Inti Perbandingan: Jarak Tempuh dan Peran di Kota
VinFast Evo dan VinFast Feliz II adalah dua kendaraan roda dua listrik terjangkau yang dirancang untuk komuter urban, memadukan teknologi baterai LFP modern, jarak tempuh hingga 150–180 km, dan fitur seperti tukar baterai fleksibel, ketahanan air IP67, serta desain skuter dan motor listrik yang menyasar pengguna harian yang ingin menekan biaya operasional tanpa mengorbankan kenyamanan dan keamanan berkendara. Keduanya bukan sekadar alternatif motor bensin, tetapi representasi bagaimana kendaraan listrik terjangkau mulai masuk akal bagi perjalanan harian. motor listrik VinFast Evo dibidik sebagai entry-level dengan harga sekitar Rp17,5 juta dan efisiensi baterai LFP 150 km, sementara skuter listrik Feliz II mengarah ke segmen lebih mapan dengan jarak tempuh hingga 180 km dan sistem tukar baterai super hemat. Di atas kertas, Feliz II unggul di jarak dan utilitas, namun Evo memukul telak dari sisi harga masuk dan bobot yang lebih ringan.
| Spec | VinFast Evo (2 baterai) | VinFast Feliz II |
|---|---|---|
| Jarak tempuh maksimal | hingga 150 km | hingga 180 km (Eco) |
| Kecepatan maksimum | 80 km/jam | 78 km/jam |
| Teknologi baterai | LFP, 2×1,5 kWh (3 kWh) | LFP, dual pack ~3,5 kWh |
Desain dan Dimensi: Siapa Lebih Nyaman di Jalan
Dari sisi desain, VinFast Evo bermain di gaya retro modern ala skuter klasik Eropa, dengan bodi membulat dan proporsi ringkas yang jelas mengincar pengguna yang sering menembus kemacetan. Sebaliknya, Feliz II tampil lebih elegan dan bongsor, mirip skuter matik high-deck Eropa, cocok bagi yang mengutamakan kenyamanan dan tampilan dewasa. Secara dimensi, Evo lebih pendek dan sempit: panjang 1.850 mm, lebar 675 mm, tinggi 1.130 mm dengan wheelbase 1.295 mm. Beratnya pun hanya 88,5–100,5 kg, membuatnya lincah dan mudah dikendalikan, terutama pengendara pemula atau pengguna yang sering parkir di ruang sempit. Feliz II, dengan panjang 1.912 mm, lebar 693 mm, tinggi 1.128 mm dan wheelbase 1.320 mm, jelas menang di stabilitas dan ruang, termasuk bagasi 25 liter yang menelan helm half-face dan barang harian. Di sini, pilihan jadi soal prioritas: kelincahan Evo versus kelapangan dan postur skuter besar milik Feliz II.
| Spec | VinFast Evo | VinFast Feliz II |
|---|---|---|
| Panjang | 1.850 mm | 1.912 mm |
| Lebar | 675 mm | 693 mm |
| Tinggi | 1.130 mm | 1.128 mm |
| Wheelbase | 1.295 mm | 1.320 mm |
| Bobot kosong | 88,5–100,5 kg | ±110 kg |
Baterai LFP, Jarak Tempuh, dan Sistem Tukar Baterai
Kekuatan utama kedua model ada pada penggunaan baterai LFP (Lithium Iron Phosphate) yang dikenal stabil, tahan lama, dan aman dari risiko thermal runaway. Menurut laporan teknis, "VinFast Evo dengan konfigurasi dua baterai LFP mampu menempuh hingga 150 km, sedangkan VinFast Feliz II sanggup mencapai hingga 180 km dalam mode Eco." Varian dua baterai Evo membawa kapasitas 2×1,5 kWh (total 3 kWh) dengan motor In-Hub hingga 5.200 Watt dan kecepatan maksimum 80 km/jam, sementara Feliz II memakai dual battery pack sekitar 3,5 kWh, motor dengan daya puncak 3.000 Watt, dan kecepatan maksimum 78 km/jam. Feliz II jelas unggul di daya jelajah, sedangkan Evo memberi opsi varian satu baterai (1,5 kWh, 85 km) bagi pengguna dengan jarak pendek dan kebutuhan awal yang lebih sederhana. Keduanya mendukung tukar baterai fleksibel di stasiun resmi, mengurangi waktu menunggu pengisian dan menggeser kekhawatiran soal degradasi baterai ke penyedia layanan. Ini membuat konsep baterai LFP 150 km dan 180 km terasa nyata untuk komuter harian, bukan sekadar angka brosur.
Biaya Operasional, Ketahanan IP67, dan Nilai Investasi Harian
motor listrik VinFast Evo menonjol sebagai kendaraan listrik terjangkau dengan harga kisaran Rp17,5 juta untuk varian satu baterai, menantang skutik bensin populer di segmen sama. Dengan efisiensi baterai LFP 150 km dan biaya operasional yang minim, ia dirancang sebagai pintu masuk logis bagi pengguna yang ingin beralih ke kendaraan listrik terjangkau tanpa merasa dikorbankan. skuter listrik Feliz II, di sisi lain, menawarkan nilai lewat sistem sewa/tukar baterai yang super hemat dan membebaskan pengguna dari risiko penurunan kualitas baterai jangka panjang. Keduanya sama-sama mengantongi sertifikasi ketahanan air dan debu IP67, yang berarti motor dan paket baterai mampu bertahan dalam genangan setinggi 0,5 meter selama 30 menit. Dalam konteks iklim tropis dengan potensi banjir dan jalan berlubang, ini bukan tambahan manis, tetapi syarat wajib. Ditambah fitur seperti rem cakram, regenerative braking pada Feliz II, reverse mode dan panel digital pada Evo, VinFast tampak serius mengemas kendaraan listrik harian yang bukan hanya hemat, tapi juga siap dipakai dalam cuaca buruk dan kondisi jalan yang menantang.
Kesimpulan: Evo untuk Peralihan, Feliz II untuk Kenyamanan Maksimal
Pada akhirnya, perbandingan VinFast Evo dan Feliz II bukan soal mana yang lebih canggih, melainkan mana yang lebih cocok dengan pola hidup. Evo cocok bagi komuter yang butuh kendaraan listrik terjangkau, lincah, dan sederhana: jarak 150 km cukup untuk pulang-pergi harian, bobot ringan memudahkan manuver, dan harga Rp17,5 jutaan tidak jauh dari skutik bensin entry-level. Feliz II lebih tepat untuk pengguna yang menghargai kenyamanan skuter besar, ruang bagasi luas, dan ketenangan jarak tempuh hingga 180 km plus skema tukar baterai fleksibel yang mengurangi pusing soal baterai. Yang menarik, keduanya membuktikan bahwa kendaraan listrik roda dua sudah siap menjadi tulang punggung mobilitas harian, bukan barang hobi sesaat. Dengan baterai LFP, ketahanan IP67, dan sistem tukar baterai, Evo dan Feliz II mengirim pesan jelas: era komuter listrik dengan ongkos harian lebih hemat dan risiko teknis yang bisa dikelola sudah di depan mata.






