakan dan memperoleh proporsi yang lebih sesuai keinginannya. Pengalamannya menjelaskan motivasi di balik tindakan tersebut, tetapi tidak menetapkan standar yang perlu diikuti orang lain. Keputusan seperti ini sebaiknya tetap dipahami sebagai pilihan individu, dengan harapan hasil yang realistis dan pertimbangan medis yang tepat.






