Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Kurang Tidur Tak Bisa Dibayar dengan Tidur Akhir Pekan

Kurang Tidur Tak Bisa Dibayar dengan Tidur Akhir Pekan
Minat|Peningkatan Kualitas Tidur

Utang tidur bukan perkara sepele

Kurang tidur adalah kondisi ketika durasi atau kualitas istirahat harian tidak mencukupi kebutuhan tubuh, sehingga fungsi otak, suasana hati, dan proses kesehatan lain dapat terganggu. Begadang karena pekerjaan, tugas, atau terlalu lama menggunakan ponsel kerap dianggap bisa ditebus dengan tidur sampai siang pada Sabtu atau Minggu. Anggapan itu keliru: tidur akhir pekan mungkin mengurangi rasa lelah, tetapi bukan jalan pintas untuk menghapus utang tidur. Pada 24 Oktober 2026, dokter spesialis neurologi Mayapada Hospital Jakarta Selatan, dr. Manfaluthy Hakim, menjelaskan bahwa tubuh menjalankan berbagai proses setiap hari, sehingga waktu tidur yang terlewat tidak bisa begitu saja diganti keesokan harinya.

Hakim mengibaratkan kebiasaan tersebut seperti melewatkan waktu makan selama beberapa hari lalu mencoba menggantinya dengan makan banyak sekaligus. Menurutnya, tidur balas dendam dapat membantu mengurangi rasa lelah secara fisik dan memberi efek psikologis, tetapi tidak memulihkan proses yang terlewati saat seseorang bergadang. Karena itu, rasa segar setelah bangun lebih siang bukan bukti bahwa tubuh telah pulih sepenuhnya. Cara pandang yang lebih masuk akal adalah mencegah kekurangan tidur terjadi berulang, bukan menunggu akhir pekan untuk menutupnya.

Kurang Tidur Tak Bisa Dibayar dengan Tidur Akhir Pekan

Dampak kurang tidur merembet ke keseharian

Akibat kurang tidur tidak berhenti pada rasa mengantuk. Gangguan tidur dapat memengaruhi proses otak yang mengatur rasa sakit dan membuat seseorang lebih rentan mengalami sakit kepala atau migrain. Suasana hati pun bisa berubah: seseorang mungkin lebih mudah cemas, murung, frustrasi, tersinggung, atau kehilangan motivasi. Dampak ini mudah diremehkan karena kerap muncul sebagai gangguan kecil, padahal bila berulang dapat mengikis kenyamanan dan kemampuan menjalani rutinitas.

Konsentrasi, perhatian, dan daya ingat juga dapat menurun. Akibatnya, pekerjaan atau pelajaran lebih sulit diikuti, kesalahan lebih mudah terjadi, dan tugas memerlukan waktu lebih lama untuk diselesaikan. Kurang tidur turut menghambat otak menyimpan serta mengingat informasi baru. Jadi, kehilangan waktu istirahat bukan sekadar menukar jam tidur dengan jam produktif; sering kali, hasil kerja pada hari berikutnya ikut menurun. Menganggap kelelahan sebagai harga normal kesibukan berarti mengabaikan dampak langsungnya pada fungsi sehari-hari.

Kurang Tidur Tak Bisa Dibayar dengan Tidur Akhir Pekan

Risiko kesehatan membuat tidur perlu diprioritaskan

Jika pola kurang tidur berlangsung lama, taruhannya lebih besar daripada rasa lelah sementara. Kurang tidur berkaitan dengan meningkatnya risiko tekanan darah tinggi dan penyakit jantung. Aktivitas sistem saraf simpatik dan kadar kortisol yang meningkat berulang dapat membebani sistem kardiovaskular. Tidur yang tidak cukup juga dapat mengganggu hormon pengatur lapar dan kenyang, mendorong nafsu makan meningkat serta pilihan makanan berkalori tinggi; dalam jangka panjang, kondisi ini dapat berkontribusi pada kenaikan berat badan.

Dokter praktisi kesehatan Klinik BPJS Surabaya, dr. Heradi, mengingatkan bahwa tidur berperan dalam menjaga fungsi jaringan otak, metabolisme, keseimbangan hormon, dan sistem kekebalan tubuh. Ia menilai kebiasaan kurang tidur masyarakat urban patut lebih diwaspadai, sebab kekurangan istirahat kronis juga dikaitkan dengan risiko obesitas, diabetes tipe 2, hipertensi, dan penyakit jantung bawaan. Peringatan ini bukan alasan untuk mengabaikan pola makan atau olahraga, melainkan pengingat bahwa tidur harus menjadi bagian dari perawatan kesehatan harian, bukan sisa waktu setelah semua urusan selesai.

Kurang Tidur Tak Bisa Dibayar dengan Tidur Akhir Pekan

Utamakan jadwal teratur, bukan tidur balas dendam

Untuk durasi, Hakim menyebut kebutuhan ideal sekitar enam hingga delapan jam sehari dan menyarankan orang menilai apakah mereka bangun dengan rasa segar serta siap beraktivitas. Sementara itu, dr. Heradi menyebut anjuran umum bagi orang dewasa adalah tujuh hingga sembilan jam tidur berkualitas setiap malam. Rentang yang disampaikan berbeda, tetapi keduanya menekankan pentingnya mencukupi istirahat secara rutin. Perhatikan juga kondisi setelah bangun; rasa pusing atau sakit kepala patut dicermati, terutama jika keluhan berulang.

Kesimpulannya, tidur lebih lama saat akhir pekan dapat mengurangi rasa lelah, tetapi bukan pengganti yang memadai bagi tidur cukup setiap hari. Pemulihan tubuh bergantung pada proses yang berlangsung secara teratur, bukan pada satu kali tidur panjang setelah beberapa malam begadang. Menjaga jadwal tidur dan memenuhi kebutuhan istirahat perlu diperlakukan sebagai rutinitas kesehatan yang setara pentingnya dengan perhatian pada makan dan aktivitas fisik.

Kurang Tidur Tak Bisa Dibayar dengan Tidur Akhir Pekan

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!