A9 Mega menjadi pusat perhatian
GEEKOM A9 Mega adalah workstation mini PC yang dirancang untuk menjalankan beban kecerdasan buatan secara lokal, dengan prosesor, grafis, dan memori terpadu berkapasitas besar dalam bodi ringkas. Di Indocomtech 2026, perangkat ini memberi arti paling jelas pada arah pameran GEEKOM: komputer mungil tidak harus berhenti pada produktivitas sehari-hari, tetapi bisa menjadi mesin kerja AI di lokasi. A9 Mega memakai AMD Ryzen AI Max+ 395 dengan 16 inti dan 32 utas, serta NPU berkemampuan hingga 50 TOPS. Kombinasi ini membuatnya relevan untuk analisis dokumen, pemrograman berbantuan AI, dan eksperimen model tanpa bergantung pada layanan awan. Inilah pembeda utama mini PC AI GEEKOM di antara perangkat lain yang dipajang: bukan sekadar pilihan hemat ruang, melainkan workstation bagi profesional, kreator, dan tim riset yang membutuhkan komputasi AI setempat.
Memori LPDDR5X terpadu sebesar 128 GB menjadi bagian penting dari posisi tersebut, sebab kapasitas besar dapat dibagikan antara pemrosesan dan grafis. GPU Radeon 8060S mendukung pekerjaan visual seperti penyuntingan video 4K dan rendering 3D, sementara perangkat ini dapat mengalokasikan hingga 96 GB sebagai VRAM untuk menjalankan perangkat lunak AI seperti Stable Diffusion, Ollama, dan LM Studio. Jadi, nilai A9 Mega bukan hanya pada label AI, melainkan pada upaya menyatukan beban kerja model dan kreasi konten di satu komputer ringkas.

Dari mini PC serbaguna sampai laptop ringan
A9 Mega memang menjadi lini teratas, tetapi bukan satu-satunya cerita GEEKOM di stan A16. Jajaran mini PC AMD yang ditampilkan mencakup model dengan Ryzen AI 9 HX 470, Ryzen AI 7 350, dan Ryzen 5 220. Untuk Intel, ada IT13 Mega dengan Core Ultra X7 358H serta IT13 Max dengan Core Ultra 9 185H. Ragam ini membuat pameran terasa seperti peta kebutuhan: A9 Mega untuk komputasi AI lokal kelas workstation, sementara model lain menawarkan pilihan ringkas untuk multitugas profesional, penyuntingan, dan penggunaan harian. Posisi A9 Mega pun lebih mudah dipahami dalam konteks tersebut—ia bukan pengganti otomatis bagi semua mini PC GEEKOM, melainkan ujung paling khusus dan bertenaga dalam keluarga yang lebih luas.
GEEKOM juga membawa laptop seri X dan M dalam ukuran 14 dan 16 inci. X14 menonjolkan bodi logam dengan bobot di bawah satu kilogram, sedangkan M16 diklaim dapat bekerja hingga 16 jam. Kehadiran laptop ini memperjelas pembagian peran produk: laptop untuk mobilitas, mini PC konvensional untuk meja kerja yang ringkas, dan A9 Mega untuk beban AI lokal serta grafis yang lebih berat. Dengan demikian, daya tarik pameran bukan sekadar banyaknya perangkat, melainkan cara tiap kategori menjawab kebutuhan berbeda.

Komputasi lokal punya alasan kuat
Menjalankan AI di perangkat sendiri menawarkan kendali kerja yang tidak selalu tersedia ketika semua proses bergantung pada cloud. A9 Mega dirancang untuk memproses model secara lokal, termasuk kebutuhan analisis dokumen dan pemrograman berbantuan AI. Bagi pengembang, kreator, atau tim riset, kapasitas memori besar dan penyimpanan yang dapat diperluas membantu memisahkan model, proyek, dan arsip data. Ini menjadikan perangkat tersebut lebih dari demonstrasi spesifikasi: ia menawarkan alternatif ringkas bagi pengguna yang ingin membawa komputasi AI ke tempat kerja tanpa membangun menara desktop berukuran besar.
Konfigurasi yang dipamerkan memadukan RAM 128 GB dengan SSD 2 TB. Dua slot penyimpanan M.2 memungkinkan kapasitas ditingkatkan hingga 4 TB, sedangkan konektivitasnya mencakup Wi-Fi 7 dan Bluetooth 5.4. Harga promosi yang disebut untuk konfigurasi tersebut adalah Rp83.999.000, dibandingkan harga normal Rp99.999.000. Angka itu menempatkan A9 Mega sebagai perangkat kelas premium; karena itu, alasan membelinya semestinya bertumpu pada kebutuhan nyata akan AI lokal dan pekerjaan berat, bukan semata-mata ketertarikan pada spesifikasi.

Kesimpulan: bukan sekadar mini PC yang lebih kecil
GEEKOM menampilkan portofolio yang mencakup workstation AI, mini PC berbasis AMD dan Intel, serta laptop ultratipis di Indocomtech 2026, yang berlangsung di JCC Jakarta pada 29 Oktober hingga 1 November. A9 Mega menjadi perangkat paling menonjol karena mengangkat gagasan AI lokal ke kategori komputer ringkas dengan Ryzen AI Max+ 395 dan memori 128 GB. Sementara model lain dan laptop melayani kebutuhan produktivitas serta mobilitas yang lebih umum, A9 Mega menyasar pengguna yang memang memerlukan komputasi AI dan grafis di tempat kerja. Itulah posisi paling meyakinkan mini PC GEEKOM dalam pameran ini: bukan satu jawaban untuk semua orang, tetapi pilihan khusus yang menunjukkan seberapa jauh format mini PC dapat melangkah.









