Utamakan keselamatan, bukan rasa ingin tahu
Imbauan keamanan bagi WNI di tengah demonstrasi adalah panduan untuk menjauhi titik aksi, menaati ketentuan otoritas setempat, dan mengandalkan informasi resmi agar risiko perjalanan maupun aktivitas sehari-hari dapat ditekan. Gelombang demo Prancis Italia yang berujung ricuh pada 17–18 Oktober membuat sikap menjauh dari kerumunan menjadi pilihan paling bijak, bukan sikap berlebihan. Menteri Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir meminta WNI di Eropa berhati-hati, tidak ikut unjuk rasa atau kegiatan politik setempat, serta memprioritaskan keselamatan dan kegiatan seperti belajar maupun bekerja. Imbauan WNI Eropa ini berlaku bagi warga yang tinggal maupun sedang bepergian di kawasan terdampak. Jangan mendatangi lokasi aksi untuk melihat situasi: kerumunan dapat berubah cepat, sementara perjalanan dan akses transportasi mungkin terganggu. Kewaspadaan dan kepatuhan pada arahan resmi lebih berguna daripada mengambil risiko yang tidak perlu.

Patuhi jam malam dan pantau perubahan aturan
Di Prancis, KBRI Paris meminta WNI mematuhi jam malam Prancis yang diberlakukan di sejumlah wilayah setelah kerusuhan. Ketentuan bisa berbeda menurut keputusan otoritas setempat, sehingga jangan menganggap aturan di satu kota berlaku sama di kota lain. Peringatan mencakup sejumlah titik di Paris, termasuk Place de la République dan Les Halles, serta wilayah di Lyon, Lille, Douai, Wattignies, Denain, Nice, Bordeaux, dan Coulaines. Imbauan KBRI juga menyasar warga yang tinggal, berkunjung, atau berencana menuju Prancis, termasuk Paris, Marseille, Toulouse, Toulon, Rouen, Le Havre, dan Le Mans. Kurangi aktivitas luar ruangan bila tidak mendesak dan periksa pengumuman pemerintah daerah, kepolisian, serta operator transportasi sebelum berangkat. Penutupan jalan dan gangguan layanan umum dapat mengubah rencana perjalanan.
Rencana perjalanan perlu fleksibel
WNI di Italia juga diminta meningkatkan kewaspadaan menjelang demonstrasi yang direncanakan pada Sabtu, 24 Oktober. Aksi disebut akan berlangsung di Roma, Milan, Florence, Turin, Bologna, Padua, Bari, dan Genoa. Hindari lokasi demonstrasi dan kerumunan, lalu sesuaikan jadwal perjalanan dengan informasi aparat dan operator transportasi. Gangguan angkutan umum maupun penutupan jalan bisa terjadi, jadi sisakan pilihan rute dan waktu yang fleksibel. Ini bukan alasan untuk panik atau membatalkan semua kegiatan, tetapi mengabaikan peringatan juga bukan keputusan cermat. Fokuslah pada keperluan utama, hindari perjalanan yang tidak mendesak di sekitar titik aksi, dan jangan menyebarkan kabar yang belum terverifikasi. Untuk keamanan WNI luar negeri, keputusan perjalanan sebaiknya mengikuti perkembangan resmi, bukan unggahan yang belum jelas sumbernya.
Belum ada laporan WNI terdampak, tetapi tetap siaga
Kemlu menyatakan belum menerima laporan WNI yang menjadi korban atau terdampak langsung kerusuhan di Prancis dan Italia. Kepastian itu diperoleh melalui koordinasi dengan KBRI Paris, KJRI Marseille, dan KBRI Roma; pemantauan serta komunikasi dengan warga tetap dilanjutkan. Data Kemlu mencatat 5.442 WNI di Prancis dan 2.403 WNI di Italia. Belum adanya laporan korban tentu melegakan, tetapi bukan jaminan situasi sudah pulih di semua tempat. WNI perlu terus memantau informasi KBRI dan mengikuti arahan pemerintah setempat, termasuk ketentuan jam malam dan perubahan layanan transportasi. Jika keadaan darurat, hubungi perwakilan RI terdekat. Kesimpulannya, tetap tenang, jauhi demonstrasi, dan patuhi aturan lokal: langkah sederhana ini lebih masuk akal daripada mengambil risiko demi perjalanan yang bisa ditunda.






