Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Narnia Netflix: Trailer Magician’s Nephew dan Tuduhan ‘Marvel-fikasi’

Narnia Netflix: Trailer Magician’s Nephew dan Tuduhan ‘Marvel-fikasi’
Minat|Drama Inggris

Definisi Pertaruhan Baru: Narnia, Netflix, dan Greta Gerwig

Narnia: The Magician’s Nephew adalah adaptasi Netflix terhadap novel asal-usul dunia Narnia karya C.S. Lewis, disutradarai Greta Gerwig, yang memulai semesta baru di layar dengan fokus pada penciptaan negeri fantasi, munculnya Aslan, dan bangkitnya Jadis, sambil memicu perdebatan tajam tentang apakah gaya visual modernnya masih setia pada imajinasi klasik para pembaca lama. Netflix baru saja merilis trailer resmi pertama untuk Narnia: The Magician’s Nephew, delapan tahun setelah mengakuisisi hak atas ketujuh buku The Chronicles of Narnia pada 2018. Cuplikan ini bukan kelanjutan langsung dari film-film Disney, melainkan pembuka garis waktu baru yang mengikuti urutan peristiwa di dalam seri bukunya, dengan The Magician’s Nephew (The Sorcerer’s Nephew) sebagai fondasi kronologi. Pilihan ini sejak awal merupakan usulan Gerwig, yang melihat kisah asal-usul sebagai pintu masuk paling logis untuk membangun kembali mitologi Narnia di era streaming.

Narnia Netflix: Trailer Magician’s Nephew dan Tuduhan ‘Marvel-fikasi’

Trailer Magician’s Nephew: Cincin Ajaib, Aslan Kosmis, dan Musik Rock

Trailer Magician’s Nephew menegaskan ambisi Netflix: menjadikan Narnia Netflix adaptasi yang terasa besar, sinematik, dan relevan bagi penonton masa kini. Cuplikan dibuka dengan Andrew Ketterley yang eksentrik (Daniel Craig) memperkenalkan cincin ajaib kepada Digory dan Polly, perangkat naratif yang mengantar mereka melampaui dunia mereka sendiri ke Wood Between the Worlds yang rimbun dan penuh kolam. Dari sana, visual melompat ke dunia-dunia fantastis, memperlihatkan Jadis yang mengintimidasi (Emma Mackey), kuda bersayap Fledge, hingga momen kosmis ketika Aslan, disuarakan Meryl Streep, bernyanyi dan menciptakan Narnia. Menariknya, semua ini diiringi “Stairway to Heaven” milik Led Zeppelin, pilihan musik rock yang langsung memisahkan kubu penonton: bagi sebagian, ini terasa segar dan megah; bagi fans klasik, nada modern ini dianggap mengganggu nuansa dongeng abad pertengahan yang mereka bayangkan dari buku-buku Lewis.

Narnia Netflix: Trailer Magician’s Nephew dan Tuduhan ‘Marvel-fikasi’

Greta Gerwig dan Sinematografi Asal-Usul: Narnia yang Lebih Kosmis

Greta Gerwig sinematografi di trailer ini jelas menolak nostalgia murni. Alih-alih mengulang formula The Lion, the Witch and the Wardrobe, ia memposisikan Magician’s Nephew sebagai kisah asal-usul yang luas dan kosmis, bukan sekadar petualangan anak-anak di negeri salju. Siluet Aslan yang perlahan tampak di langit gelap saat ia bernyanyi menciptakan Narnia memberi kesan skala mitologis yang lebih dekat ke epik kosmik ketimbang dongeng intim. Gerwig, dalam proyek film panjang pertamanya sejak Barbie, tampak memanfaatkan bahasa visual blockbuster: komposisi lebar, efek khusus mencolok, dan ritme trailer yang cepat. Di satu sisi, pendekatan ini sejalan dengan strategi Netflix untuk menghadirkan karya sastra klasik ke layar modern, mengemas teks 1955 menjadi tontonan yang terasa relevan bagi generasi yang tumbuh dengan film Marvel dan waralaba fantasi lain. Di sisi lain, pilihan estetika ini memicu kekhawatiran bahwa kedalaman spiritual dan nuansa teologis Lewis akan tenggelam dalam gemerlap kosmis dan humor visual yang terlalu kontemporer.

Narnia Netflix: Trailer Magician’s Nephew dan Tuduhan ‘Marvel-fikasi’

Reaksi Penonton Narnia: Antara Kagum dan Tuduhan ‘Marvel-fikasi’

Reaksi penonton Narnia terhadap trailer Magician’s Nephew terbelah tajam. Di satu kubu, ada yang mengakui bahwa cuplikan terlihat indah dan menarik, dengan dunia-dunia yang ramai dan efek yang mengesankan, tetapi menolak menyebutnya sebagai Narnia karena dianggap tidak setia pada materi sumber. Di kubu lain, komentar bernada frustrasi menyebut visualnya “lebih mirip Guardians of the Galaxy, Ant-Man, atau film-film Marvel, bukan dunia ajaib Narnia”, dan menilai efek khusus sebagai “kekacauan yang mencolok”. Pilihan musik rock juga diserang: “Saya sangat tidak setuju. Musik seperti ini sama sekali tidak cocok untuk Narnia”, tulis seorang netizen. Bagi fans yang mencintai nuansa abad pertengahan dan keheningan spiritual dalam buku Lewis, nuansa Guardians of the Galaxy yang mereka rasakan di trailer adalah alarm bahwa Netflix mungkin sedang mengorbankan identitas Narnia demi formula blockbuster yang aman dan mudah dijual.

Narnia Netflix: Trailer Magician’s Nephew dan Tuduhan ‘Marvel-fikasi’

Strategi Netflix dan Masa Depan Narnia: Berani Berbeda atau Tersesat?

Di luar perdebatan estetika, Narnia Netflix adaptasi ini jelas bagian dari strategi jangka panjang: membangun waralaba fantasi berbasis sastra klasik yang bisa hidup di bioskop dan layanan streaming sekaligus. Narnia: The Magician’s Nephew akan memulai penayangan preview di IMAX pada 10 Februari, tayang perdana di bioskop (termasuk IMAX) pada 12 Februari, lalu hadir di Netflix pada 2 April, dengan jeda penayangan layar lebar selama 45 hari. Ini menandai langkah berani: Netflix tidak lagi puas menjadi tujuan akhir tontonan, tetapi ingin ikut bermain di ranah rilis teatrikal besar. Pertanyaannya, apakah pendekatan sinematik ala Gerwig—yang menekankan kisah asal-usul dunia fantasi dengan skala kosmis—akan memenangkan hati fans klasik yang skeptis, atau justru mengukuhkan tuduhan ‘Marvel-fikasi’? Pada akhirnya, keberhasilan film ini akan ditentukan bukan hanya oleh efek dan musik, tetapi oleh sejauh mana ia menghormati jiwa Narnia: keajaiban yang tenang, moralitas yang tajam, dan rasa kagum yang tidak bergantung pada ledakan CGI.

Narnia Netflix: Trailer Magician’s Nephew dan Tuduhan ‘Marvel-fikasi’

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!